Prospek Permintaan Emas 2026: Geopolitik Diprediksi Jadi Motor Utama
Ilustrasi emas batangan.(PEXELS/JINGMING PAN)
09:20
6 Februari 2026

Prospek Permintaan Emas 2026: Geopolitik Diprediksi Jadi Motor Utama

- Permintaan emas global memasuki 2026 dengan fondasi yang sangat kuat setelah 2025 mencatatkan berbagai rekor baru.

Total permintaan emas pada 2025, termasuk transaksi langsung di luar bursa resmi (OTC), melampaui 5.000 ton untuk pertama kalinya, dengan nilai transaksi mencapai 555 miliar dollar AS atau naik 45 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sepanjang tahun 2025, harga emas mencetak 53 rekor tertinggi sepanjang masa, dengan harga rata-rata tahunan mencapai 3.431 dollar AS per troy ons atau naik 44 persen (yoy).

Baca juga: Di Tengah Tren Koreksi, Harga Emas Diprediksi Masih Bakal Tinggi

Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026) DOK. Pixabay/hamiltonleen. Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026)

Pada kuartal IV 2025 saja, total permintaan kuartalan mencapai 1.303 ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah untuk periode kuartal IV.

Kinerja tersebut didorong oleh arus masuk ETF emas sebesar 175 ton serta permintaan emas batangan dan koin sebesar 420 ton. Ini merupakan level tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

Memasuki 2026, laporan Tren Permintaan Emas Kuartal Keempat (Q4) dan Sepanjang Tahun 2025 yang dirilis World Gold Council (WGC) memproyeksikan dinamika geopolitik dan kondisi makroekonomi global akan kembali menjadi faktor utama yang membentuk arah permintaan emas.

Geopolitik dan ketidakpastian pasar keuangan

“Ketegangan geopolitik kemungkinan akan kembali menjadi kontributor utama bagi kinerja emas di tahun 2026, seiring terus meningkatnya permintaan bank sentral, arus masuk ETF emas yang kuat, serta permintaan emas batangan dan koin yang sehat," tulis WGC dalam laporannya.

Baca juga: Ray Dalio: Emas Tetap Aset Teraman di Tengah Ketidakpastian Global

Selain itu, sejumlah faktor makro juga diperkirakan menopang daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai.

Ilustrasi emas.  Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam MuliaDOK. Pexels/Michael Steinberg. Ilustrasi emas. Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia

“Ketidakpastian di pasar obligasi, ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan, dan tekanan terhadap nilai dollar AS diperkirakan menjadi faktor utama yang menopang berlanjutnya kekuatan emas di berbagai sektor investasi," kata WGC.

Laporan tersebut juga menyoroti, dalam dunia yang semakin terpolarisasi, kecil kemungkinan premi risiko geopolitik akan menyusut.

Emas diproyeksikan tetap menarik sebagai instrumen lindung nilai di segala kondisi (all-weather hedge), terutama dibandingkan aset pendapatan tetap.

Baca juga: Emas Tak Produktif? Ini Alasan Warren Buffett Pilih Perak

Kondisi jangka pendek hingga menengah dinilai masih mendukung permintaan emas yang solid, dengan beberapa indikator berikut.

  • Suku bunga riil menurun
  • Credit spread tetap dekat level terendah dalam sejarah
  • Valuasi saham yang sangat tinggi
  • Dollar AS masih tergolong mahal berdasarkan indikator REER
  • Risiko geopolitik tetap tinggi
  • Pembelian emas oleh bank sentral menjadi penopang tren pembelian

Model dalam laporan tersebut juga menunjukkan bahwa kekhawatiran kredit yang kembali muncul, penurunan suku bunga, atau kejutan inflasi yang signifikan dapat mendorong permintaan emas lebih cepat lagi.

Namun demikian, WGC mengingatkan bahwa dengan momentum harga yang sangat kuat saat ini, risiko terjadinya koreksi investasi akibat aksi ambil untung (profit-taking) tetap merupakan kemungkinan yang sangat nyata.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Turun, Apa Saja Pemicunya?

