Dorong Smart Diplomacy, OIC Youth Indonesia Siapkan Pemimpin Muda Global
OIC Youth Indonesia [Istimewa]
11:00
6 Februari 2026

Dorong Smart Diplomacy, OIC Youth Indonesia Siapkan Pemimpin Muda Global

Baca 10 detik
  • OIC Youth Indonesia menyediakan platform terbuka bagi pemuda Indonesia untuk berkontribusi aktif di tingkat nasional dan internasional.
  • Organisasi ini berfokus pada visi "Membina Pemimpin Muda Global melalui Smart Diplomacy" hingga tahun 2026.
  • Berbagai program konkret dijalankan, termasuk Model OIC, untuk meningkatkan kapasitas diplomasi pemuda dan pembangunan global.

OIC Youth Indonesia secara konsisten menyediakan platform terbuka sebagai wadah bagi para pemuda Indonesia untuk berperan aktif di tingkat nasional maupun internasional.

Ini bukan sekadar langkah simbolis, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kontribusi pemuda dalam diplomasi, pembangunan, dan penyediaan solusi global.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita. Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Melalui platform ini, OIC Youth Indonesia ingin membuka ruang partisipasi yang lebih luas agar generasi muda mampu menemukan peran dan kontribusinya masing-masing.

“Pemuda adalah masa depan bangsa, dan kami berharap melalui platform OIC Youth Indonesia, setiap pemuda Indonesia dapat menemukan perannya masing-masing untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan internasional,” ujar Astrid Nadya Rizqita dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com baru-baru ini.

Menurut Astrid, OIC Youth Indonesia saat ini berfokus pada tujuan besar bertajuk “Membina Pemimpin Muda Global melalui Smart Diplomacy”.

Visi tersebut menjadi landasan utama dalam merancang berbagai program strategis yang menyasar peningkatan kapasitas kepemimpinan dan pemahaman diplomasi pemuda.

“Visi kami di tahun 2026 adalah memperkuat peran pemuda Indonesia sebagai aktor diplomasi, pembangunan, dan penyedia solusi global, baik di tingkat nasional maupun internasional,” terangnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, OIC Youth Indonesia menjalankan sejumlah langkah konkret. Mulai dari pelatihan kepemimpinan dan diplomasi, pengembangan program gagasan kebijakan pemuda yang diikuti dengan aksi nyata, hingga simulasi akademik dan diplomatik Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Salah satu program unggulan adalah Model OIC yang menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai mekanisme kerja organisasi internasional.

Program Model OIC sendiri merupakan bagian dari Joint Youth Action Plan OKI dan telah disahkan secara resmi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga OKI serta Dewan Menteri Luar Negeri OKI.

Program ini diharapkan mampu membekali pemuda dengan pemahaman praktis terkait tata kelola organisasi internasional.

“Perlu dipahami bahwa kultur kerja di organisasi internasional, terutama organisasi antarpemerintah, sangat berbeda dengan organisasi di dalam negeri,” jelas Astrid.

Ia menambahkan bahwa terdapat aturan manajemen, standar profesional, serta etika kerja yang tidak selalu tertulis, namun sangat menentukan dinamika kerja sehari-hari.

Pendekatan komunikasi, proses pengambilan keputusan, hingga penyelesaian konflik juga memiliki sensitivitas tersendiri.

Lebih lanjut, OIC Youth Indonesia memfokuskan upaya pada penguatan forum dan dialog pemuda OKI melalui Model OIC dan berbagai Youth Forum.

Inisiatif ini dikaitkan secara sinergis dengan agenda Developing Eight (D-8) serta prioritas nasional Indonesia.

“Keketuaan Indonesia di Developing Eight adalah momentum strategis. OIC Youth Indonesia akan mendorong forum pemuda D-8, membangun jejaring kolaborasi lintas negara, serta melakukan advokasi agar suara pemuda terintegrasi dalam arsitektur kerja sama internasional,” ujar Astrid.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari sinkronisasi kapasitas dan inisiatif pemuda dengan proses pengambilan kebijakan lintas kementerian dan lembaga, keterbatasan sumber daya, keberlanjutan program, hingga penguatan kelembagaan.

Namun, Astrid optimistis tantangan tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi dan komitmen bersama.

Editor: Sumarni

Tag:  #dorong #smart #diplomacy #youth #indonesia #siapkan #pemimpin #muda #global

KOMENTAR