Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Ilustrasi aplikasi kencan online.(Dok. Unsplash/Nik)
21:35
1 Juni 2026

Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu

- Di balik kemudahan bertemu dengan banyak orang di dating app, terdapat tantangan dalam memastikan bahwa orang yang berada di balik sebuah profil benar-benar sesuai dengan identitas yang ditampilkan.

Tidak sedikit pengguna aplikasi kencan yang pernah menemukan profil palsu, informasi yang tidak sesuai kenyataan, hingga orang yang sengaja menyembunyikan identitas aslinya. 

Oleh karenanya, kehati-hatian menjadi hal penting sebelum melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius atau memutuskan bertemu secara langsung.

Baca juga: Mencari Hubungan Ideal di Aplikasi Kencan? Perhatikan 2 Hal Ini

Penulis buku Swipe Therapy, Mira Sumanti, mengaku selalu melakukan verifikasi terhadap identitas seseorang sebelum memutuskan untuk melanjutkan komunikasi lebih jauh. 

Sebagai seseorang yang cukup lama mendalami aplikasi kencan online, Mira membagikan sejumlah langkah dalam memastikan kebenaran data lawan bicara. Simak selengkapnya.

Cara mengecek kebenaran profil dating app 

Mulai dari memverifikasi nama lengkap

Penulis Buku Swipe Therapy, Mira Sumanti.Dok. Pribadi Penulis Buku Swipe Therapy, Mira Sumanti.

Mira mengatakan, salah satu hal pertama yang biasanya ia lakukan setelah cocok (match) dengan seseorang adalah meminta identitas yang lebih jelas.

"Ketika match dengan seseorang, aku pasti verifikasi data dirinya dulu. Biasanya aku tanyakan nama lengkap aslinya, kemudian aku cari di Google atau di internet," ujar Mira saat ditemui Kompas.com di Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, nama lengkap menjadi pintu masuk untuk mengenali seseorang lebih jauh. Dari sana, ia dapat mencari berbagai informasi yang tersedia secara publik untuk memastikan bahwa identitas tersebut memang nyata.

Langkah ini dilakukan bukan karena rasa curiga berlebihan, melainkan sebagai bentuk kewaspadaan ketika berinteraksi dengan orang yang sebelumnya sama sekali tidak dikenal.

Dalam dunia digital, siapa pun bisa membuat profil yang menarik. Karena itu, penting untuk mencari petunjuk lain yang dapat membantu memvalidasi identitas seseorang.

Cari jejak digital yang bisa diverifikasi

Setelah mendapatkan nama lengkap, Mira biasanya melanjutkan pencarian melalui internet untuk melihat apakah terdapat informasi lain yang mendukung identitas tersebut.

"Kalau namanya muncul dan ada data-datanya, seperti pekerjaannya, media sosialnya, atau bahkan riwayat pendidikan, baru aku lanjutkan percakapannya," katanya.

Keberadaan jejak digital yang konsisten dapat menjadi salah satu indikator bahwa seseorang memang menggunakan identitas asli.

Media sosial, profil profesional, riwayat pendidikan, atau informasi lain yang muncul di mesin pencari dapat membantu memberikan gambaran awal mengenai seseorang.

Sebaliknya, ia mengaku lebih berhati-hati apabila tidak menemukan informasi apa pun yang dapat diverifikasi.

"Aku enggak percaya kalau misalnya orang itu enggak muncul di pencarian internet. Aku harus punya sesuatu yang bisa tervalidasi kebenaran sosok tersebut," ujarnya.

Meski demikian, Mira menekankan, keberadaan jejak digital bukan satu-satunya ukuran untuk menilai karakter seseorang. 

Verifikasi identitas hanya menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa orang tersebut memang nyata dan bukan profil palsu.

Baca juga: Kisah Mira Sumanti Gagal Menikah, Bangkit Lewat Dating App hingga Menemukan Jati Diri

Jangan langsung percaya pada semua hasil pencarian

Penulis Buku Swipe Therapy, Mira Sumanti saat ditemui Kompas.com di Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Penulis Buku Swipe Therapy, Mira Sumanti saat ditemui Kompas.com di Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026).

Menariknya, Mira juga mengingatkan, menemukan informasi di internet bukan berarti seseorang bisa langsung dipercaya sepenuhnya.

Ia menilai, pengguna tetap perlu bersikap kritis terhadap hasil pencarian yang ditemukan.

"Tapi kalau ketika dicari muncul profil dari Wikipedia atau semacamnya, aku harus concern juga karena bisa jadi dia selebritis atau justru menyamar jadi selebritis. Jadi enggak bisa dipercaya sepenuhnya," katanya.

Di era digital saat ini, pencurian identitas dan penyalahgunaan informasi bukan hal yang mustahil terjadi. Karena itu, pengguna tetap perlu memeriksa konsistensi data dan tidak mudah percaya pada satu sumber informasi saja.

Baca juga: Bergantung pada Aplikasi Kencan Bisa Berakibat Kesulitan Membangun Relasi di Dunia Nyata

Jangan terlalu lama berkenalan di dunia maya

Bagi Mira, tujuan melakukan verifikasi identitas bukan untuk menghabiskan waktu melakukan investigasi panjang, melainkan untuk memastikan keamanan sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

Jika informasi yang ditemukan dirasa cukup meyakinkan, ia lebih memilih untuk segera bertemu langsung.

"Kalau aku bisa menemukan data-data dari seseorang itu, maka aku akan pertimbangkan untuk ketemu langsung dalam waktu yang dekat. Sebab, insting manusia ketika ketemu langsung itu lebih bisa dirasakan," ujarnya.

Pertemuan langsung sering kali memberikan gambaran yang lebih utuh dibanding percakapan melalui pesan singkat. 

Bahasa tubuh, cara berkomunikasi, dan interaksi secara langsung dapat membantu seseorang mengenal lawan bicaranya dengan lebih baik.

Meski demikian, pertemuan pertama tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, seperti memilih lokasi publik dan memberi tahu orang terdekat mengenai rencana tersebut.

Dengan melakukan pengecekan sederhana dan tidak terburu-buru percaya, pengguna dapat membangun hubungan yang lebih aman sekaligus mengurangi risiko bertemu dengan orang yang tidak sesuai dengan profil yang ditampilkan.

 Baca juga: Sering Ditolak di Aplikasi Kencan, Ini 3 Cara Menghadapinya

Tag:  #match #aplikasi #kencan #dulu #keaslian #identitas #agar #kena #tipu

KOMENTAR