BCA Bagikan Tips agar Tidak Terjebak Phishing dan Scam
- Maraknya kasus penipuan digital atau scam mendorong PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) untuk terus mengingatkan nasabah agar lebih waspada dalam bertransaksi.
EVP Contact Center & Digital Service BCA, Adrianus Wagimin, menegaskan bahwa kunci utama agar tidak terjebak penipuan adalah menjaga fokus dan tidak terburu-buru.
Menurut Adrianus, banyak kasus penipuan terjadi ketika korban berada dalam kondisi sibuk, panik, atau pikirannya terpecah oleh berbagai aktivitas.
Baca juga: BCA Ungkap Modus Phishing Website Palsu KlikBCA Bisnis
Ilustrasi penipuan.
1. Putus panggilan saat tidak fokus
“Nomor satu, saran saya, ini termasuk buat kita semua, kalau lagi bengong atau sedang banyak aktivitas, sebaiknya diselesaikan dulu,” ujar Adrianus di ICE BSD, Jumat (6/2/2026).
“Kalau ada telepon masuk dan mengaku dari perusahaan atau bank tertentu, lebih baik dimatikan saja, tidak usah diladeni,” kata dia.
Ia menilai, memutus panggilan saat kondisi tidak fokus jauh lebih aman dibanding tetap melayani telepon yang berpotensi menjadi pintu masuk pelaku penipuan.
“Daripada kita lagi kalut, lagi banyak urusan, lalu konsentrasi terpecah karena telepon itu, justru di situ peluang pelaku untuk mengerjai kita,” jelasnya.
Baca juga: BCA Ingatkan Nasabah Waspadai Modus Phishing Lewat Website Palsu
2. Teliti saat baca pesan
Tips kedua, Adrianus mengimbau agar nasabah memiliki ketelitian dalam membaca pesan singkat, email, atau surat elektronik yang diterima. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak tergesa-gesa membuka tautan atau mengikuti instruksi yang tertera.
ilustrasi penipuan. Ketua Ombudsman RI (ORI) Mokhammad Najih mengingatkan bahwa tawaran kerja ke luar negeri melalui media sosial rawan menjerat pekerja migran menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Kalau dapat pesan atau SMS, harus teliti. Jangan buru-buru. Kadang alamatnya kelihatan benar, tapi ada satu huruf yang diselewengkan. Kalau dilihat sekilas memang mirip,” katanya.
Menurutnya, pelaku kerap memanfaatkan kemiripan tampilan untuk mengelabui korban. Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan.
“Intinya tenang dulu, fokus dulu. Hari ini, dari sekian banyak kasus, hal-hal seperti ini yang paling sering terjadi,” tambahnya.
Baca juga: Waspada Phishing, Ini Cara Jaga Keamanan Akun Keuangan Digital
3. Jangan ragu minta bantuan
Adrianus juga mendorong masyarakat untuk tidak ragu meminta bantuan ketika menemukan indikasi penipuan. Salah satunya dengan memanfaatkan Halo BCA.
“Kalau ada apa-apa, lebih baik minta bantuan. Pastikan punya Halo BCA App supaya bisa langsung chat dan tanya,” ujarnya.
Selain itu, ia menyarankan masyarakat untuk mencari referensi tambahan sebelum bertindak, baik melalui mesin pencari maupun sumber informasi lain.
“Bisa juga cek ke Google atau bahkan ke ChatGPT, ‘Ini apa sih?’ atau cari dulu informasinya. Dengan begitu masyarakat bisa terbantu dan tidak langsung terjebak,” katanya.
Baca juga: Jangan Tertipu! Ini 5 Tanda Pesan Phishing yang Perlu Diketahui
Berdasarkan data nasional dari Indonesia Anti-Scam Centre (IISC), sepanjang 2025 tercatat lebih dari 400 ribu laporan penipuan dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 9 triliun.
Namun, angka tersebut baru mencerminkan kasus yang dilaporkan secara resmi.