Keluarga di China Patungan Bangun Apartemen 15 Lantai demi Bisa Tinggal Bareng
Sebuah keluarga besar di Quanzhou, China, membangun gedung apartemen setinggi 15 lantai agar bisa tetap tinggal bersama dalam satu kompleks hunian.
Bangunan ini dihuni lebih dari 100 anggota keluarga lintas generasi yang masih memiliki hubungan darah.
Proyek tersebut terwujud setelah puluhan kepala keluarga sepakat mengumpulkan dana dan lahan demi konsep hidup komunal.
Baca juga: Kesal Bonus Akhir Tahun Dipotong, Karyawan Bunuh Bos di Apartemen
Dibangun dari dana patungan 20 keluarga
Dilansir Mothership, Jumat (6/2/2026), seorang anggota keluarga bermarga Zhu yang kini berusia 70 tahun mengatakan, pembangunan dimulai setelah 20 keluarga yang masih berkerabat sepakat menggabungkan sumber daya mereka.
Gedung itu dibangun sekitar 10 tahun lalu di Desa Zhuyuan, setelah keluarga tersebut mengalami keterbatasan ruang di rumah lama mereka.
Saat ini, model rumah keluarga multi-generasi setinggi itu disebut sudah tidak lagi diizinkan dibangun di China, sehingga bangunan tersebut menjadi yang paling besar di desa karena dibangun pada masa aturan masih memperbolehkannya.
Satu gedung, banyak fungsi
Berdiri di atas lahan seluas 400 meter persegi, bangunan tersebut kini dihuni empat generasi keluarga Zhu dengan jumlah anggota lebih dari 100 orang.
Namun pada hari biasa, sebagian besar generasi muda bekerja di kota lain sehingga yang tinggal hanya sekitar 30 orang lanjut usia dan anak-anak.
Dua lantai bawah tanah difungsikan sebagai tempat parkir kendaraan. Lantai dasar diubah menjadi ruang penyimpanan makanan sekaligus area bermain anak.
Sementara itu, lantai dua hingga lantai 12 diisi 22 unit apartemen hunian, dengan tiap lantai memiliki dua unit seluas sekitar 200 meter persegi.
Baca juga: Pria Misterius Mau Borong Apartemen Bekas Kebakaran Hong Kong Harga Murah, Sebut Berhantu
Untuk menjaga kenyamanan bersama, keluarga ini menerapkan nilai kebersamaan dan disiplin.
Biaya perawatan area umum hingga pemeliharaan lift ditanggung secara swadaya oleh para kerabat.
Rumah lama terlalu sempit
Ilustrasi Rumah dalam Gang
Zhu menjelaskan keputusan membangun kondominium ini lahir dari kondisi rumah lama yang sudah tidak memadai. Ia menggambarkannya sebagai kondisi yang “sangat sempit.”
Bahkan, menurutnya, cucu-cucunya dulu sampai harus “tengkurap di atas meja makan” untuk bisa mengerjakan pekerjaan rumah karena kekurangan ruang belajar.
Meski kini anggota keluarga tersebar di berbagai kota, gedung tersebut selalu kembali ramai saat momen penting seperti Tahun Baru Imlek.
Zhu menggambarkan suasana lorong yang dipenuhi koper para anggota keluarga yang pulang, serta aroma masakan rumahan yang menyebar di seluruh bangunan.
Ia percaya generasi muda akan selalu mengenang tempat itu secara istimewa.
Menurut Zhu, bangunan tersebut akan tersimpan dalam ingatan mereka sebagai “kastil masa kecil.”
Baca juga: Karyawan di Perusahaan Ini Bisa Dapat Apartemen Gratis jika Bertahan sampai 5 Tahun
Tag: #keluarga #china #patungan #bangun #apartemen #lantai #demi #bisa #tinggal #bareng