Saat Kolonel Didin Diminta Menghadap Prabowo…
Kolonel Didin Nasruddin selaku Komandan Upacara Hari Lahir Pancasila di Kemenlu, Jakarta, Senin (1/6/2026). (Dok. YouTube Setpres)
08:56
2 Juni 2026

Saat Kolonel Didin Diminta Menghadap Prabowo…

- Pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto berjalan lancar dan memuaskan.

Prabowo selaku inspektur upacara bahkan meminta Kolonel Infanteri Didin Nasrudin Darsono selaku komandan upacara untuk menghadap dirinya usai bertugas.

"Terima kasih atas pelaksanaan upacara yang baik. Komandan upacara menghadap saya,” ujar Prabowo, di akhir upacara di halaman Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Prabowo meminta Didin menghadap dirinya karena dinilai telah berhasil menjalankan tugasnya di halaman Gedung Pancasila.

Baca juga: Prabowo Bicara Ekonomi Pancasila dan Cita-cita yang Lebih Berani

Selama upacara Prabowo bertindak sebagai inspektur dalam upacara dan menerima laporan dari sang komandan.

Menjelang dan setelah upacara, Prabowo juga menyempatkan diri berbincang dengan tamu VVIP yang hadir.

Ia tampak sangat akrab dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri.

Selain itu, Prabowo berbincang dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla dan Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin.

Profil singkat

Didin merupakan alumni Akademi Militer (Akmil) tahun 2001.

Pria kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, pada 5 Juli 1979 ini tengah menjabat Kepala Seksi Teritorial Korem 163/Wirasatya Bali.

Baca juga: Teddy Ungkap Prabowo Tanggung Sendiri Biaya Perjalanan Luar Negeri jika Sudah Melebihi Anggaran

Didin juga tercatat pernah memegang jabatan Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya Timur.

Selain itu, Didin juga pernah menduduki jabatan Dandim 0808/Blitar.

Pidato Prabowo soal ekonomi Pancasila

Dalam upacara peringatan Hari Pancasila, Prabowo menyampaikan beberapa amanat, termasuk soal ekonomi Pancasila.

Menurut Prabowo, ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang bertujuan untuk kemakmuran rakyat.

Ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka statistik di atas kertas.

"Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka-angka statistik. Pembangunan ekonomi harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia," tegas Prabowo.

Baca juga: Teddy Bongkar Alasan Prabowo Kerap ke Luar Negeri: Dunia sedang Krisis, Harus Dekat dengan Pemimpin Dunia

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo juga menyampaikan keinginan untuk memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa agar tidak terus bocor dan mengalir ke luar negeri.

"Kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor, dan tidak terus mengalir ke luar negeri," ujar Prabowo.

Namun, menurut dia, suatu perubahan besar ini tidaklah mudah untuk dilakukan karena harus ada transformasi untuk melawan koruptor.

Dia pun mengingatkan akan adanya tantangan dan kesulitan demi melakukan transformasi.

"Saudara-saudara, suatu transformasi, suatu perubahan yang besar tidak mudah, kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan, mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal," imbuh dia.

Tag:  #saat #kolonel #didin #diminta #menghadap #prabowo

KOMENTAR