Jangan Asal Pasang Saklar Lampu di Dalam Kamar Mandi, Ini Bahayanya
Ilustrasi saklar(Kompas.com/Aisyah Sekar)
09:09
3 Juni 2026

Jangan Asal Pasang Saklar Lampu di Dalam Kamar Mandi, Ini Bahayanya

- Saklar di dalam kamar mandi tak jarang ditemui di rumah-rumah Indonesia.

Salah satu alasannya adalah untuk memudahkan penggunanya. Bahkan ada alasan yang lebih unik, yakni untuk memitigasi tindakan "iseng" orang lain yang ingin mematikan lampu kamar mandi saat kita sedang menggunakannya.

Namun, memasang saklar memiliki risiko bahaya, seperti korsleting listrik hingga kebakaran. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus sebelum memasang saklar di dalam kamar mandi.

Hal ini diungkapkan oleh Dosen dan Peneliti Kelompok Keahlian Ketenagalistrikan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB), Kevin Marojahan Banjar Nahor saat dihubungi Kompas.com, Kamis (21/04/2026).

Baca juga: 9 Kesalahan Instalasi Listrik di Rumah yang Sering Dilakukan

Kevin menjelaskan, pemasangan saklar lampu di dalam kamar mandi masih banyak ditemukan karena dianggap lebih praktis.

Padahal, Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011 membagi kamar mandi ke dalam empat zona risiko, yaitu Zona 0 hingga Zona 3. Saklar dinding biasa hanya diperbolehkan dipasang di Zona 3.

"Idealnya, saklar lampu kamar mandi dipasang di luar pintu kamar mandi, sehingga sepenuhnya bebas dari paparan air, uap, dan kelembapan," ujarnya.

Ia menambahkan, jika saklar harus ditempatkan di dalam kamar mandi, maka perlu menggunakan saklar tarik atau saklar dengan perlindungan minimal IPX4 yang dipasang di zona aman.

Memasang stopkontak tanpa memerhatikan IP Rating

Kesalahan yang juga sering ditemukan adalah pemasangan stopkontak tanpa memperhatikan IP Rating atau tingkat perlindungan terhadap debu dan air.

"Banyak rumah masih menggunakan stopkontak indoor biasa di dapur, teras terbuka, taman, area cuci, hingga kamar mandi," kata Kevin.

Baca juga: Colliers dan Hijau Kenalkan Solusi Pendingin Tanpa Modal, Pangkas Tagihan Listrik

Padahal, lanjut dia, stopkontak jenis tersebut tidak dirancang untuk menghadapi percikan maupun rembesan air sehingga rentan mengalami korsleting.

Mengacu pada PUIL 2011, area yang rentan terkena air seperti dapur, ruang cuci, area dekat wastafel, dan teras berkanopi memerlukan stopkontak dengan perlindungan minimal IP44.

Sementara untuk kamar mandi diperlukan perlindungan minimal IPX4 serta pemasangan pada zona yang aman dari sumber air.

Memasang saklar lampu pada kabel netral, bukan kabel fasa

Kesalahan instalasi listrik yang juga sering dilakukan dan berpotensi membahayakan penghuni rumah adalah pemasangan saklar lampu pada kabel netral, bukan pada kabel fasa.

Menurut Kevin, kesalahan ini sering tidak disadari karena lampu tetap dapat menyala dan padam seperti biasa.

Baca juga: Bekasi Punya SPKLU Terbesar di Indonesia, Kapasitas Setara Listrik Industri

"Secara standar PUIL, saklar lampu wajib dipasang pada kabel fasa (bertegangan), bukan pada kabel netral. Tujuannya agar ketika saklar dimatikan, aliran listrik bertegangan benar-benar terputus sebelum mencapai fitting lampu," katanya.

Ia menjelaskan bahwa jika saklar dipasang pada kabel netral, fitting lampu tetap dialiri tegangan meski lampu dalam kondisi mati.

"Yang berbahaya, kesalahan ini menciptakan rasa aman palsu. Penghuni yakin sudah mematikan listrik ke lampu, padahal sumber tegangan masih aktif di fitting," ujar Kevin.

Untuk pengecekan sederhana, ia menyarankan pengguna mematikan saklar, melepas bohlam, lalu menempelkan tespen ke bagian logam fitting.

"Jika tespen menyala, berarti saklar terpasang pada jalur yang salah dan perlu diperbaiki oleh teknisi," katanya.

Tag:  #jangan #asal #pasang #saklar #lampu #dalam #kamar #mandi #bahayanya

KOMENTAR