8 Mitos Seputar Sunscreen yang Sering Keliru dan Fakta Sebenarnya
- SPF tinggi bukan jaminan perlindungan maksimal, SPF 30–50 sudah cukup.
- SPF pada makeup tidak bisa menggantikan sunscreen utama.
- Sunscreen wajib digunakan setiap hari, di luar maupun dalam ruangan, untuk melindungi kulit dari UVA/UVB.
Sunscreen atau tabir surya adalah produk skincare penting yang melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet (UV) yang dapat memicu berbagai masalah kulit, termasuk penuaan.
Sayangnya, masih banyak mitos seputar penggunaan sunscreen yang membuat orang sering salah kaprah dan tidak memaksimalkan perlindungan kulit dengan penggunaan tabir surya.
Untuk itu, penting mengetahui fakta yang benar agar kulit tetap aman dan sehat. Melansir dari laman Wardah dan Kemenkes, berikut 8 mitos seputar sunscreen yang sering keliru dan fakta sebenarnya.
PerbesarIlustrasi sunscreen (Freepik)1. SPF Tinggi Paling Bagus untuk Kulit
Banyak yang berpikir, semakin tinggi angka SPF, semakin aman kulit dari sinar UV. Faktanya, SPF 30 sudah cukup melindungi hingga 97% dari paparan sinar UVB, SPF 50 sampai 98%, dan SPF 100 hanya 99%. Artinya, perbedaan perlindungan antara SPF tinggi dan sedang tidak signifikan.
2. SPF Saja Cukup untuk Melindungi Kulit
SPF memang melindungi kulit dari sinar UVB yang menyebabkan terbakar. Namun, sunscreen yang baik juga harus memiliki PA untuk melindungi kulit dari sinar UVA, yang menembus lebih dalam dan bisa memicu penuaan dini serta flek hitam. Jadi, SPF saja tidak cukup.
3. SPF pada Makeup Bisa Menggantikan Sunscreen
Foundation, skin tint, atau produk makeup lain yang mengandung SPF memang memberikan perlindungan tambahan.
Namun, jika diaplikasikan tipis, perlindungan tidak optimal. Sunscreen tetap diperlukan sebagai lapisan utama, sementara SPF pada makeup hanya sebagai pelengkap.
4. Perlindungan SPF dan PA Bertahan Seharian
Beberapa orang beranggapan, sekali pakai sunscreen di pagi hari cukup untuk seharian. Faktanya, kinerja SPF dan PA berkurang seiring paparan sinar matahari, keringat, atau berenang. Oleh karena itu, sunscreen sebaiknya dioles ulang setiap 2–3 jam untuk perlindungan maksimal.
5. Semua Sunscreen dengan PA Sama Efektifnya
PA menunjukkan perlindungan terhadap sinar UVA, tetapi tidak semua sunscreen sama efektifnya. Level PA terbagi menjadi PA+ (lemah), PA++ (sedang), PA+++ (tinggi), dan PA++++ (paling kuat). Pilih sunscreen dengan setidaknya PA+++ untuk perlindungan optimal.
6. Kulit Gelap Tidak Membutuhkan Sunscreen
Kulit gelap atau sawo matang bukan berarti aman dari paparan UV. Semua jenis kulit rentan terhadap penuaan dini dan flek hitam akibat sinar matahari. Sunscreen wajib digunakan apa pun warna kulitmu.
7. Sunscreen Penting Dipakai Hanya saat Panas
Radiasi UV tetap bisa menembus awan dan kaca, sehingga meski cuaca mendung atau saat berada di dalam ruangan, kulit tetap terpapar sinar UV. Sunscreen sebaiknya digunakan setiap hari, tidak hanya saat panas atau aktivitas outdoor.
8. Sunscreen Hanya Penting untuk Wajah
Selain wajah, area seperti leher, tangan, dan kulit yang sering terpapar sinar matahari juga membutuhkan sunscreen. Mengabaikan bagian ini bisa membuat kulit lebih cepat mengalami penuaan.
Tag: #mitos #seputar #sunscreen #yang #sering #keliru #fakta #sebenarnya