Iran Murka Usai Serangan AS, Ancam Gempur dengan Rudal
Baliho tentang Selat Hormuz bertuliskan Selamanya di Tangan Iran dipasang di depan patung Arash Sang Pemanah di Lapangan Vanak, Teheran, saat difoto pada 25 Mei 2026.(AFP/ATTA KENARE)
17:18
3 Juni 2026

Iran Murka Usai Serangan AS, Ancam Gempur dengan Rudal

- Penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Mohse Rezaei memperingatkan, pihaknya akan melancarkan serangan rudal dan drone lebih lanjut jika Amerika Serikat memperbarui serangannya.

"Setiap tembakan yang dilepaskan dan setiap serangan akan dibalas dengan hujan rudal dan drone," tulis Mohsen Rezaei di X, dikutip dari AFP, Rabu (3/6/2026).

"Penyerang akan segera dihukum," tegasnya.

Peringatan itu muncul setelah AS menyerang sebuah kapal tanker Iran dan pulau Qeshm di Iran, yang memicu serangan balasan terhadap Kuwait dan Bahrain.

Baca juga: AS Tembakkan Rudal Hellfire ke Kapal yang Terobos Selat Hormuz, Tujuan ke Iran

Alasan Iran serang Kuwait dan Bahrain

Iran menuduh Kuwait dan Bahrain mengizinkan AS menggunakan wilayah mereka untuk melancarkan serangan.

"Kementerian luar negeri mengutuk penggunaan kolonialisme oleh AS atas wilayah dan infrastruktur negara-negara di kawasan ini untuk memajukan rencana agresifnya terhadap Iran," bunyi pernyataan Kemenlu Iran.

"Kami menekankan tanggung jawab langsung dan tak terbantahkan dari para pemimpin Kuwait dan Bahrain atas tindakan agresi tadi malam," lanjut bunyi pernyataan tersebut.

Akibat serangan balasan Iran, satu orang di Kuwait dilaporkan tewas dan beberapa warga mengalami luka-luka.

"Kuwait mengutuk serangan tersebut yang sekali lagi menargetkan infrastruktur vital dan sipil, termasuk Bandara Internasional Kuwait, menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, selain menyebabkan kerusakan pada infrastruktur vital termasuk misi diplomatik," kata Kemenlu Kuwait.

Baca juga: Drone-Rudal Iran Hantam Kuwait, Bandara Internasional Rusak Parah

AS serang kapal menuju Iran

Sebelumnya, Pasukan Amerika Serikat menembakkan rudal ke sebuah kapal yang mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran dan melanggar blokade pada Selasa (2/6/2026). 

Washington kini telah menghentikan secara paksa enam kapal yang mereka klaim berupaya melanggar blokade.

"Kapal tanker minyak M/T Lexie berbendera Botswana yang tidak bermuatan, mengabaikan peringatan berulang kali selama periode 24 jam," kata Komando Pusat militer AS (Centcom) dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Rabu (3/6/2026). 

"Sebuah pesawat tempur Amerika akhirnya melumpuhkan kapal tersebut dengan menembakkan rudal Hellfire ke ruang mesin kapal," sambungnya.

Baca juga: Setelah Perang, Bisakah Iran Berdamai dengan Negara-Negara Teluk?

Pernyataan tersebut tidak menyebutkan apakah serangan itu menyebabkan korban jiwa di atas kapal Lexie. 

Ini menambah daftar panjang kapal terkait Iran yang diserang atau dihentikan oleh pasukan AS.

Pada Jumat (29/5/2026), militer AS juga menonaktifkan kapal kargo berbendera Gambia setelah gagal mematuhi peraturan.

Diketahui, AS mengumumkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah perundingan perdamaian di Pakistan gagal mencapai kesepakatan pada April.

Tag:  #iran #murka #usai #serangan #ancam #gempur #dengan #rudal

KOMENTAR