Prudential Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 2,4 Triliun, Ditopang Hasil Investasi
Konferensi pers Prudential Indonesia Full Year Performance 2025, Rabu (3/6/2026)(KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI)
16:00
3 Juni 2026

Prudential Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 2,4 Triliun, Ditopang Hasil Investasi

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) membukukan laba bersih senilai Rp 2,4 triliun hingga akhir 2025.

Angka tersebut naik 44 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 1,7 triliun.

Laba setelah pajak tersebut ditopang oleh pendapatan premi senilai Rp 21,1 triliun per Desember 2025, angka itu naik 2 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kinerja 2025 mendorong jumlah aset Prudential Indonesia menjadi Rp 64,3 triliun.

Baca juga: Prudential Syariah Salurkan 14 Sapi Kurban untuk 2.000 Penerima Manfaat

Presiden Direktur Prudential Indonesia Tony Benitez menuturkan, kinerja bisnis perusahaan sepanjang 2025 didukung oleh fondasi keuangan yang kokoh, serta kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan dinamika industri.

"Kinerja ini didukung oleh fokus berkelanjutan Prudential Indonesia dalam menghadirkan solusi perlindungan dan layanan yang relevan melalui inovasi produk, penerapan teknologi, serta penguatan pengalaman Nasabah secara menyeluruh (end-to-end)," kata dia dalam konferensi pers Full Year Performance 2025, Rabu (3/6/2026)

Sedikit catatan, rasio solvabilitas (Risk Based Capital) Prudential Indonesia mencapai 466 persen, atau berada di atas ambang batas Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara itu, Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi mengungkapkan, peningkatan laba yang terbilang signifikan dipengaruhi oleh kinerja investasi yang kuat.

Perusahaan juga melakukan pendekatan yang disiplin dalam pengelolaan biaya.

"Selain itu, premi bruto (GWP) kami tumbuh 2 persen yang mencerminkan keinginan nasabah untuk tetap bersama kami," terang dia.

Selain itu, Adit bilang, tingkat polis surrender dan penarikan dana juga tengah berada dalam tren yang melandai.

"Semua faktor tersebut berkontribusi," ungkap dia.

Lalu, komposisi pendapatan premi Prudential Indonesia yang mencapai Rp 21,1 triliun terdiri atas 72 persen dari produk unitlink dan 28 persen dari produk tradisional.

Kemudian total klaim dan manfaat yang telah diberikan ke nasabah tercatat senilai Rp 16 triliun, meliputi lebih dari 1.000 kasus klaim per hari dengan total 372.528 kasus klaim.

Pada 2024, total klaim dan manfaat yang disalurkan adalah senilai Rp 18,2 triliun.

Sepanjang 2025, total klaim kesehatan tercatat senilai Rp 6,2 triliun, atau naik 3 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama senilai Rp 6,1 triliun.

Sedangkan klaim non kesehatan tercatat senilai Rp 9,8 triliun pada periode yang sama atau turun 19 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama 2024 Rp 12,1 triliun.

"Penurunan ini terutama disebabkan oleh lebih rendahnya klaim non-kesehatan, sementara klaim kesehatan terus meningkat,” tutup dia.

Terakhir, total aset investasi termasuk PAYDI sepanjang 2025 tercatat senilai Rp 54,5 triliun atau tumbuh 6 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 51,3 triliun.

Tag:  #prudential #indonesia #cetak #laba #bersih #triliun #ditopang #hasil #investasi

KOMENTAR