Harga Perak Anjlok Tajam, Turun 35 Persen dari Rekor Tertinggi
Ilustrasi perak batangan. Harga perak kembali anjlok lebih dari 15 persen dan menyentuh level terendah dalam sebulan. Volatilitas harga perak diperkirakan masih tinggi akibat derasnya arus spekulasi.(sahabat.pegadaian.co.id)
11:00
6 Februari 2026

Harga Perak Anjlok Tajam, Turun 35 Persen dari Rekor Tertinggi

- Harga perak anjlok tajam pada Kamis (5/2/2026) waktu setempat atau Jumat (6/2/2026) pagi. Logam mulia perak menyentuh level terendah dalam satu bulan terakhir di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.

Dikutip dari Mining.com, harga perak di pasar spot turun lebih dari 15 persen ke kisaran 75 dollar AS per ons. Penurunan ini menghapus seluruh kenaikan dalam dua sesi perdagangan sebelumnya.

Aksi jual dimulai pada jam perdagangan Asia dan berlanjut hingga pembukaan pasar New York. Polanya mencerminkan kejatuhan tajam yang terjadi pada Jumat pekan lalu.

Baca juga: Mengapa Harga Emas dan Perak Tiba-Tiba Anjlok?

Reli Harga Perak 130 Persen dalam Setahun Terhenti

Dalam satu tahun terakhir, harga perak melonjak lebih dari 130 persen. Kenaikan ini didorong permintaan industri serta minat investor terhadap aset safe haven.

China mencatat lonjakan besar pembelian spekulatif yang mendorong harga naik secara parabolik sejak akhir 2025. Investor di berbagai negara juga meningkatkan kepemilikan logam mulia sepanjang Januari.

Namun, reli tersebut terhenti mendadak pada akhir pekan lalu setelah perak mencatat penurunan harian terburuk sepanjang sejarah. Tekanan jual berlanjut pada awal pekan ini dan harga bergerak sangat fluktuatif.

Saat ini, harga perak diperdagangkan sekitar 35 persen di bawah rekor tertinggi bulan lalu yang mencapai 121,64 dollar AS per ons.

Baca juga: Emas Tak Produktif? Ini Alasan Warren Buffett Pilih Perak

Spekulasi China Ganggu Harga Perak dan Pasar Logam Mulia

CEO Metals Daily Ross Norman menyebut spekulasi, khususnya di China, mengacaukan proses penemuan harga untuk bullion.

Ia menambahkan, volatilitas di pasar logam mulia kini menjadi berkelanjutan dan terlepas dari kondisi pasar riil beserta faktor pendorongnya.

Sementara itu, harga emas turut turun sekitar 3 persen ke level 4.800 dollar AS per ons. Logam mulia tersebut kini melemah 10 persen sejak kejatuhan pada Jumat lalu.

Volatilitas Harga Perak Diperkirakan Masih Tinggi

Secara historis, perak memang lebih volatil dibandingkan emas karena ukuran pasarnya lebih kecil. Analis memperkirakan gejolak tinggi di pasar perak masih akan bertahan, terutama akibat lonjakan arus dana spekulatif.

Analis Sucden Financial, Daria Efanova dan Viktoria Kuszak, menyatakan perak telah memasuki fase yang sangat dipengaruhi arus dana, dengan pergerakan harga didominasi oleh posisi spekulatif dan CTA dibandingkan fundamental fisik.

Baca juga: Bisa Jadi Safe Haven, Ini Alasan Investasi Perak Dinilai Menjanjikan dan Risikonya

Menurut mereka, meski terdapat keketatan struktural yang berlanjut, karakter perak yang memiliki beta tinggi dan keterkaitan kuat dengan faktor makro membuatnya rentan terhadap koreksi tajam pada harga tinggi.

“Volatilitas kemungkinan tetap tinggi. Potensi kenaikan bergantung pada arus dana baru, sementara risiko penurunan relatif terbatas namun tidak merata, karena perubahan posisi masih mendorong pergerakan harga yang berlebihan,” ujar mereka.

Strategis Bloomberg Mark Cranfield mengatakan pelaku pasar akan mencermati titik terendah pekan ini di atas 71 dollar AS per ons, meski level 70 dollar AS dinilai lebih signifikan.

“Logam mulia ini belum pernah berada di kisaran 60 dollar AS sejak Desember, dan jika kembali ke rentang tersebut, sentimen penghindaran risiko di berbagai aset akan semakin dalam,” katanya.

Tag:  #harga #perak #anjlok #tajam #turun #persen #dari #rekor #tertinggi

KOMENTAR