7 Daerah di Jateng yang Paling Sering Kena Banjir
- Membeli rumah bukan hanya soal harga, lokasi, dan aksesibilitas. Faktor risiko bencana, terutama banjir, juga perlu menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan membeli hunian.
Di Jawa Tengah, sejumlah daerah tercatat mengalami banjir berulang dengan dampak yang cukup besar terhadap permukiman warga.
Melansir Data Bencana Indonesia 2024 yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan ribuan rumah pernah terendam akibat banjir di beberapa kabupaten dan kota.
Bagi calon pembeli rumah, informasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menilai tingkat risiko lingkungan tempat tinggal yang diincar.
Daerah yang Paling Sering Kena Banjir di Jateng
Berikut tujuh daerah di Jawa Tengah yang paling sering terdampak banjir berdasarkan jumlah kejadian dan rumah yang terendam menurut BNPB sepanjang tahun 2024.
Baca juga: Dilema Menteri PU: Danai Tol Getaci atau Bendungan Pencegah Banjir
1. Kabupaten Cilacap
Kabupaten Cilacap menjadi daerah dengan jumlah kejadian banjir terbanyak sepanjang tahun 2024, yakni mencapai delapan kasus.
Akibat banjir tersebut, sebanyak 11.974 rumah dilaporkan terendam. Wilayah ini memang memiliki sejumlah daerah dataran rendah dan kawasan yang dipengaruhi aliran sungai besar, sehingga berpotensi mengalami genangan saat curah hujan tinggi.
2. Kabupaten Grobogan
Meski jumlah kejadian banjir tercatat tujuh kali, dampak yang ditimbulkan di Kabupaten Grobogan sangat besar.
Sebanyak 32.585 rumah terendam banjir, menjadikannya daerah dengan jumlah rumah terdampak paling tinggi dalam daftar ini.
Angka tersebut menunjukkan bahwa sekali terjadi banjir di Grobogan, wilayah yang terdampak bisa sangat luas.
3. Kabupaten Sragen
Kabupaten Sragen mengalami enam kasus banjir dengan total 3.324 rumah terendam.
Wilayah yang berada di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo ini memang kerap menghadapi ancaman banjir, terutama saat debit sungai meningkat pada musim hujan.
4. Kabupaten Brebes
Kabupaten Brebes mencatat lima kejadian banjir yang berdampak pada 23.304 rumah.
Baca juga: Banjir dan Longsor di Tanah Datar, Kementerian PU Gerak Cepat
Jumlah rumah yang terendam tergolong sangat tinggi, hanya berada di bawah Grobogan. Kondisi ini menunjukkan bahwa banjir di Brebes memiliki skala dampak yang cukup besar terhadap kawasan permukiman.
5. Kabupaten Pati
Kabupaten Pati juga mengalami lima kasus banjir dengan total 6.757 rumah terdampak.
Beberapa wilayah di Pati dikenal rawan banjir akibat kombinasi curah hujan tinggi, luapan sungai, dan kondisi topografi yang relatif datar.
6. Kota Pekalongan
Kota Pekalongan mencatat empat kejadian banjir dengan 2.667 rumah terendam.
Selain banjir akibat hujan dan luapan sungai, wilayah pesisir ini juga dikenal menghadapi masalah banjir rob yang dapat memperparah genangan di sejumlah kawasan permukiman.
7. Kabupaten Tegal
Kabupaten Tegal menempati posisi terakhir dalam daftar tujuh daerah paling sering banjir di Jawa Tengah dengan empat kasus banjir dan 2.224 rumah terendam.
Baca juga: Setahun Lumpuh Imbas Banjir, Jembatan Kemang Pratama Akhirnya Beres
Meski jumlah rumah terdampak lebih rendah dibanding daerah lain dalam daftar, risiko banjir tetap perlu diperhitungkan, terutama saat memilih lokasi hunian di kawasan yang dekat dengan sungai atau dataran rendah.
Refrensi Membeli Rumah
Risiko banjir dapat memengaruhi kenyamanan, keamanan, hingga nilai investasi sebuah properti.
Rumah yang berada di kawasan rawan banjir berpotensi mengalami kerusakan bangunan, penurunan nilai jual, hingga biaya perawatan yang lebih tinggi.
Karena itu, sebelum membeli rumah, calon pembeli sebaiknya tidak hanya memeriksa kondisi bangunan dan legalitas lahan, tetapi juga mencari informasi mengenai riwayat banjir di wilayah tersebut.
Mengecek peta rawan bencana, kondisi drainase lingkungan, elevasi lahan, serta bertanya kepada warga sekitar dapat membantu mengurangi risiko membeli rumah di lokasi yang rentan terdampak banjir.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, calon pembeli dapat membuat keputusan yang lebih matang dan memilih hunian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga lebih aman untuk jangka panjang.
Baca juga: 7 Daerah di Jabar yang Paling Sering Kena Banjir