IHSG Langsung Ambruk di Bawah 8.000 Setelah Moody's Turunkan Outlook Rating
IHSG terus menguat pada Desember 2025 dan diprediksi akan mencapai level psikologis baru 9000 di 2026. [Antarra]
11:01
6 Februari 2026

IHSG Langsung Ambruk di Bawah 8.000 Setelah Moody's Turunkan Outlook Rating

Baca 10 detik
  • IHSG pada Jumat pagi merosot signifikan 1,96 persen ke level 7.945 dipicu penurunan outlook rating Indonesia oleh Moody's.
  • Perdagangan saat itu menunjukkan dominasi pelemahan saham; 573 saham turun, sementara hanya 64 saham mengalami kenaikan.
  • Proyeksi akhir pekan memperkirakan IHSG bergerak terbatas, menantikan kejelasan kebijakan free float dan potensi permintaan MSCI.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lagi setelah penurunan outlook rating Moody's, IHSG Jumat pagi dibuka merosot 1,96 persen ke level 7.945

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih jatuh 2,23 persen ke level 7.923.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,46 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,27 triliun, serta frekuensi sebanyak 242.900 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 64 saham bergerak naik, sedangkan 573 saham mengalami penurunan, dan 321 saham tidak mengalami pergerakan.

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto] PerbesarLayar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, NZIA, LION, KJEN, SOHO, FITT, RELI, BUKK, PLAN, LUCY, BESS, IDEA.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, PIPA, FILM, SSTM, ARII, ARKO, RMKE, CARE, PADI, LEAD, ERTX, KOCI.

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksi bergerak melemah terbatas pada akhir pekan ini, seiring sikap pelaku pasar yang masih cenderung wait and see terhadap sejumlah sentimen global maupun domestik.

Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, tekanan dari pasar global masih cukup terasa setelah bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,20 persen ke level 48.908, diikuti S&P 500 yang melemah 1,23 persen ke 6.798, serta Nasdaq yang terkoreksi 1,59 persen ke level 22.540.

Dari dalam negeri, IHSG pada perdagangan terakhir kembali tertahan dan ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.103. Tekanan jual investor asing juga masih terlihat dengan catatan net foreign sell sebesar Rp355 miliar di pasar reguler.

BRI Danareksa Sekuritas menilai, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat solid dengan rilis GDP yang tumbuh 5,11 persen secara tahunan (year on year/YoY), sentimen positif tersebut belum mampu mengangkat pergerakan IHSG secara signifikan.

Pasar dinilai masih menanti kejelasan terkait pembaruan kebijakan free float serta potensi permintaan dari MSCI.

"Pergerakan IHSG masih cenderung terbatas karena pelaku pasar bersikap menunggu perkembangan terbaru terkait MSCI," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.

Untuk perdagangan di akhir pekan, IHSG diproyeksikan bergerak melemah terbatas dengan level support di kisaran 8.000–8.050 dan resistance pada rentang 8.150–8.210.

Tekanan tambahan datang dari keputusan Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia dari stable menjadi negative, meski peringkat kredit tetap dipertahankan di level Baa2 atau masih berada dalam kategori investment grade.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati rilis sejumlah data ekonomi domestik, seperti posisi cadangan devisa serta property price index, yang berpotensi menjadi sentimen tambahan bagi pergerakan pasar saham.

Dalam kondisi pasar yang masih volatil, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan (stock pick), yakni ASII, BRIS, dan TUGU, yang dinilai relatif menarik untuk dicermati oleh investor.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #ihsg #langsung #ambruk #bawah #8000 #setelah #moodys #turunkan #outlook #rating

KOMENTAR