InJourney Airports Siap Layani Kepulangan 200.000 Jemaah Haji
Ilustrasi jemaah haji. Petugas haji bersiap menyambut kedatangan gelombang kedua jemaah haji Indonesia yang bakal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi pada Kamis (7/5/2026).(Kompas.com/Pythag Kurniati)
21:04
31 Mei 2026

InJourney Airports Siap Layani Kepulangan 200.000 Jemaah Haji

- PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menyatakan kesiapan untuk melayani kepulangan lebih dari 200 ribu jemaah haji melalui 14 bandara embarkasi dan debarkasi selama periode 1 Juni hingga 1 Juli 2026.

Pada fase pemulangan ini, InJourney Airports menitikberatkan perhatian pada kelancaran proses kedatangan jemaah, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, fasilitas pendukung, hingga koordinasi lintas instansi guna memastikan layanan berjalan cepat, tepat, dan terintegrasi tanpa hambatan.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, mengatakan pengalaman layanan yang mulus (seamless) di area bandara menjadi faktor krusial dalam mendukung kelancaran proses kepulangan jemaah haji ke Tanah Air.

Baca juga: Dam Haji Dibayar di Indonesia, Kementan Soroti Dampak ke Peternak

Ilustrasi jemaah haji. Jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dijadwalkan akan segera kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah rukun Islam kelima di Tanah Suci. Kepulangan perdana jemaah haji NTB 2026 ini akan dimulai pada Senin (1/6/2026).ANTARA/Citro Atmoko Ilustrasi jemaah haji. Jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dijadwalkan akan segera kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah rukun Islam kelima di Tanah Suci. Kepulangan perdana jemaah haji NTB 2026 ini akan dimulai pada Senin (1/6/2026).

Menurutnya, seluruh elemen operasional telah dipersiapkan agar proses kedatangan, pengambilan bagasi, pemeriksaan, hingga keberangkatan menuju daerah asal dapat berlangsung secara efektif dan nyaman.

“Kami sangat memahami bahwa jemaah haji telah melakukan perjalanan jauh, menjalani penerbangan sekitar 10 sampai 12 jam dari Tanah Suci ke Indonesia setelah menunaikan ibadah haji, sehingga sangat penting bagi bandara untuk memberikan proses kedatangan yang seamless,” kata Pahlevi, dalam keterangan resmi, Minggu (31/5/2026).

“Mulai penentuan slot time penerbangan, penggunaan taxiway, alokasi parkir pesawat, hingga pengantaran jemaah haji dengan bus dari bandara menuju asrama haji,” lanjut Pahlevi.

Adapun alur kedatangan jemaah haji disesuaikan dengan karakteristik masing-masing bandara dan telah melalui pembahasan bersama seluruh stakeholders mulai dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, InJourney Airports, maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, Karantina, Imigrasi, Bea dan Cukai.

Baca juga: Penerbangan Keberangkatan Haji 2026 Rampung, OTP Garuda Indonesia Capai Rekor Tertinggi dalam 5 Tahun

Di Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara tersibuk di Indonesia, kepulangan jemaah haji dilayani melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk kenyamanan jemaah dan tidak bercampur dengan penumpang pesawat reguler.

JEMAAH HAJI: Sejumlah jemaah haji tiba di Madinah, Arab Saudi, Jumat (24/4/2026). JEMAAH HAJI: Sejumlah jemaah haji tiba di Madinah, Arab Saudi, Jumat (24/4/2026).

Adapun, penjemputan jemaah haji yang tiba di seluruh bandara dapat dilakukan keluarga di asrama haji.

Lebih lanjut, Pahlevi memastikan 14 bandara yang akan menyambut kedatangan jemaah haji juga dilengkapi dengan fasilitas ramah lansia dan disabilitas.

“Jemaah haji lansia dan disabilitas menjadi prioritas layanan. Seluruh fasilitas umum di 14 bandara dipastikan siap, termasuk fasilitas prioritas ramah lansia dan disabilitas,” ujar dia.

Baca juga: DPR Tinjau Langsung Pelayanan Jamaah Haji, Fokus pada Layanan Kesehatan dan Makanan

“Staf bandara disiagakan di titik-titik pelayanan dan fasilitas untuk memberikan asistensi kepada seluruh jemaah haji termasuk jemaah haji lansia dan disabilitas,” tambah Pahlevi.

Dia mengatakan bahwa petugas khusus juga disiapkan untuk memberikan asistensi bagi jemaah haji lansia dan disabilitas, seperti misalnya bagi yang membutuhkan kursi roda selama berada di bandara.

Di bandara juga terdapat fasilitas kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada jemaah haji yang membutuhkan.

Adapun sebanyak 14 bandara akan menjadi bagian dari jaringan pelayanan haji nasional akan melayani fase pemulangan jemaah haji pada periode 1 Juni hingga 1 Juli 2026.

Baca juga: Garuda Siapkan Pemulangan Jemaah Haji, Lansia Jadi Prioritas

Bandara-bandara tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung kelancaran proses debarkasi dan distribusi jemaah ke daerah asal masing-masing.

Bandara yang melayani kepulangan jemaah haji meliputi Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta, Bandar Udara Internasional Juanda, Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo, Bandar Udara Internasional Kertajati, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor, dan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.

Selain itu, layanan pemulangan juga dilakukan melalui Bandar Udara Internasional Kualanamu, Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Bandar Udara Internasional SAMS Sepinggan, Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, serta Bandar Udara Internasional Minangkabau.

Ke-14 bandara tersebut menjadi pintu masuk utama bagi jemaah haji yang kembali dari Arab Saudi sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah masing-masing.

Tag:  #injourney #airports #siap #layani #kepulangan #200000 #jemaah #haji

KOMENTAR