Iran Tuntut Hak Rakyatnya, Tegaskan Tak Percaya dengan Janji AS
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dilaporkan tengah digadang-gadang Amerika Serikat untuk menjadi Pemimpin Baru Iran.(AFP)
18:36
31 Mei 2026

Iran Tuntut Hak Rakyatnya, Tegaskan Tak Percaya dengan Janji AS

- Ketua Parlemen dan negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun dengan Amerika Serikat (AS) kecuali jika hak-hak rakyat Iran sepenuhnya dijamin.

Dalam sesi parlemen virtual yang diadakan Minggu (31/5/2026) pagi, dia menambahkan tidak percaya dengan janji ‘musuh’ dan hanya menerima hasil nyata.

Baca juga: Trump Ajukan Proposal Keras, Sebut Iran Tak Akan Kembangkan Senjata Nuklir


“Tidak ada kepercayaan pada kata-kata dan janji musuh,” kata Ghalibaf setelah mengucapkan sumpah sebagai ketua parlemen yang terpilih kembali, dilansir Al Jazeera, Minggu.

“Satu-satunya tolok ukur kami adalah mencapai hasil nyata sebelum kami memenuhi komitmen kami sebagai imbalannya,” sambungnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan bahwa Washington telah mengirimkan proposal perdamaian yang lebih keras kepada Iran.

Baca juga: Tak Mau Ulangi Jejak Obama, Trump Perketat Tawaran Damai dengan Iran

AS berikan proposal yang lebih keras ke Iran

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan kebijakan tarif impor global sebesar 10 persen tidak sah berdasarkan hukum perdagangan AS.AFP/POOL/ALEX BRANDON Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan kebijakan tarif impor global sebesar 10 persen tidak sah berdasarkan hukum perdagangan AS.

Media-media AS melaporkan pada Sabtu (30/5/2026), presiden telah mengirimkan kerangka kerja baru ke Iran dengan persyaratan yang "lebih keras", namun belum jelas apa yang dimaksud.

Trump mengatakan prioritasnya dalam setiap kesepakatan meliputi upaya mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir serta membuka kembali Selat Hormuz.

Dia ingin memperkuat beberapa poin dalam kesepakatan yang menurutnya penting secara pribadi, seperti apa yang dilakukan terhadap material nuklir Iran.

Baca juga: Trump Klaim AS Sengaja Ampuni Militer Iran, Sebut Bukan Target Utama

"Satu-satunya jaminan yang harus saya miliki adalah tidak akan ada senjata nuklir. Mereka telah menyetujuinya, dan itu sangat menarik," ujar Trump dalam sebuah wawancara Sabtu malam.

Perubahan-perubahan baru ini dapat memperpanjang negosiasi antara pihak-pihak terkait selama beberapa hari sebelum keputusan tercapai.

Namun, Teheran sebelumnya meragukan pernyataan Trump dan kedua pihak tampak memiliki pendapat yang berbeda tentang prioritas utama mereka.

Baca juga: Ahmadinejad, Ikon Anti-Israel yang Muncul dalam Skenario AS untuk Iran

Iran mengatakan pihaknya membutuhkan pelepasan aset beku senilai 12 miliar AS (Rp 213 triliun) sebelum beralih ke pembicaraan substantif tentang isu-isu seperti program nuklirnya.

Termasuk menganggap komentar Trump yang menyebut uranium yang diperkaya milik Iran akan dihancurkan sebagai hal tidak berdasar.

Teheran juga bersikeras Lebanon harus dilibatkan dalam setiap upaya penyelesaian perang, meskipun pertempuran masih berlangsung.

Tag:  #iran #tuntut #rakyatnya #tegaskan #percaya #dengan #janji

KOMENTAR