ETF emas: masih ada ruang tumbuh

Sektor ETF menjadi pendorong utama pertumbuhan permintaan investasi pada emas 2025. Kepemilikan ETF emas global melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 4.025 ton, dengan arus masuk tahunan mencapai 89 miliar dollar AS.

Ilustrasi emas batanganPIXABAY/OMAR HADAD Ilustrasi emas batangan

Lebih dari separuh peningkatan permintaan ETF global tahunan mengalir ke dana yang terdaftar di Amerika Utara, yakni sebesar 446 ton.

Asia mencatatkan kenaikan regional terbesar kedua sebesar 215 ton, sementara Eropa mencatat tambahan 131 ton.

Laporan menyebut bahwa meskipun kepemilikan ETF berada pada level rekor, analisis historis menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk tumbuh.

Baca juga: Ray Dalio: Dunia di Ambang Perang Modal, Emas Jadi Lindung Nilai Utama

Prospek investasi yang berkelanjutan dinilai tetap positif mengingat ketegangan geopolitik yang terus berlanjut dan kekhawatiran terkait arah suku bunga AS.

Khusus di India, langkah regulator yang mengizinkan Skema Pensiun Nasional untuk berinvestasi pada ETF emas dan perak dinilai berpotensi memicu aliran dana masuk yang lebih besar pada 2026.

Di China, perubahan regulasi yang mengizinkan perusahaan asuransi berpartisipasi dalam pasar emas disebut akan memberikan dukungan struktural jangka panjang, membuka jalan bagi alokasi institusional yang lebih besar.

Emas batangan dan koin: permintaan ritel tetap kuat

Permintaan emas batangan dan koin global pada 2025 mencapai 1.374 ton, naik 16 persen (yoy) dan menjadi level tertinggi sejak 2013. Nilainya mencapai rekor, yakni 154 miliar dollar AS.

Baca juga: Harga Emas dan Perak Menguat Usai Anjlok, Ini Penyebabnya

Dengan volume 420 ton pada kuartal IV 2025, periode tersebut menjadi kuartal terkuat dalam lebih dari 12 tahun.

Untuk 2026, WGC menyatakan, permintaan emas batangan dan koin kemungkinan akan tetap kuat seiring harga emas yang terus bertahan di level tertinggi dalam sejarah, dengan setiap penurunan harga kemungkinan besar dimanfaatkan sebagai peluang beli.

Di India, minat investasi menghasilkan permintaan lebih dari 90 ton dalam dua kuartal berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 2013. Nilai investasi tahunan mencapai rekor 32 miliar dollar AS.

Ilustrasi emas, emas batangan. Harga emas terus menunjukkan tren positif. Berapakah harga emas pada tahun 2030? Simak prediksi harga emas 2030 dalam rupiah menurut pakar.FREEPIK/RAWPIXEL.COM Ilustrasi emas, emas batangan. Harga emas terus menunjukkan tren positif. Berapakah harga emas pada tahun 2030? Simak prediksi harga emas 2030 dalam rupiah menurut pakar.

Di China, investasi emas batangan dan koin untuk pertama kalinya melampaui konsumsi perhiasan dalam seri data yang tersedia.

Baca juga: Preferensi Investasi Logam Mulia Warren Buffett: Perak, Bukan Emas

Laporan memperkirakan investasi emas di China akan tetap kuat pada 2026, mengingat lanskap geopolitik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

ASEAN juga menunjukkan dinamika serupa. Di Indonesia, permintaan meningkat dalam beberapa kuartal terakhir, didorong oleh ekonomi yang lesu, pelemahan mata uang domestik, serta pembelian aset lindung nilai.

Bank sentral: permintaan tetap solid

Pembelian bersih emas oleh bank sentral pada 2025 mencapai 863 ton, lebih rendah dibandingkan tiga tahun sebelumnya yang melampaui 1.000 ton, namun tetap jauh di atas rata-rata tahunan periode 2010–2021 sebesar 473 ton.

