5 Kebiasaan Sehat untuk Menurunkan Risiko Demensia, Termasuk Memasak
Ilustrasi lansia berolahraga(Pexels)
21:05
3 Juni 2026

5 Kebiasaan Sehat untuk Menurunkan Risiko Demensia, Termasuk Memasak

- Fungsi kognitif berkaitan erat dengan penyakit demensia, penyakit yang menyebabkan penurunan kemampuan berpikir, mengingat, mengambil keputusan, maupun menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Menjalani kebiasaan hidup yang sehat menurut ahli bisa membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif juga menurunkan risiko demensia.

5 Kebiasaan Sehat untuk Jaga Fungsi Kognitif dan Cegah Demensia

1. Rutin berolahraga

Ilustrasi lari.Freepik/pressfoto Ilustrasi lari.Aktivitas fisik menjadi salah satu kebiasaan yang paling konsisten dikaitkan dengan kesehatan otak.

Dikutip dari Time, studi yang dipublikasikan di JAMA menemukan bahwa peserta yang mengikuti program perubahan gaya hidup terstruktur, seperti berolahraga secara rutin, menunjukkan adanya peningkatan fungsi kognitif yang lebih baik dibandingkan kelompok lain.

Baca juga: 7 Tanda Awal Demensia Menurut Psikiater, dari Gangguan Memori hingga Sulit Fokus

“Karena ketatnya pelaksanaan uji klinis ini, besarnya jumlah peserta, dan kehati-hatian kami dalam menerapkan intervensi, kini akhirnya kami memiliki bukti ilmiah bahwa perilaku sehat memang berdampak,” papar profesor gerontologi dan geriatrik di Wake Forest University School of Medicine, Laura Baker.

Sementara itu, dilansir dari Everyday Health orang yang aktif bergerak memiliki risiko demensia sekitar 25% lebih rendah daripada mereka yang kurang aktif bergerak.

2. Kurangi waktu duduk terlalu lama

IlustrasiMAGNIFIC IlustrasiTidak cukup hanya berolahraga beberapa kali seminggu, para ahli pun mengingatkan pentingnya mengurangi kebiasaan duduk dalam waktu yang lama.

Baca juga: Waspada, 4 Gangguan Tidur Ini Bisa Jadi Tanda Awal Demensia

Dilansir dari Everyday Health, analisis yang melibatkan jutaan orang dewasa menunjukkan bahwa duduk lebih dari delapan jam per hari berkaitan dengan peningkatan risiko demensia sebesar 27%.

“Lamanya seseorang duduk ternyata secara independen berkaitan dengan risiko demensia,” ujar Profesor epidemiologi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Amal Wanigatunga.

Oleh karena itu, ketika sudah menghabiskan cukup lama duduk, disarankan untuk berdiri sejenak, berjalan kaki singkat, atau melakukan peregangan.

Baca juga: Pelupa Tak Selalu Tanda Demensia, Kenali Gejalanya

3. Tidur cukup dan teratur

Tanggal 13 Maret memperingati Hari Tidur Sedunia.pexels.com/Andrea Piacquadio Tanggal 13 Maret memperingati Hari Tidur Sedunia.Menurut Everyday Health, tidur kurang dari tujuh jam maupun lebih dari delapan jam per malam sama-sama dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia.

Para peneliti menemukan kalau tidur terlalu singkat memiliki kaitan dengan meningkatnya risiko demensia sekitar 18%. Lalu, tidur terlalu lama berkaitan dengan peningkatan risiko demensia sekitar 28%.

Profesor psikiatri dan neurologi di Yale Medicine, Arman Fesharaki-Zadeh, menjelaskan bahwa saat tidur, otak melakukan proses pembersihan berbagai zat sisa yang menumpuk sepanjang hari.

“Ketika durasi tidur terus-menerus terlalu pendek, sistem pembersihan tersebut tidak dapat bekerja secara optimal,” jelas Arman dilansir dari Everyday Health.

Baca juga: Pelupa Tak Selalu Tanda Demensia, Kenali Gejalanya

Namun, meski durasi tidur memiliki kaitan terhadap risiko demensia, Penulis utama penelitian Akinkunle Oye-Somefun dan peneliti di York University, Kanada mengatakan bahwa pedoman ini tidak bisa serta-merta dijadikan sebagai satu-satunya tolak ukur. 

Akinkunle menganjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter jika mendapati diri tidur dengan durasi yang berlebihan. 

"Jika khawatir mungkin tidur terlalu banyak, konsultasikanlah dengan dokter Anda," katanya.

Baca juga: Mengigau Saat Mimpi Bisa Memprediksi Risiko Demensia di Masa Mendatang

4. Menjaga pola makan sehat

ilustrasi makanan sehatfreepik ilustrasi makanan sehatAhli saraf dan peneliti yang dikutip Everyday Health merekomendasikan pola makan yang kaya akan sayur-mayur, buah-buahan, biji-bijian, ikan, dan lemak sehat untuk mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang.

5. Memasak di rumah

Ilustrasi Masak Makanan Sehat Ilustrasi Masak Makanan SehatKebiasaan yang satu ini mungkin terdengar tidak biasa, tapi dilansir dari Women's Health, penelitian menemukan kalau memasak makanan dari nol setidaknya satu kali seminggu berkaitan dengan risiko demensia yang lebih rendah.

Studi yang diterbitkan di Journal of Epidemology & Community Health dan melibatkan hampir 11.000 lansia di Jepang menunjukkan bahwa mereka yang rutin memasak memiliki risiko demensia sekitar 30% lebih rendah daripada kelompok yang jarang memasak.

Baca juga: Rutin Mendengarkan Musik Bantu Kurangi Risiko Demensia pada Lansia

Penulis utama penelitian sekaligus profesor di Departemen Kesehatan Masyarakat di Institute of Science Tokyo, Yuka Tani, menjelaskan bahwa memasak melibatkan banyak aktivitas yang merangsang otak.

Proses memasak mulai dari merencanakan menu, berbelanja bahan, mengolah makanan, sampai menyajikannya untuk disantap, seluruh proses tersebut membuat otak tetap aktif dan terlatih.

“Hubungan yang kami amati kemungkinan mencerminkan berbagai faktor, termasuk pola makan yang lebih sehat serta keterlibatan kognitif dan fisik yang terjadi selama proses menyiapkan makanan,” ujarnya dilansir dari Women’s Health.

Tag:  #kebiasaan #sehat #untuk #menurunkan #risiko #demensia #termasuk #memasak

KOMENTAR