Pemerintah Bagi Diskon Transportasi hingga Pangan saat Lebaran 2026, Capai Rp13 Triliun
Pemudik di Stasiun Tawang Semarang saat mudik Hari Raya Idul Fitri 2022(KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf)
17:07
6 Februari 2026

Pemerintah Bagi Diskon Transportasi hingga Pangan saat Lebaran 2026, Capai Rp13 Triliun

Pemerintah menyiapkan paket besar insentif jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa total anggaran untuk berbagai program diskon dan bantuan sosial pada musim Lebaran tahun ini mencapai sekitar Rp13 triliun.

Airlangga menjelaskan, berbagai insentif tersebut bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi lonjakan mobilitas selama masa mudik, yang diperkirakan kembali meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: KAI Diskon Tiket Kereta Lebaran 2026 hingga 20 Persen, Pembelian sampai 8 Februari

“Kisarannya Rp13 triliun,” ujar Airlangga di Jakarta, Kamis.

Diskon transportasi hingga bantuan pangan

Paket kebijakan Lebaran 2026 mencakup beragam fasilitas bagi masyarakat, antara lain:

  • Diskon tarif transportasi berbagai moda
  • Pemotongan tarif tol
  • Bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng Minyakita

Menurut Airlangga, skema dan besaran insentif tahun ini kemungkinan lebih besar dibanding periode sebelumnya.

Ilustrasi jalan tol Trans Jawa.Dok. Jasa Marga Ilustrasi jalan tol Trans Jawa.

Pemerintah juga menyiapkan tambahan insentif yang masih menunggu finalisasi dan akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Mungkin jumlahnya akan lebih banyak, lebih besar,” katanya.

Diskon saat Nataru lampaui target

Pemerintah mencontohkan efektivitas kebijakan serupa pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, di mana berbagai diskon transportasi berhasil mendorong mobilitas masyarakat dan menjaga aktivitas ekonomi nasional.

Berikut capaian beberapa moda transportasi saat Nataru:

1. Kereta api

  • Diskon: 30 persen untuk tiket kereta ekonomi komersial
  • Periode: 22 Desember 2025 – 10 Januari 2026
  • Jangkauan: 156 kereta reguler + 26 kereta tambahan
  • Target penumpang: 1,5 juta
  • Realisasi: 1,7 juta penumpang (112,6 persen)

Baca juga: Dampak Gempa Pacitan, 14 Perjalanan Kereta Api di Daop 4 Semarang Sempat Dihentikan

2. Angkutan laut (PELNI)

  • Diskon: 20 persen dari tarif dasar
  • Periode: 17 Desember 2025 – 10 Januari 2026
  • Jangkauan: 25 kapal penumpang
  • Target penumpang: 405 ribu
  • Realisasi: Lebih dari 406 ribu penumpang (100 persen)

3. Jasa penyeberangan (ASDP)

  • Diskon: hingga 100 persen jasa pelabuhan (setara 19 persen tarif terpadu rata-rata)
  • Pelabuhan: 16 pelabuhan, 8 lintasan
  • Realisasi penumpang: 206 ribu (90,9 persen target)
  • Realisasi kendaraan: 465 ribu (94,5 persen target)

4. Penerbangan

Insentif diberikan melalui:

  • PPN Ditanggung Pemerintah untuk tiket ekonomi
  • Diskon fuel surcharge
  • Pemotongan biaya jasa kebandarudaraan
  • Perpanjangan jam operasional bandara
  • Dampak: harga tiket pesawat turun 13–14 persen.
  • Realisasi penumpang: 3,7 juta atau 104,2 persen dari target 3,5 juta penumpang.

Dorong ekonomi, ringankan beban lebaran

Pemerintah menilai insentif sebesar Rp13 triliun ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus meringankan beban masyarakat yang biasanya meningkat selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Baca juga: Masih Banyak Sisa Tiket Kereta Api Libur Imlek 2026, Awas Kehabisan

Dengan rekam jejak keberhasilan insentif transportasi pada Nataru, pemerintah optimistis program serupa saat Lebaran 2026 akan memberi manfaat luas, terutama dalam:

  • meningkatkan kelancaran arus mudik dan balik,
  • menjaga daya beli masyarakat,
  • serta memicu perputaran ekonomi di berbagai daerah.

Kebijakan tambahan dipastikan masih akan menyusul, menandai komitmen pemerintah menghadirkan dukungan maksimal bagi masyarakat selama periode puncak tahunan tersebut.

Tag:  #pemerintah #bagi #diskon #transportasi #hingga #pangan #saat #lebaran #2026 #capai #rp13 #triliun

KOMENTAR