Tak Mau Industri Padat Karya Tenggelam, Pemerintah Siapkan 6 Miliar Dollar AS untuk Pendanaan
- Pemerintah menyiapkan dana sebesar 6 miliar dollar AS untuk mendukung kebangkitan industri padat karya, terutama sektor alas kaki, tekstil, garmen, dan furnitur yang selama ini disebut memasuki fase sunset.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat pembiayaan industri padat karya melalui skema co-investment atau co-financing.
Rencana ini telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto, namun untuk rincian implementasinya masih akan dibahas dengan pihak terkait.
"Pemerintah akan siapkan 6 billion dollar AS untuk co-invest atau co-financing. Nanti formulasinya kita akan bahas," ujarnya saat Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2026, Jakarta, Kamis (5/1/2026).
Baca juga: Sawah Terdampak Bencana di Sumatera Diperbaiki dengan Skema Padat Karya, Petani Dilibatkan
Menurut Airlangga, industri padat karya nasional memiliki potensi untuk menjadi pemain besar di dunia.
Terlebih kini pemerintah telah menjalin berbagai perjanjian perdagangan dengan organisasi-organisasi global.
Dengan berbagai perjanjian perdagangan lintas negara itu, kinerja ekspor industri padat karya berpotensi dapat ditingkatkan menjadi 10 kali lipat dalam 10 tahun mendatang.
Dia juga menepis anggapan industri tekstil, alas kaki, dan sebagainya sebagai sunset industry atau industri yang sudah melewati masa puncaknya. "Tidak ada sektor yang sunset. Kita lihat Nike, Adidas, Zara, dan segala macam industrinya tumbuh. Dan tolong nih teman-teman yang sektor ini, sepatu, tekstil, garmen, furnitur dijagain supaya tetap dikasih kredit," ucapnya.
Airlangga menambahkan, Indonesia memiliki keunggulan dibanding negara pesaing seperti Vietnam, China, maupun Thailand dari sisi biaya energi, tenaga kerja, listrik, hingga air.
Indonesia dinilai lebih kompetitif. "Jadi tidak ada alasan Indonesia tidak bisa mengembalikan kekuatan kita di sektor padat karya," kata Airlangga.
Dia mengungkapkan, Indonesia sebelumnya pernah menjadi pemain besar industri tekstil global.
Setidaknya Indonesia pernah menempati posisi kelima di global.
Namun, pergeseran investasi terjadi karena banyak kawasan industri berubah fungsi menjadi lahan untuk hunian dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. "Pengusahanya terganggu karena tempat pabriknya itu kalau jadi properti, nilainya bisa 10 kali lipat, jadi geser. Tapi kita harus reinvest lagi karena Indonesia dibutuhkan," tutur Airlangga.
Tag: #industri #padat #karya #tenggelam #pemerintah #siapkan #miliar #dollar #untuk #pendanaan