Trik Cerdas Kapal-kapal untuk Lewati Selat Hormuz, Ada Campur Tangan Militer AS
Kapal-kapal terlihat mengantre di Selat Hormuz, saat difoto dari Bandar Abbas, Iran selatan, 4 Mei 2026.(ISNA/AMIRHOSSEIN KHORGOOEI via AFP)
16:36
31 Mei 2026

Trik Cerdas Kapal-kapal untuk Lewati Selat Hormuz, Ada Campur Tangan Militer AS

- Kapal-kapal berhasil melewati Selat Hormuz menggunakan trik khusus yang dikombinasikan dengan bantuan militer Amerika Serikat (AS), menurut laporan Wall Street Journal, Jumat (29/5/2026).

Beberapa minggu terakhir, sejumlah kapal melintasi penyeberangan di jalur berbahaya tersebut. Di antaranya adalah kapal tanker terbesar yang memuat minyak dan gas alam cair.

Beberapa kapal berlayar secara "dark (gelap)," istilah di industri pelayaran ketika kapal mematikan lampu dan berlayar tanpa suar navigasi atau Sistem Identifikasi Otomatis (AIS).

Baca juga: Iran Beri China-Rusia Hak Istimewa di Selat Hormuz, Dapat Perlakuan Khusus

Dengan mematikan layanan tersebut, membuat kapal lebih sulit dideteksi secara elektronik dan kurang rentan terhadap serangan Iran.

Sebagian kecil penyeberangan melewati bagian Teluk yang telah dibersihkan AS awal bulan ini sebagai bagian dari "Proyek Kebebasan".

Meskipun operasi yang melibatkan pengawal angkatan laut dan udara AS tersebut tidak berlangsung lama, proyek ini meninggalkan jalur yang relatif aman melalui Teluk Persia.

Baca juga: Iran Buka Suara, Sebut Trump Berbohong soal Selat Hormuz


Militer AS memandu kapal-kapal melewati Selat Hormuz

Dalam aksi tersebut, beberapa kapal tetap terhubung dengan militer AS, yang menggunakan radar, drone, dan alat lainnya untuk memantau lalu lintas dan membantu mereka melintas dengan aman.

AS memberi mereka saran kapan harus mematikan komunikasi dan bagaimana menanggapi ancaman Iran, demikian dilaporkan WSJ mengutip pemilik kapal dan militer AS.

Kapten Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS, mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Baca juga: Netanyahu Pertimbangkan Rute Energi Lewat Israel untuk Gantikan Selat Hormuz

Sebuah kapal tanker super Yunani yang bermuatan dua juta barel minyak mentah berkomunikasi dengan AS saat melintasi jalur air di lepas pantai Oman awal pekan ini.

Kapal tersebut telah terjebak di Teluk Persia sejak awal Maret dan sekarang menuju India untuk mengirimkan muatannya.

Sebuah kapal milik China, Vicstar, berhasil melakukan pelayaran gelap pada 17 Mei dari Uni Emirat Arab ke Brasil setelah tertahan di Teluk selama hampir tiga bulan.

Awak kapal tersebut mengatakan bahwa kapal mematikan AIS pada malam hari dan berlayar di sepanjang pantai Oman.

Baca juga: Tak Gentar Ancaman AS, Iran dan Oman Bahas Pengelolaan Selat Hormuz

Risiko pelayaran tanpa teknologi AIS

Kapal-kapal kargo dan tanker yang berlayar di Selat Hormuz, saat difoto dari kota pesisir Fujairah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026. Trump Ungkap detik-detik kapal AS Tembaki Kapal Kargo Iran di Teluk Oman AFP/GIUSEPPE CACACE Kapal-kapal kargo dan tanker yang berlayar di Selat Hormuz, saat difoto dari kota pesisir Fujairah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026. Trump Ungkap detik-detik kapal AS Tembaki Kapal Kargo Iran di Teluk Oman

Berlayar tanpa AIS atau sistem identifikasi otomatis cukup risiko karena kapal tidak dapat saling melihat atau menentukan lokasi mereka di peta elektronik.

Namun sebagai gantinya, kapal-kapal bergantung pada radar untuk navigasi dan membutuhkan orang yang berpengalaman yang memegang kemudi.

Nahkoda juga perlu pandai-pandai mengantisipasi kapal lain. Terlebih karena radar tidak menampilkan nama kapal, sehingga komunikasi, koordinasi, dan manuver untuk menghindari tabrakan menjadi sulit.

“Jelas ada risiko keselamatan dan keamanan” yang terkait dengan berlayar dalam kegelapan, kata Claire Jungman, direktur risiko dan intelijen maritim di Vortexa.

Baca juga: Angkatan Laut IRGC Disebut Halau Kapal Tanker AS Dekat Selat Hormuz

Lalu lintas kapal yang lancar melalui Selat Hormuz memberikan tantangan bagi para pelaut sekaligus menjadi ujian atas cengkeraman Iran terhadap pasar energi global.

Termasuk terhadap pengaruh yang dimiliki Teheran di meja perundingan dengan AS, yang mana kebebasan navigasi menjadi salah satu poin krusial yang masih diperdebatkan.

Dalam pembicaraan yang sedang berlangsung, Iran bersikeras akan mengambil alih kendali ke depannya dalam menyetujui lalu lintas kapal, termasuk kemungkinan mengenakan biaya tol.

Tag:  #trik #cerdas #kapal #kapal #untuk #lewati #selat #hormuz #campur #tangan #militer

KOMENTAR