Dampak GERD pada Anak, Mulai dari Gangguan Makan hingga Tumbuh Kembang
– Gastroesophageal reflux disease (GERD) pada anak, terutama bayi, memang tergolong jarang.
Namun, jika kondisi ini benar-benar terjadi dan tidak ditangani dengan tepat, GERD dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi RS Premier Bintaro, Prof. Dr. Badriul Hegar, Sp.A(K), menjelaskan bahwa dampak utama GERD pada anak berkaitan erat dengan gangguan tumbuh kembang.
Baca juga: Bayi Sering Gumoh? Dokter Jelaskan Perbedaan Regurgitasi, GER, dan GERD
“Kalau pada anak kita bicara jangka panjang, yang pertama pasti terganggu adalah tumbuh kembang anak. Karena dengan refluks disease, esofagusnya rusak,” jelas dr. Hegar saat Media Gathering & Health Talk di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).
Gangguan Asupan dan Pertumbuhan
Kerusakan pada dinding kerongkongan akibat paparan asam lambung membuat anak merasa tidak nyaman atau nyeri saat menelan. Akibatnya, asupan makan dan minum dapat berkurang.
“Kalau esofagusnya rusak, intake-nya berkurang,” ujar dr. Hegar.
Dalam kondisi tertentu, iritasi yang terjadi juga bisa disertai perdarahan ringan. Jika berlangsung lama, hal ini berpotensi memengaruhi kondisi tubuh anak secara keseluruhan.
Maka dari itu, pada anak dengan GERD, gangguan berat badan dan pertumbuhan sering menjadi salah satu tanda yang perlu diwaspadai.
Baca juga: Bayi Sering Gumoh Tak Selalu Gejala GERD, Ini yang Perlu Diketahui
Dampak Jangka Panjang pada Kerongkongan
Selain berdampak pada asupan dan pertumbuhan, dr. Hegar mengingatkan bahwa paparan asam lambung yang terlalu sering dan terlalu lama dapat menyebabkan perubahan pada sel-sel kerongkongan.
“Asam yang terlalu lama dan berlebihan bisa merusak dinding esofagus. Itu bisa mengubah sel-sel esofagus,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada orang dewasa, perubahan sel kerongkongan akibat paparan asam kronis diketahui dapat meningkatkan risiko keganasan.
Meskipun pada anak kondisi tersebut masih jarang, hal ini tetap menjadi peringatan.
“Kalau pada orang dewasa dicurigai menjadi keganasan dan sebagainya. Meskipun pada anak masih kecil, ini menjadi warning saja. Asam yang terlalu lama, terlalu sering, merusak dinding esofagus,” kata dr. Hegar.
Baca juga: GERD Ramai Dibicarakan, Dokter Tegaskan Tak Sebabkan Kematian Mendadak
Pemeriksaan GERD Tidak Berdasarkan Satu Tes
Terkait diagnosis, dr. Hegar menegaskan bahwa tidak ada satu pemeriksaan tunggal yang dapat langsung memastikan GERD pada anak.
Penegakan diagnosis harus mempertimbangkan gabungan gejala klinis dan pemeriksaan penunjang tertentu.
“Tidak ada satu pemeriksaan yang bisa mengatakan, iya ini GERD. Semua harus digabungkan,” ujarnya.
Baca juga: Sering Tertukar, Begini Cara Membedakan GERD dan Serangan Jantung Menurut Dokter
Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain endoskopi untuk melihat apakah terdapat luka pada kerongkongan (esofagitis).
Selain itu, terdapat pemeriksaan pH monitoring dan multichannel intraluminal impedance (MII) untuk menilai paparan asam dan hubungannya dengan gejala, serta pemeriksaan barium untuk melihat adanya aliran balik atau kemungkinan kelainan anatomi.
Pemeriksaan lanjutan baru dipertimbangkan bila anak menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan, seperti muntah terus-menerus, berat badan tidak naik, perut tampak membesar, atau dicurigai adanya kelainan organ.
Baca juga: Mengapa GERD dan Maag Sering Kambuh Saat Puasa? Ini Kata Dokter
Orangtua Tidak Perlu Panik
Dr. Hegar menekankan, meski GERD pada anak atau bayi dapat menimbulkan dampak, kasusnya tetap minoritas.
Bahkan, berdasarkan penjelasan dr. Hegar, GERD hanya terjadi pada sekitar 3-8 persen bayi.
Oleh sebab itu, orangtua tidak perlu panik, tetapi tetap waspada terhadap tanda-tanda yang mengarah pada gangguan tumbuh kembang atau kondisi medis lain.
Dengan pemantauan yang tepat dan penanganan sesuai kebutuhan, sebagian besar bayi tetap dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Tag: #dampak #gerd #pada #anak #mulai #dari #gangguan #makan #hingga #tumbuh #kembang