4 Negara ASEAN Perkuat Jalur Kereta Cepat Regional, Indonesia Tidak Bergabung
ilustrasi kereta cepat antar negara(Unplash)
09:21
13 Mei 2026

4 Negara ASEAN Perkuat Jalur Kereta Cepat Regional, Indonesia Tidak Bergabung

Asia Tenggara bersiap memasuki era baru transportasi modern lewat pengembangan jaringan kereta cepat lintas negara. Sejumlah negara yang turut berpartisipasi antara lain Malaysia, Thailand, Singapura, dan Vietnam.

Sayang sekali, dalam proyek ini, Indonesia tidak ikut terlibat. Sejumlah negara yang aktif memperluas proyek kereta cepat ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas regional, pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi.

Dilansir Kompas dari Travel and Tour World pada Rabu (13/5/2026), salah satu proyek yang paling disorot adalah jalur kereta cepat ini adalah kereta cepat China-Laos-Thailand yang nantinya akan menghubungkan Vientiane di Laos dengan Bangkok, Thailand.

Jalur ini diproyeksikan memangkas waktu perjalanan antarkota menjadi sekitar empat jam.

Baca juga: Jepang Kembangkan Ruang Shalat Portabel untuk Wisatawan Muslim

Baca juga: Pos Utama Pantai Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Non-Tunai

Rencana kereta cepat KL-SG-HSR 2026

Selain itu, Malaysia dan Thailand juga terus mendorong rencana pengembangan kereta cepat Kuala Lumpur-Bangkok.

Proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarnegara di kawasan Asia Tenggara sekaligus mempermudah mobilitas wisatawan dan pelaku bisnis.

Singapura juga disebut menjadi bagian penting dalam pengembangan jaringan transportasi regional.

Negara tersebut sebelumnya telah lama membahas proyek kereta cepat yang menghubungkan Kuala Lumpur dan Singapura sebagai bagian dari integrasi transportasi ASEAN.

Sementara itu, Vietnam mulai mempercepat pengembangan sistem kereta cepat nasional untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata domestik.

Negara ini bahkan menjadi tuan rumah forum HSR Asia 2026 yang membahas masa depan kereta cepat di kawasan Asia Pasifik.

Pengembangan jaringan kereta cepat lintas negara ini dinilai dapat pembeharuan baru di dunia transportasi bagi Asia Tenggara karena mampu mempercepat perjalanan, mengurangi kepadatan lalu lintas udara, hingga membuka peluang investasi baru di sektor transportasi dan pariwisata.

Baca juga: Kapal Wisata Ancol Dapat E-Pas Kecil, Apa Manfaatnya untuk Wisatawan?

Baca juga: Libur Long Weekend, Coba 5 Wisata Goa untuk Pemula di Indonesia Ini

Sistem kerja kereta cepat KL-SG-HSR 2026

Rencananya kereta cepat KL-SG-HSR nanti memiliki panjang sekitar 350 kilometer. Dengan rincian, 300 kilometer berada di sepanjang negara Malaysia dan 50 kilometers di Singapura.

Kereta ini akan beroperasi dengan kecepatan 300km/jam yang akan melewati dua negara yakni Kuala Lumpur dan Singapura hanya dengan Waktu 90 menit.

Dengan delapan stasiun yang ditempatkan secara strategis, HSR akan mendukung inisiatif Pengembangan Berorientasi Transit (TOD) di setiap stasiun.

Stasiun-stasiun tersebut akan berfungsi sebagai pusat kegiatan bisnis, perumahan, dan komersial yang mampu mendorong dampak ekonomi dari jaringan kereta api.

Jalur kereta api ini menggunakan European Train Control System (ETCS) untuk persinyalan untuk memastikan operasi yang aman dan lancar.

Layanan ekspres akan beroperasi setiap 30 menit, menjadikannya pilihan yang menarik bagi para komuter antara kedua negara tersebut.

Tag:  #negara #asean #perkuat #jalur #kereta #cepat #regional #indonesia #tidak #bergabung

KOMENTAR