Menkes Budi Gunadi Sebut 22 RS Rampung Maret-April 2026, Jawab Tantangan Prabowo Bangun 66 RS
-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan pembangunan 22 rumah sakit ditargetkan rampung pada Maret–April 2026.
Pembangunan itu untuk menjawab tantangan Presiden Prabowo Subianto pada Kemenkes untuk membangun 66 rumah sakit lengkap dan berkualitas,
Proyek ini menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win yang difokuskan pada pemerataan layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pembangunan puluhan rumah sakit tersebut merupakan langkah strategis dalam transformasi layanan rujukan nasional, agar masyarakat di seluruh daerah memiliki akses pelayanan kesehatan yang setara.
Dari target awal, 22 rumah sakit telah memasuki tahap groundbreaking pada periode Januari–Juni 2025.
“Bapak Presiden menargetkan 66 rumah sakit. Untuk tahap pertama, 22 rumah sakit sudah mulai dibangun. Hingga akhir Februari ini, 16 rumah sakit akan selesai, dan sisanya ditargetkan rampung pada Maret–April,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jakarta, Kamis (5/2).
Dia menambahkan, pemerintah juga telah mengantongi persetujuan anggaran untuk pembangunan tambahan 20 rumah sakit pada tahun 2026.
Dengan skema bertahap ini, seluruh target 66 rumah sakit diharapkan bisa direalisasikan sesuai komitmen Presiden.
“Ini adalah quick win. Kita ingin janji Presiden kepada masyarakat bisa diwujudkan cepat, dengan kualitas rumah sakit yang fasilitasnya setara dengan yang ada di kota besar,” tegas Menkes.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya membangun rumah sakit baru, tetapi juga meningkatkan kapasitas RSUD dari kelas D atau D Pratama menjadi kelas C.
Peningkatan dilakukan melalui penguatan infrastruktur, penyediaan alat kesehatan modern, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan.
Program Quick Win Peningkatan Kualitas Rumah Sakit ini difokuskan untuk mempercepat layanan rujukan terhadap empat penyakit katastropik utama, yaitu kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU).
Setiap kabupaten/kota ditargetkan memiliki RSUD dengan kemampuan layanan KJSU tingkat madya.
Pada periode 2025–2026, pembangunan dan peningkatan kualitas RSUD dilakukan di 66 lokasi yang dibagi ke dalam enam tahap pembangunan.
Dari target 22 RSUD pada tahun 2025, sebanyak 11 RSUD telah menyelesaikan tahap pembangunan, sementara 16 RSUD ditargetkan siap diresmikan pada pekan keempat Februari 2026.
Memasuki tahun 2026, Kemenkes akan melanjutkan program ini di 20 kabupaten/kota lainnya.
Sejumlah rumah sakit yang masuk dalam daftar antara lain RSUD Maba di Kabupaten Halmahera Timur, RSUD Bengkulu Tengah, RSUD Pongtiku di Toraja Utara, RSUD Tarempa di Kepulauan Anambas, serta RSUD di wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Maluku.
Selain pembangunan fisik, Kemenkes juga melengkapi rumah sakit dengan alat kesehatan berteknologi tinggi seperti CT Scan, cathlab, mammografi, dan USG.
Penguatan SDM turut menjadi fokus, termasuk pemenuhan tujuh spesialis dasar serta tambahan kompetensi di bidang jantung dan saraf.
“Kami berharap langkah ini mampu meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan rujukan secara signifikan, sekaligus memperkecil kesenjangan layanan kesehatan antarwilayah di Indonesia,” pungkas Azhar.
Tag: #menkes #budi #gunadi #sebut #rampung #maret #april #2026 #jawab #tantangan #prabowo #bangun