Investor Jepang Masih Nilai Indonesia Tujuan Strategis, Meski Investasi Turun
Indonesia–Japan Executive Dialogue 2.0 (Dok. PPIJ)
17:48
6 Februari 2026

Investor Jepang Masih Nilai Indonesia Tujuan Strategis, Meski Investasi Turun

– Dari perspektif investor Jepang, Indonesia masih dipandang sebagai tujuan investasi strategis di kawasan.

Laporan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Annual Survey 2024, dirilis Juli 2025, menempatkan Indonesia di peringkat keempat negara paling menjanjikan bagi pengembangan bisnis perusahaan Jepang dalam jangka menengah.

Penilaian tersebut ditopang kekuatan pasar domestik dengan hampir 280 juta penduduk, stabilitas pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur dan digitalisasi berkelanjutan, biaya produksi kompetitif, serta peluang transisi energi dan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Meski begitu, realisasi investasi Jepang di Indonesia pada 2024 tercatat 3,46 miliar dollar AS. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Rekor Baru, Jumlah Pekerja Asing di Jepang 2,57 Juta Orang pada 2025

Pemerintah memandang kondisi tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kualitas kemitraan. Fokus diarahkan pada kolaborasi yang lebih terarah, bernilai tambah, dan berorientasi jangka panjang.

Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang (PPIJ) sekaligus Ketua Liga Parlemen Indonesia–Jepang, Rachmat Gobel, menekankan peran tata kelola dan kepercayaan dalam kemitraan investasi.

“Menuju 100 tahun hubungan Indonesia–Jepang, tantangan kita bukan hanya menarik investasi, tetapi membangun arsitektur kepercayaan agar investasi dapat tumbuh, bertahan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara,” ujar Rachmat lewat keterangan resmi, Jumat (6/2/2026).

Menurut dia, kepercayaan tidak lahir dari insentif semata. Konsistensi dan tanggung jawab negara dalam mengelola kebijakan menjadi faktor penentu.

Rachmat juga menjelaskan peran PPIJ sebagai platform strategis dalam menjaga dan mengembangkan hubungan bilateral.

“Indonesia–Japan Executive Dialogue merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PPIJ untuk memperkuat kualitas kemitraan Indonesia–Jepang secara lebih strategis dan berorientasi jangka panjang,” ungkap dia.

Baca juga: Ekspor Pertanian Jepang 2025 Rp 176,8 Triliun, Rekor 13 Tahun Beruntun

Forum tersebut diposisikan sebagai ruang membangun kepercayaan, memperdalam kolaborasi, serta menyelaraskan kerja sama dengan agenda transformasi ekonomi nasional, agar kemitraan tetap relevan lintas generasi.

Sebagai dukungan sektor swasta terhadap Indonesia–Japan Executive Dialogue 2026, Gobel Group menegaskan komitmen memperkuat kemitraan Indonesia–Jepang yang telah terbangun selama puluhan tahun.

Dalam forum yang sama, Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti pentingnya kredibilitas kebijakan bagi investor jangka panjang, khususnya Jepang.

“Bagi investor jangka panjang, yang paling penting bukan hanya potensi pertumbuhan, tetapi kepastian bahwa sebuah negara dikelola secara disiplin dan konsisten,” ujar Purbaya.

Ia menyebut pemerintah menjaga stabilitas fiskal, kesinambungan kebijakan, serta keseimbangan antara pertumbuhan dan perlindungan sosial agar investasi berkelanjutan.

“Bukan hanya hari ini, tetapi juga 20–30 tahun ke depan,” kata dia.

“Prospek Indonesia ke depan sangat cerah, dan kami mengundang dukungan berkelanjutan dari para mitra untuk bersama-sama mendorong pembangunan dan transformasi ekonomi nasional,” tutup Purbaya.

Indonesia–Japan Executive Dialogue 2.0 sendiri menjadi forum kepemimpinan yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kebijakan strategis kedua negara. Dialog bilateral diarahkan tidak hanya pada arus investasi, tetapi pada fondasi kepercayaan dan arsitektur ekonomi yang menopang kemitraan jangka panjang.

Tag:  #investor #jepang #masih #nilai #indonesia #tujuan #strategis #meski #investasi #turun

KOMENTAR