Percaya Diri Tanpa Tekanan! Hector Souto Tegaskan Tekanan di Final Ada pada Iran, Bukan Timnas Futsal Indonesia!
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto. (Dimas Ramadhan Wicaksana/JawaPos.com)
13:36
6 Februari 2026

Percaya Diri Tanpa Tekanan! Hector Souto Tegaskan Tekanan di Final Ada pada Iran, Bukan Timnas Futsal Indonesia!

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto menyatakan bahwa timnya menatap duel kontra Iran dengan penuh percaya diri dan tanpa merasakan tekanan jelang final Piala Asia Futsal 2026. Menurutnya, tekanan justru ada pada sang raja terakhir.

Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi Iran dalam final Piala Asia Futsal 2026. Laga pamungkas itu dijadwalkan bergulir di Indonesia Arena, Jakarta pada Sabtu (7/2).

Bagi Indonesia, ini merupakan kali pertama tampil dalam partai puncak Piala Asia. Garuda memang mencatatkan sejarah besar di edisi 2026 kali ini dengan menembus final, melebihi pencapaian sebelumnya pada 2022 yang hanya melaju sampai perempat final.

Status tuan rumah dan pertama kali ke final kerap bisa menjadi tekanan besar untuk Timnas Futsal Indonesia. Tapi nyatanya hal itu tak dirasakan oleh skuad Garuda. Hal itu dikatakan oleh Hector Souto sebagai pelatih tim.

"Pertama, tekanan ada di hal lain, bukan futsal. Futsal bukan tekanan. Futsal adalah kesenangan. Itu sangat berbeda. Kedua, bagaimana kita bisa merasakan tekanan jika ini pertama kalinya kita berada di final?" kata Souto dalam jumpa pers pralaga, Jumat (6/2).

Menurut Souto, tekanan dalam laga final nanti justru harusnya dirasakan oleh Iran. Sebab calon lawannya itu berstatus sebagai tim tersukses di Piala Asia Futsal.

Selain itu, kualitas dan level Iran juga disebut Souto sangat tinggi. Mayoritas pemainnya bermain di luar negeri dan ekosistem futsal di Iran sudah sangat bagus.

"Dan jika Iran memainkan 105 pertandingan di AFC (Piala Asia) dan hanya kalah 4 kali. Di mana tekanan kita? Bagaimana Anda bisa melihat tekanannya? Iran pasti merasakan tekanan. Iran lah yang harus memenangkan pertandingan," tutur Souto.

"Iran memiliki tradisi menjadi juara di AFC. Mereka memiliki kualitas, mereka memiliki banyak pemain yang bermain di luar negeri, mereka memiliki pemain-pemain kuat, ekosistem yang baik sejak awal," tambahnya

Berdasarkan catatan, Iran memang nyaris tanpa celah di Piala Asia Futsal. Sejak ajang itu pertama kali digelar 1999 hingga terakhir 2024, Iran selalu bisa naik podium.

Rinciannya 13 kali juara, dua kali sebagai runner-up, dan dua kali menempati peringkat ketiga. Kegagalan Iran menyabet gelar terjadi pada 2006 dan 2012 (peringkat ketiga) serta 2014 dan 2022 (runner-up).

"Dalam 17 edisi, mereka menang 13 kali. Mereka nyaris selalu mencapai final. Hanya pada tahun 2012 mereka kalah di semifinal melawan Thailand 5-4," terang dia.

Souto kemudian menyinggung salah satu kegagalan Iran jadi juara Piala Asia Futsal 2014. Saat itu Iran kalah dari Jepang, yang ditangani oleh pelatih Spanyol, Miguel Rodrigo, lewat adu penalti.

"Hal baiknya adalah Iran pernah kalah kali dari Miguel Rodrigo, yang berasal dari Spanyol. Dan saya tidak tahu apakah Anda tahu dari mana saya berasal," kata Souto yang juga berkewarganegaraan Spanyol.

Perasaan serupa juga dimiliki oleh salah satu pemain Timnas Futsal Indonesia, Wendy Brian Ick. Pemain asal Papua itu menyatakan tak merasakan tekanan apapun jelang lawan Iran. Sebab ini kali pertama bagi Garuda masuk final.

Para pemain Timnas Futsal Indonesia pun disebut Brian Ick, sangat termotivasi. Ia dan rekan-rekannya siap untuk memberikan penampilan maksimal lawan Iran.

"Untuk tekanan, saya rasa tidak ada karena ini kali pertama Indonesia masuk ke partai final. Dan saya rasa tidak ada tekanan sama sekali," ucap Brian Ick.

"Saya rasa tidak ada taktikal yang spesial. Itu cuman jalani apa yang Coach Hector perintahkan saja di ruang ganti dan saya akan jalani itu," imbuhnya.

Editor: Banu Adikara

Tag:  #percaya #diri #tanpa #tekanan #hector #souto #tegaskan #tekanan #final #pada #iran #bukan #timnas #futsal #indonesia

KOMENTAR