Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan telah mengajukan pengunduran diri kepada kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, di tengah dugaan meningkatnya pengaruh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam pemerintahan.(AFP/ANGELA WEISS)
16:36
1 Juni 2026

Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan telah mengirim surat pengunduran diri ke kantor Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.

Dalam surat itu, sebagaimana dilansir Jerusalem Post, Minggu (31/5/2026), Pezeshkian disebut menyoroti fakta bahwa Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah secara efektif mengambil alih sebagian besar urusan pemerintahan, sementara presiden dan pejabat tinggi lainnya tersingkir dari proses pengambilan keputusan penting.

Pezeshkian menilai dirinya tidak lagi dapat menjalankan pemerintahan atau memenuhi tanggung jawabnya dalam kondisi saat ini sehingga meminta untuk mengundurkan diri.

Baca juga: AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja

Namun, pemerintah Iran langsung membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang tidak berdasar.

Diduga berselisih dengan IRGC

Sumber anonim yang dikutip dalam laporan itu menyebut perbedaan utama antara Pezeshkian dan pimpinan IRGC berkaitan dengan pengelolaan cara perang serta dampak destruktifnya terhadap kehidupan masyarakat dan perekonomian Iran.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa pengaruh IRGC dalam struktur kekuasaan Iran terus meningkat dan secara bertahap memangkas sejumlah kewenangan presiden dalam pemerintahan.

Pemerintah Iran buka suara

Sementara itu, menurut laporan India Today, kantor presiden Iran membantah keras kabar bahwa Pezeshkian telah mengajukan pengunduran diri.

Pihak pemerintah menyebut laporan tersebut "tidak berdasar" dan menuduh media asing menyebarkan informasi yang salah.

Mereka juga menyatakan bahwa kabar tersebut merupakan bagian dari "permainan media yang konyol" dan lebih mencerminkan "angan-angan daripada kenyataan."

Mengutip sumber pemerintah yang mengetahui masalah tersebut, kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC menyatakan bahwa Pezeshkian tetap menjabat dan terus menjalankan tugasnya sebagai presiden.

Wakil Kepala Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, Seyed Mehdi Tabatabaei, juga menolak laporan tersebut.

Baca juga: Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh

Dalam unggahan di platform X, ia mengatakan, "Penyebaran rumor oleh jaringan asing yang tidak bereputasi ini merupakan kelanjutan dari permainan media konyol sebelumnya. Mereka telah menerbitkan angan-angan mereka sendiri sebagai pengganti kenyataan."

Ia menegaskan bahwa Pezeshkian tetap berkomitmen menjalankan tugasnya.

"Presiden Pezeshkian tidak akan mundur dari melayani rakyat, sebagaimana bangsa Iran tidak akan mundur dari jalan solidaritas dan perlawanan," ujarnya.

Pezeshkian akui Iran hadapi situasi sulit

Presiden Iran Masoud Pezeshkian baru-baru ini mengakui bahwa Iran sedang menghadapi tantangan besar di tengah perang yang terus berkecamuk.AFP/ATTA KENARE Presiden Iran Masoud Pezeshkian baru-baru ini mengakui bahwa Iran sedang menghadapi tantangan besar di tengah perang yang terus berkecamuk.

Di tengah spekulasi tersebut, Pezeshkian baru-baru ini mengakui bahwa Iran sedang menghadapi tantangan besar.

Ia menggambarkan kondisi saat ini sebagai situasi yang "tidak normal dan tidak sederhana."

Menurutnya, mengelola negara dalam kondisi seperti sekarang membutuhkan koordinasi, dialog, empati, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi kepada publik mengenai kondisi yang dihadapi Iran, termasuk kapasitas, keterbatasan, dan tanggung jawab bersama yang dimiliki negara.

Pezeshkian menambahkan bahwa tekanan dan pembatasan dari luar negeri telah menciptakan tantangan besar bagi pemerintahan.

Ia memperingatkan bahwa perubahan situasi dapat mengharuskan pemerintah mengadopsi kebijakan dan strategi tambahan serta mendorong media nasional untuk menyajikan gambaran realistis mengenai kondisi dalam negeri di samping perkembangan internasional.

Presiden yang terpilih dengan janji reformasi dan peningkatan keterlibatan dengan komunitas internasional itu disebut masih menghadapi tantangan besar untuk mewujudkan agenda tersebut di tengah struktur kekuasaan Iran yang kompleks.

Baca juga: Trump Ajukan Proposal Keras, Sebut Iran Tak Akan Kembangkan Senjata Nuklir

Tag:  #presiden #iran #dilaporkan #ajukan #resign #teheran #langsung #buka #suara

KOMENTAR