Ingin Lawan China, AS Kembangkan Drone Bawah Air Canggih bersama Sekutunya
- Amerika Serikat (AS) bersama United Kingdom (UK) dan Australia meluncurkan proyek baru untuk mengembangkan drone bawah air canggih.
Ini menjadi upaya baru untuk memperkuat aliansi keamanan dan meningkatkan kemampuan militer sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran atas kekuatan maritim China.
Menyusul dugaan keterlibatan kapal-kapal yang terkait dengan China dalam insiden yang menyebabkan kerusakan kabel bawah laut di dekat Taiwan dan di perairan Eropa.
Kondisi tersebut menambah urgensi upaya Washington dan sekutunya untuk mengamankan infrastruktur dasar laut yang penting.
Baca juga: Makin Mesra, Kongres AS Siapkan Jalan bagi Integrasi Militer dengan Israel
Dalam pidatonya di acara Dialog Shangri-La di Singapura, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan ketiga negara sedang “mempercepat penyediaan kemampuan canggih bagi pasukan tempur kami.”
“Proyek unggulan yang berfokus pada pengoperasian kendaraan bawah laut tak berawak yang canggih,” ujarnya.
Para pejabat dari ketiga negara tersebut mengatakan kemampuan awal akan siap paling cepat tahun depan.
UK berkomitmen menyumbangkan 200 juta dollar AS (Rp 3,5 triliun) untuk upaya tersebut sebagai bagian dari dorongan yang lebih luas dalam memodernisasi pasukan sekutu.
Proyek ini akan berfokus pada perlindungan infrastruktur bawah laut dan peningkatan kemampuan pengawasan dan serangan.
Baca juga: Trump Klaim AS Sengaja Ampuni Militer Iran, Sebut Bukan Target Utama
Drone bawah laut dapat memuat sistem persenjataan
Para pejabat menggambarkan program drone bawah air sebagai langkah nyata menuju penyediaan kemampuan yang berfokus pada teknologi canggih.
Drone bawah air ini, yang dikenal sebagai UUV, dirancang untuk membawa berbagai muatan, termasuk sensor dan sistem persenjataan.
Mereka dapat digunakan untuk pengawasan, pengintaian, misi serangan, dan melindungi infrastruktur penting seperti kabel dan pipa bawah laut.
Baca juga: AS Temukan Cara Murah Lawan Drone, Tak Perlu Rudal Rp 17,8 Miliar
Fokus tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran atas kerentanan di bawah permukaan laut.
Pengembangan ini berada di bawah naungan AUKUS, sebuah pakta pertahanan trilateral untuk meningkatkan kemampuan militer, untuk melindungi infrastruktur dan memperkuat kemampuan militer.
AUKUS terbentuk pada 2021 untuk memperdalam kerja sama pertahanan antara AS, UK, dan Australia, dengan fokus kuat pada penanggulangan pengaruh China di Indo-Pasifik.
Proyek ini menghadirkan teknologi militer baru kepada pasukan AS dan sekutunya sekaligus membentuk kembali cara memantau dan menanggulangi ancaman bawah laut.
Baca juga: Sempat Dibantah AS, Iran Kini Klaim Aset Rp 214 Triliun Segera Cair
Ketegangan dengan China
Ilustrasi kapal-kapal China di Laut China Selatan - Kapal Penjaga Pantai China (kiri), yang diidentifikasi Penjaga Pantai Filipina sebagai milisi maritim (bawah tengah dan kanan) mengepung BRP Datu Tamblot (tengah) dan kapal-kapal nelayan Filipina selama misi untuk membawa pasokan dan bantuan kepada para nelayan di Scarborough Shoal, Laut China Selatan, 16 Februari 2024.
Meskipun para pejabat tersebut tidak menyebut nama China secara langsung, latar belakang strategis yang lebih luas tetap jelas.
AUKUS secara luas dipandang sebagai bagian dari upaya yang dipimpin AS untuk melawan perluasan kehadiran angkatan laut Beijing dan sikap agresifnya di wilayah yang diperebutkan seperti Laut China Selatan.
Kapal-kapal China dituduh terlibat dalam insiden yang menyebabkan kerusakan kabel, sementara Beijing mengkritik AUKUS sebagai pakta yang berbahaya.
Baca juga: China Kirim Embrio Manusia ke Luar Angkasa, Lakukan Eksperimen Kehidupan
Pada saat yang sama, para pejabat Inggris menuduh Rusia melakukan aktivitas rahasia yang menargetkan infrastruktur bawah laut di Atlantik Utara, sehingga menambah urgensi upaya untuk memantau dan melindungi dasar laut.
Program drone ini berjalan beriringan dengan upaya unggulan AUKUS dalam pengembangan kapal selam di bawah "Pillar One."
Proyek jangka panjang tersebut bertujuan untuk mengirimkan kapal selam bertenaga nuklir ke Australia.
Tag: #ingin #lawan #china #kembangkan #drone #bawah #canggih #bersama #sekutunya