Bitcoin (BTC) Turun, Sejumlah Altcoin Melonjak hingga 228 Persen
- Aset kripto Bitcoin (BTC) merosot dari area 70.000 dollar AS ke 66.000 dollar AS hanya dalam beberapa hari, menyeret kapitalisasi pasar kripto global menyusut lebih dari 5 persen dalam sehari.
Volume perdagangan melonjak tajam, menandakan likuidasi posisi leverage yang masif di tengah memburuknya sentimen risiko global.
Namun demikian, di balik tekanan tersebut, sejumlah aset justru bergerak berlawanan arah.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Masuk Zona Rawan, Investor Tunggu Arah Baru
Ilustrasi aset kripto.
Sebagai contoh, altcoin seperti HYPE naik 19 persen, INJ menguat 19 persen, XLM melonjak 53 persen, H melesat 151 persen, dan LAB membukukan kenaikan 228 persen dalam sepekan terakhir.
Analis Reku Fahmi Almuttaqin menilai divergensi ini mencerminkan rotasi likuiditas, bukan kepanikan menyeluruh.
"Selera risiko investor tidak benar-benar hilang. Yang terjadi adalah rotasi ke aset-aset dengan narasi dan fundamental yang lebih spesifik. Ini pola yang sering mendahului fase ekspansi berikutnya," ujar Fahmi dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).
Tekanan dari dua arah, geopolitik dan inflasi
Lebih lanjut, Fahmi menjelaskan, ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah kembali mendorong harga minyak dunia, yang kini mulai merambat ke sektor-sektor di luar energi dan pangan.
Baca juga: Trump Media Lepas Bitcoin Rp 3,62 Triliun, Investor Khawatir Tekanan Jual
Data inflasi Consumer Price Index (CPI) dan Personal Consumption Expenditures (PCE) AS terbaru menunjukkan efek domino yang mulai meluas.
Kondisi tersebut mempersulit posisi The Fed dan meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga lanjutan.
Ilustrasi Wall Street, bursa saham AS New York Stock Exchange.
Meski demikian, kepercayaan investor di pasar saham AS masih terjaga.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,11 persen dan 1,49 persen dalam lima hari terakhir.
Baca juga: Investor Bitcoin (BTC) Ramai Jual Aset Saat Harga Mulai Pulih, Ada Apa?
"Mengindikasikan pasar belum sepenuhnya memasuki mode defensif," ungkap dia.
Institusi justru semakin agresif
Di balik koreksi harga kripto, Fahmi berujar transformasi infrastruktur keuangan digital justru berakselerasi.
DTCC, lembaga kliring tulang punggung Wall Street, mengumumkan rencana membawa saham, ETF, dan obligasi pemerintah AS ke jaringan blockchain publik mulai 2027.
SoFi meluncurkan stablecoin sendiri, sementara Cash App mengintegrasikan pembayaran berbasis USDC kepada puluhan juta pengguna.
Baca juga: Bitcoin Pizza Day 2026, Industri Kripto RI Kian Matang dan Teregulasi
Di sisi regulasi, CLARITY Act resmi masuk kalender Senat AS, yaitu sinyal kejelasan hukum yang selama ini ditunggu industri.
"Koreksi harga dan akselerasi adopsi institusional berjalan bersamaan. Jika dua siklus sebelumnya menjadi acuan, koreksi seperti ini justru sering menjadi titik masuk yang paling menguntungkan bagi investor," kata Fahmi.
SpaceX dan Anthropic: dua IPO jumbo pasar global
Di sisi lain, minggu ini, Anthropic yang merupakan perusahaan AI di balik Claude, mengajukan dokumen IPO secara rahasia.
Langkah tersebut menandai persiapan salah satu initial public offering (IPO) saham teknologi terbesar dalam sejarah modern.
Baca juga: Harga Bitcoin Bergerak Fluktuatif, Level 82.000 Dollar AS Jadi Penentu
Ilustrasi perusahaan AI Anthropic.
Langkah ini mempertegas, gelombang IPO perusahaan-perusahaan teknologi paling berpengaruh di dunia sedang benar-benar dimulai.
Lebih cepat dari Anthropic, satu nama terus memenuhi percakapan investor global, SpaceX.
Perusahaan antariksa milik Elon Musk dengan valuasi lebih dari 500 miliar dollar AS ini diisukan akan segera melakukan IPO pada waktu dekat.
Hal ini diekspektasi oleh investor global menjadi salah satu peristiwa pasar modal terbesar dalam sejarah.
Baca juga: Amanode Masuk Sandbox OJK, Siapkan Akses Likuiditas Berbasis Aset Kripto
Reku sebagai platform yang berkomitmen menghadirkan akses ke 800+ aset global bagi investor Indonesia, memantau hal ini dengan saksama.
Reku sudah melakukan proses KYC saham Amerika Serikat di Reku untuk menikmati listing SpaceX pertama kalinya di Indonesia.
Dengan biaya transaksi mulai dari 0,1 persen, salah satu yang paling kompetitif di antara platform investasi teregulasi Indonesia di bawah pengawasan OJK, JFX, dan KBI.
Tag: #bitcoin #turun #sejumlah #altcoin #melonjak #hingga #persen