Pupuk Indonesia Perkuat Ekosistem Inovasi Pertanian dan Kemandirian Pangan Nasional
PT Pupuk Indonesia (Persero) memberikan penghargaan kepada para inovator dalam acara ''FertInnovation Challenge 2025'' di Jakarta. (Istimewa).
15:18
6 Februari 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Ekosistem Inovasi Pertanian dan Kemandirian Pangan Nasional

Sebanyak 1.620 inovator mulai dari kalangan mahasiswa, peneliti, profesional, hingga startup dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri meramaikan acara "FertInnovation Challenge 2025" yang digelar PT Pupuk Indonesia (Persero) di Jakarta.

Melalui konvensi inovasi ini, perusahaan BUMN sektor pupuk ini mendorong penguatan ekosistem inovasi pertanian dan kemandirian pangan nasional.

“FertInnovation Challenge bukan sekadar kompetisi inovasi, tetapi sebagai instrumen strategis perusahaan untuk membangun pipeline riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan sektor pertanian dan industri pupuk nasional," ujar Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan dalam Awarding Ceremony FertInnovation Challenge 2025 di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Ajang ini sejalan dengan komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” demikian disampaikan
Dalam penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2026 ini, Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI).

Ajang ini dirancang sebagai platform open innovation strategis untuk menyerap gagasan- gagasan transformatif dari inovator eksternal. Selain itu juga untuk menjawab tantangan keberlanjutan dan agenda besar kemandirian pangan Indonesia.

Tahun ini, FertInnovation Challenge mengusung tema “Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency”. Antusiasme tinggi tercermin dari partisipasi lintas disiplin dan lintas institusi yang berkontribusi dalam setiap kategori.

Adapun empat kategori strategis dalam ajang ini yaitu Precision Agriculture & Digital Farming, Climate Resilience & Sustainable Fertilizer, AI-Driven Agri Supply Chain, serta Process & Plant Engineering. Setiap karya inovasi yang masuk telah melalui proses seleksi bertahap, mulai dari screening administratif hingga final pitching.

"Keempat kategori ini dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi dari hulu hingga hilir mulai dari teknis budidaya tanaman presisi, sistem distribusi dan rantai pasok pupuk, keberlanjutan lingkungan, hingga keandalan proses dan fasilitas produksi," kata Jamsaton.

Para inovator ini mendapatkan hadiah hingga miliaran rupiah, dimana Best Innovation atau Juara 1 dari masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah Rp30 juta, kemudian Juara 2 dari setiap kategori menerima Rp20 juta, dan Juara 3 per kategori memperoleh Rp10 juta.

Selain apresiasi terhadap para pemenang, FertInnovation Challenge 2025 juga membuka peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan agar ide-ide terpilih dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri hingga Rp2 miliar.

Disampaikan Jamsaton, FertInnovation Challenge hadir sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan dunia industri, akademisi, peneliti, dan pemangku kebijakan dalam satu ekosistem inovasi yang terintegrasi. FertInnovation Challenge bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi yang kolaboratif, berkelanjutan dan berdampak.

"Kami percaya bahwa inovasi yang lahir dari FertInnovation akan berkontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, ketahanan sistem distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional," pungkas Jamsaton.

 

Editor: Mohamad Nur Asikin

Tag:  #pupuk #indonesia #perkuat #ekosistem #inovasi #pertanian #kemandirian #pangan #nasional

KOMENTAR