Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Positif, Platform Trading Digital Bermunculan
Ilustrasi perdagangan berjangka komoditi.(FREEPIK/FREEPIK)
19:20
31 Mei 2026

Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Positif, Platform Trading Digital Bermunculan

- Transaksi perdagangan berjangka komoditi di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti, total nilai transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) mencapai Rp 33,214 triliun.

Data tersebut dicatat pada tahun 2024 lalu. Di tahun sebelumnya, total nilai transaksi PBK berada di angka Rp 25,679 triliun.

Baca juga: Ketidakpastian Global Meningkat, Perdagangan Berjangka Kian Dibutuhkan

Ilustrasi perdagangan berjangka komoditi.SHUTTERSTOCK/GROUND PICTURE Ilustrasi perdagangan berjangka komoditi.

Artinya ada kenaikan sebesar 29,34 persen jika data tahun 2023 dibandingkan dengan data tahun 2024.

Bagaimana dengan tahun 2025? Nilai nominal dari transaksi PBK selama tahun 2025 adalah sebesar Rp 48.867 triliun atau naik 49,8 persen secara tahunan (yoy) dengan jumlah volume transaksi sebesar 14,56 juta lot atau naik 12 persen yoy.

Tren positif terhadap instrumen derivatif seperti forex dan komoditas ini turut mendorong munculnya berbagai platform trading digital. Mereka berupaya menjawab kebutuhan investor akan layanan investasi di Tanah Air.

Satu di antaranya adalah platform keluaran PT Invetra Teknologi Berjangka bernama Invetra.

Baca juga: Sertifikat Elektronik Jadi Solusi Perkuat Keamanan Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi

Jufri Sinurat, Direktur PT Invetra Teknologi Berjangka menjelaskan pihaknya telah mengantongi lisensi lokal di bawah pengawasan Bappebti.

Platform pihaknya diklaim membawa kapabilitas trading berstandar global langsung ke tangan trader Indonesia di pasar forex, emas dan komoditas.

"Kehadiran kami mencerminkan tren pertumbuhan yang tengah berlangsung di sektor keuangan digital Indonesia. Kami melihat trader Indonesia semakin membutuhkan platform yang stabil dan responsif. Infrastruktur kami dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut, terutama dalam kondisi pasar yang bergerak cepat," ujar Jufri melalui keterangan tertulis, Jumat (29/5/2026).

Ilustrasi pajak ekonomi digital. SHUTTERSTOCK Ilustrasi pajak ekonomi digital.

Selain tren positif nilai transaksi PBK, lanjut Jufri, perkembangan ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai 360 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2030 mendatang.

Baca juga: KBI Catat Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi 5,5 Juta Lot, Perkuat Literasi

Proyeksi itu berdasarkan laporan e-Conomy SEA dari Google, Temasek dan Bain & Company.

Pasar forex

Jufri menambahkan, pihaknya akan fokus melayani trader aktif di pasar forex dan komoditas yang mengutamakan presisi, kecepatan dan antarmuka yang dirancang untuk bertahan di tengah intensitas trading harian.

"Kami melihat bahwa trader Indonesia berhak mendapatkan platform yang bergerak secepat ritme mereka. Kami bisa menjadi jawaban karena kami memberikan solusi untuk menghadirkan performa tinggi dan inovasi yang berpusat pada pengguna ke pasar lokal," ujarnya.

Trader nantinya dapat menjelajahi platform melalui website, Android, maupun iOS untuk mendapatkan pengalaman langsung dengan beragam instrumen trading unggulan, mencakup forex, logam, indeks dan komoditas.

Baca juga: Generasi Emas Jadi Fokus Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi

Seluruhnya dalam lingkungan trading yang mengacu pada standar regulasi dan praktik industri.

"Dengan menjadikan diversifikasi portofolio lebih mudah dan aman, kami menempatkan diri sebagai bagian dari perkembangan ekosistem trading digital Indonesia yang semakin matang," tutup Jufri. (Editor: Eko Priyono)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Tren Nilai Transaksi PBK Positif, Platform Trading Digital Bermunculan

Tag:  #transaksi #perdagangan #berjangka #komoditi #positif #platform #trading #digital #bermunculan

KOMENTAR