Daerah di Jawa Timur yang Paling Sering Kena Banjir
Ratusan rumah warga di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kembali terendam banjir luapan sungai Citarum, Selasa (26/5/2026).(KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah)
19:18
3 Juni 2026

Daerah di Jawa Timur yang Paling Sering Kena Banjir

- Banjir menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli rumah.

Selain dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, banjir juga berpotensi menurunkan nilai properti dan meningkatkan biaya perawatan bangunan dalam jangka panjang.

Karena itu, calon pembeli rumah perlu mengetahui daerah-daerah yang memiliki riwayat banjir cukup tinggi.

Daerah Rawan Banjir di Jawa Timur

Berdasarkan data jumlah kejadian banjir dan rumah yang terdampak, berikut tujuh daerah di Jawa Timur yang paling sering mengalami banjir dikutip dari Laporan Data Bencana Indonesia 2024 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB):

1. Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan menempati posisi pertama sebagai daerah dengan jumlah kejadian banjir terbanyak sepanjang tahun 2024.

Tercatat terjadi 13 kasus banjir yang mengakibatkan 16.874 rumah terendam. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan daerah lainnya, baik dari sisi frekuensi kejadian maupun jumlah rumah yang terdampak.

Baca juga: 7 Daerah di Jateng yang Paling Sering Kena Banjir

Bagi calon pembeli rumah, penting untuk memperhatikan kondisi drainase dan riwayat banjir di lingkungan yang akan dipilih, terutama di wilayah yang dekat dengan sungai atau dataran rendah.

2. Kabupaten Jember

Kabupaten Jember mencatat 10 kejadian banjir dengan total 3.203 rumah terdampak.

Wilayah ini kerap menghadapi banjir saat curah hujan tinggi, terutama di kawasan yang berada di sekitar aliran sungai dan daerah dengan sistem drainase yang kurang optimal.

Sebelum membeli rumah di Jember, calon penghuni disarankan untuk mencari informasi mengenai sejarah banjir di kawasan yang diminati.

3. Kabupaten Lamongan

Kabupaten Lamongan mengalami delapan kejadian banjir dengan jumlah rumah terendam mencapai 2.271 unit.

Beberapa wilayah di Lamongan dikenal rawan genangan ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama atau saat debit sungai meningkat.

Baca juga: Setahun Lumpuh Imbas Banjir, Jembatan Kemang Pratama Akhirnya Beres

Pengecekan kondisi lingkungan sekitar menjadi langkah penting sebelum memutuskan membeli rumah di daerah ini.

4. Kabupaten Gresik

Jumlah kejadian banjir di Kabupaten Gresik juga mencapai delapan kasus.

Namun, dampaknya cukup besar dengan total 4.212 rumah yang terendam banjir. Angka tersebut menjadi yang tertinggi kedua setelah Kabupaten Pasuruan dari sisi jumlah rumah terdampak.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun frekuensinya tidak terlalu tinggi, banjir yang terjadi dapat memengaruhi kawasan permukiman dalam jumlah besar.

5. Kabupaten Mojokerto

Kabupaten Mojokerto mencatat delapan kejadian banjir yang berdampak pada 2.732 rumah sepanjang tahun 2024.

Wilayah ini memiliki sejumlah kawasan yang berdekatan dengan daerah aliran sungai sehingga berpotensi mengalami banjir saat musim hujan.

Baca juga: Banjir dan Longsor di Tanah Datar, Kementerian PU Gerak Cepat

Calon pembeli rumah sebaiknya memperhatikan elevasi lahan serta infrastruktur pengendali banjir yang tersedia di sekitar lokasi hunian.

6. Kabupaten Bojonegoro

Kabupaten Bojonegoro mengalami enam kejadian banjir dengan jumlah rumah terendam mencapai 1.504 unit.

Daerah ini dikenal memiliki sejumlah kawasan yang dipengaruhi oleh fluktuasi debit sungai besar, terutama saat musim penghujan.

Karena itu, informasi mengenai peta rawan banjir setempat dapat menjadi referensi tambahan sebelum membeli rumah.

7. Kota Pasuruan

Kota Pasuruan mencatat enam kejadian banjir dengan 1.179 rumah terdampak.

Sebagai kawasan perkotaan yang terus berkembang, tantangan pengelolaan drainase dan tata ruang menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko banjir.

Baca juga: Bendungan Cijurey dan Cibeet Diklaim Tekan Kerugian Banjir Rp 16 Triliun

Bagi calon pembeli rumah, memilih kawasan yang memiliki sistem drainase baik dapat membantu meminimalkan risiko genangan di masa mendatang.

Daerah Lain yang Perlu Diperhatikan

Selain tujuh daerah di atas, Kabupaten Madiun juga mencatat enam kejadian banjir. Namun jumlah rumah yang terdampak relatif lebih sedikit, yakni 390 unit.

Meski demikian, frekuensi kejadian banjir tetap perlu menjadi perhatian saat mempertimbangkan lokasi hunian.

Perlu diingat bahwa tingginya jumlah kejadian banjir tidak berarti seluruh wilayah dalam satu kabupaten atau kota memiliki risiko yang sama.

Kerawanan banjir biasanya bersifat lokal dan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kondisi topografi, kedekatan dengan sungai, kualitas drainase, hingga tata guna lahan.

Karena itu, sebelum membeli rumah, calon pembeli sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga dan lokasi strategis.

Mengecek riwayat banjir, bertanya kepada warga sekitar, serta mempelajari kondisi lingkungan dapat membantu menghindari kerugian di kemudian hari.

Baca juga: Kenalan dengan Sabo, Dam yang Banyak Dibangun di Lereng Gunung

Tag:  #daerah #jawa #timur #yang #paling #sering #kena #banjir

KOMENTAR