Maluku Utara Pasang Target Jadi Acuan Hilirisasi Nikel Berkelanjutan
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menegaskan komitmen daerahnya untuk mendorong hilirisasi nikel yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Sherly, industri hilirisasi telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku Utara dalam beberapa tahun terakhir.
"Tahun lalu ekonomi Maluku Utara tumbuh sekitar 34 persen secara tahunan, sementara pada kuartal pertama 2026 mencapai 19,64 persen, tertinggi di Indonesia. Sebagian besar dari industri hilirisasi khususnya di nikel. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa hilirisasi telah menciptakan nilai tambah yang nyata bagi daerah," kata Sherly, Rabu (3/6).
Ia mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat pengawasan lingkungan, transparansi, serta keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan industri agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.
"Lima puluh tahun dari sekarang, Maluku Utara tidak boleh hanya dikenal karena nikel yang diambil dari tanahnya, tetapi karena nilai yang berhasil kita tinggalkan bagi masyarakatnya," ujarnya.
Berdasarkan data U.S. Geological Survey (USGS), Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia pada 2026, mencapai 62 juta ton atau sekitar 44,3 persen dari total cadangan global. Sekitar 90 persen cadangan tersebut berada di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap keberlanjutan rantai pasok mineral kritis, Maluku Utara dinilai semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat hilirisasi nikel yang berupaya menyeimbangkan pertumbuhan industri dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.
Komitmen tersebut menjadi fokus dalam kegiatan North Maluku Sustainability Trip yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Komite Bilateral UK dan Irlandia bersama Kadin Indonesia dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).
Kegiatan ini mempertemukan berbagai organisasi internasional, pelaku industri, investor, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk meninjau langsung perkembangan ekosistem hilirisasi nikel di Maluku Utara sekaligus membahas penerapan standar keberlanjutan di sektor mineral.
Sejumlah organisasi yang hadir antara lain Nickel Institute, International Council on Mining and Metals (ICMM), Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), Global Battery Alliance, Glencore, GIZ, akademisi, serta berbagai asosiasi industri lainnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta mengunjungi area pertambangan PT Weda Bay Nickel (WBN) dan berbagai fasilitas di kawasan IWIP, mulai dari fasilitas pengolahan nikel, pengelolaan lingkungan, pusat riset dan pengembangan, hingga rantai nilai bahan baku baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dalam satu kawasan industri.
Perwakilan Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia sekaligus Direktur BYD Haka Auto Ahmad Fikri Susanto mengatakan investor dan pembeli global kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dalam rantai pasok mineral.
"Investor dan pembeli global kini ingin melihat lebih dari sekadar volume produksi. Mereka ingin memahami bagaimana rantai pasok dikelola, bagaimana lingkungan dijaga, dan bagaimana masyarakat turut merasakan manfaat pembangunan. Upaya membangun kepercayaan kini menjadi sama pentingnya dengan membangun kapasitas produksi itu sendiri," ujar Fikri.
Sementara itu, Presiden Direktur PT IWIP Kevin He mengatakan investasi yang berkembang di kawasan tersebut tidak hanya mendukung agenda industrialisasi Indonesia, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan rantai pasok kendaraan listrik dan transisi energi global.
"Namun kami juga menyadari bahwa pertumbuhan industri membawa tanggung jawab yang besar. Kemajuan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Ekspansi industri harus menciptakan peluang dan manfaat yang nyata bagi masyarakat lokal," kata Kevin.
Saat ini sekitar 85 persen tenaga kerja di kawasan IWIP berasal dari Maluku Utara. Keterlibatan tenaga kerja lokal tersebut disebut mencerminkan semakin besarnya peran masyarakat daerah dalam rantai nilai industri yang berkembang di wilayah itu.
Tag: #maluku #utara #pasang #target #jadi #acuan #hilirisasi #nikel #berkelanjutan