Outlook Moodys dari Stabil ke Negatif Jadi Sinyal Peringatan untuk RI
Ilustrasi ekonomi Indonesia.(SHUTTERSTOCK)
10:56
6 Februari 2026

Outlook Moodys dari Stabil ke Negatif Jadi Sinyal Peringatan untuk RI

— Penurunan outlook Moody’s dari stabil menjadi negatif dinilai menjadi sinyal risiko kebijakan ekonomi Indonesia, terutama terkait konsistensi fiskal dan prediktabilitas arah kebijakan pemerintah.

Sejumlah ekonom melihat langkah lembaga pemeringkat global itu sebagai peringatan agar komunikasi dan perumusan kebijakan diperbaiki demi menjaga kepercayaan investor.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, meski ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,11 persen pada 2025, risiko kebijakan dapat menjadi hambatan pertumbuhan pada 2026.

Baca juga: Airlangga Ungkap Alasan Moodys Pangkas Outlook Peringkat Utang RI Jadi Negatif

Menurut Bhima, ketidakpastian kebijakan berpotensi menekan persepsi investor terhadap stabilitas ekonomi. Ia menilai sejumlah kebijakan yang dikomunikasikan secara prematur telah memunculkan kekhawatiran pasar, terutama terkait arah pengelolaan fiskal.

Bhima mencontohkan wacana pelebaran defisit anggaran yang dinilai bisa memicu keraguan terhadap disiplin fiskal pemerintah. Ia menekankan bahwa perubahan batas defisit memiliki konsekuensi terhadap kepercayaan investor.

“Setiap ada wacana melakukan revisi UU Keuangan Negara 2003 dengan mengganti batas defisit 3 persen dari PDB, menimbulkan penolakan dari sisi investor,” jelasnya kepada Kompas.com pada Jumat (6/2/2026).

Baca juga: Moodys Pangkas Outlook Indonesia jadi Negatif, Pemerintah Upayakan Debottlenecking

Bhima menambahkan, peringatan dari Moody’s seharusnya menjadi momentum untuk melakukan pembenahan kebijakan.

Ia menilai berbagai catatan yang sebelumnya disampaikan ekonom kini diperkuat oleh penilaian lembaga pemeringkat.

“Jangan sampai rating Moody’s turun jadi Baa3, bisa naik tajam suku bunga utang dan beban berat ke rupiah,” tutur Bhima.

Baca juga: Harga Emas Dunia Menguat Usai Moodys Turunkan Peringkat Utang AS

Penilaian Moody’s dan dampaknya

Moody’s sebelumnya menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif, sementara peringkat kredit tetap berada di level Baa2.

Lembaga tersebut juga mempertahankan peringkat senior unsecured jangka panjang mata uang lokal dan asing di level Baa2, termasuk program medium term note senior secured mata uang asing serta program shelf senior unsecured.

Moody’s menjelaskan bahwa penurunan outlook dipicu oleh menurunnya prediktabilitas dan koherensi perumusan kebijakan. Kondisi itu disertai komunikasi kebijakan yang dinilai kurang efektif dalam setahun terakhir.

Menurut Moody’s, situasi tersebut berisiko melemahkan kredibilitas kebijakan di mata investor dan mencerminkan pelemahan tata kelola pemerintahan.

“Ini tercermin dalam peningkatan volatilitas pasar saham dan valuta asing,” tulis Moody’s.

Sorotan terhadap outlook Moody’s memperlihatkan bagaimana persepsi investor global terhadap kebijakan domestik dapat memengaruhi stabilitas ekonomi.

Para ekonom menilai peringatan ini menjadi pengingat penting agar konsistensi fiskal dan kualitas komunikasi kebijakan tetap dijaga demi menopang pertumbuhan ekonomi ke depan.

Tag:  #outlook #moodys #dari #stabil #negatif #jadi #sinyal #peringatan #untuk

KOMENTAR