Fitch Ratings Proyeksi Profitabilitas ARTO dengan Dukungan Ekosistem GOTO
Ilustrasi (Shutterstock)
08:50
3 Juni 2026

Fitch Ratings Proyeksi Profitabilitas ARTO dengan Dukungan Ekosistem GOTO

Kedekatan strategis antara PT Bank Jago Tbk dengan pemegang sahamnya, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), terbukti menjadi motor penggerak utama dalam efisiensi operasional bank.

Fitch Ratings Indonesia menilai keterkaitan erat dengan salah satu platform layanan on-demand dan e-commerce terbesar di tanah air tersebut berhasil menjaga biaya pendanaan (cost of fund) serta biaya akuisisi nasabah Bank Jago tetap berada di level yang rendah.

Sinergi ekosistem ini memungkinkan Bank Jago untuk terus memacu pertumbuhan dan menyalurkan kredit secara menguntungkan, di tengah skala operasional bisnisnya yang relatif masih terbatas dan riwayat historisnya yang singkat sebagai bank digital murni.

Kendati demikian, Fitch mengingatkan adanya tantangan inheren dalam industri perbankan digital, yaitu rendahnya hambatan bagi nasabah untuk berpindah platform (switching cost).

Oleh sebab itu, Bank Jago dituntut untuk terus memperdalam hubungan dengan basis nasabah besarnya serta memperluas rangkaian variasi produk komersialnya.

Sokongan dari ekosistem GoTo berdampak sangat positif terhadap profil pendanaan bank. Bank Jago tercatat sukses mengamankan porsi rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) di kisaran 53 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) per akhir Maret 2026. Struktur ini menciptakan basis pendanaan yang lebih stabil dan berbiaya murah.

Meskipun konsentrasi deposan besar masih tergolong tinggi, tingkat ketergantungan Bank Jago terhadap deposito yang terafiliasi langsung dengan GoTo terpantau terus menurun dalam beberapa tahun terakhir berkat keberhasilan ekspansi simpanan ritel mandiri.

Di sisi lain, risiko likuiditas jangka pendek dinilai telah termitigasi dengan sangat baik. Hal ini tercermin dari kepemilikan penyangga likuiditas yang sangat longgar, di mana Rasio Cakupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio) melonjak di level 433 persen dan Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable Funding Ratio) berada di posisi 130 persen.

Prospek Margin Bunga di Tengah Kenaikan BI Rate

Kondisi likuiditas yang sehat ini menjadi modal penting bagi Bank Jago dalam menghadapi tantangan lingkungan operasional makroekonomi domestik.

Fitch memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh stabil di level 5,1 persen pada tahun 2026 dan 5,0 persen pada tahun 2027, yang secara umum mendukung volume bisnis sektor keuangan.

Namun, kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang telah menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen per Mei 2026 demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, diprediksi akan mengerek biaya deposito perbankan nasional.

Fitch melihat bank-bank dengan skala kecil memiliki kerentanan lebih tinggi akibat keterbatasan kemampuan menentukan harga (pricing power).

"Model bisnis digital memungkinkan Bank Jago untuk memperkuat rasio biaya terhadap pendapatan (Cost-to-Income Ratio) seiring dengan tercapainya skala ekonomi yang lebih besar dalam satu hingga dua tahun ke depan," tulis Fitch dalam laporan analisisnya.

Fitch memproyeksikan tingkat pengembalian yang disesuaikan dengan risiko (risk-adjusted returns) Bank Jago justru akan meningkat. Akselerasi penyaluran kredit ritel dan UKM yang menghasilkan imbal hasil (yield) tinggi diperkirakan mampu mendorong ekspansi Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin/NIM).

Kenaikan NIM bersama dengan pertumbuhan pendapatan non-bunga (fee-based income) diyakini akan lebih dari cukup untuk menutup pembengkakan biaya kredit dan biaya pendanaan akibat efek pengetatan moneter makro.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #fitch #ratings #proyeksi #profitabilitas #arto #dengan #dukungan #ekosistem #goto

KOMENTAR