Pada kuartal IV 2025 saja, pembelian bersih mencapai 230 ton, naik 6 persen secara kuartalan.

Baca juga: Kian Diburu, JP Morgan Prediksi Harga Emas Dunia Sentuh 6.300 Dollar AS

Untuk tahun 2026, WGC menyatakan, permintaan bank sentral diperkirakan akan solid pada level yang mendekati tahun 2025.

Data COFER IMF menunjukkan bahwa kepemilikan emas global sebagai proporsi cadangan devisa kini mendekati level awal 1990-an, namun dengan kepemilikan yang lebih tersebar secara geografis.

Survei Emas Bank Sentral 2025 juga mencatat bahwa 95 persen responden memperkirakan cadangan emas resmi global akan meningkat dalam 12 bulan ke depan.

Sebanyak 43 persen bank sentral mengindikasikan rencana untuk menambah kepemilikan emas mereka sendiri.

Baca juga: Harga Emas dan Perak Hari Ini Anjlok, Aksi Jual Guncang Pasar Global

Ilustrasi emas.ANTARA FOTO/Khalis Surry Ilustrasi emas.

Perhiasan emas: nilai tetap sehat, volume diperkirakan lesu

Berbeda dengan sektor investasi, permintaan perhiasan pada 2025 mengalami penurunan volume 18 persen menjadi 1.542 ton, level terendah dalam lima tahun.

Namun nilai permintaan justru meningkat 18 persen menjadi rekor 172 miliar dollar AS.

Untuk 2026, WGC menyebut bahwa pengeluaran (nilai belanja) perhiasan diperkirakan tetap sehat selama tidak ada guncangan ekonomi, tetapi permintaan dalam ukuran tonase kemungkinan masih akan menunjukkan kelemahan serupa dengan tahun 2025.

Di China, kebijakan PPN baru diperkirakan akan terus memberikan tekanan pada permintaan perhiasan pada awal 2026, meskipun hambatan tersebut diproyeksikan memudar seiring waktu.

Baca juga: Harga Emas Dunia Anjlok Tajam, Apa Faktor Utamanya?

Di India, sentimen terhadap perhiasan emas disebut tetap sangat kuat, namun kenaikan harga membatasi jumlah emas yang dapat dibeli konsumen.

Pasokan dan daur ulang: respons tetap moderat

Total pasokan emas tahunan tumbuh 1 persen pada 2025 menjadi 5.002 ton. Produksi tambang naik tipis ke rekor baru 3.672 ton, sementara aktivitas daur ulang meningkat 3 persen menjadi 1.404 ton.

Meski harga emas dalam dollar AS naik 67 persen sepanjang tahun 2025, respons daur ulang dinilai relatif moderat.

Laporan WGC menyebut bahwa respons yang rendah tersebut kemungkinan disebabkan oleh tidak adanya tekanan ekonomi yang memaksa masyarakat menjual, serta ekspektasi kenaikan harga yang berlanjut.

Baca juga: Saat Harga Emas Guncang, Investor Ritel Memilih Tetap Tenang

Untuk 2026, pasokan tambang dan emas daur ulang kemungkinan akan mencapai level yang serupa dengan tahun lalu.

"Penambang terinsentif oleh margin yang tinggi, sementara daur ulang tetap stabil walau terkendala," kata WGC.

Dengan latar belakang rekor permintaan dan harga pada 2025, prospek 2026 menunjukkan bahwa sektor investasi, terutama ETF, emas batangan dan koin, serta pembelian bank sentra, akan tetap menjadi penopang utama pasar emas global.

Di sisi lain, permintaan perhiasan diperkirakan masih menghadapi tantangan dari harga yang tinggi, meskipun nilai belanja tetap relatif sehat.

Tag:  #prospek #permintaan #emas #2026 #geopolitik #diprediksi #jadi #motor #utama

KOMENTAR