Cerita Dokter Turun 27 Kg setelah Sadar Berat Badannya Naik Diam-diam
Seorang dokter di Amerika Serikat mengaku baru menyadari kondisi kesehatannya memburuk setelah melihat sebuah foto dirinya saat bersepeda di Colorado.
Momen itu menjadi titik balik yang membuatnya berhasil menurunkan berat badan hingga 27 kilogram atau sekitar 60 pounds dalam 15 bulan.
Melansir Men’s Health (26/5/2026), Stephen Sanders, dokter berusia 45 tahun asal Destin, Florida, mengatakan kenaikan berat badannya terjadi perlahan selama bertahun-tahun ketika ia sibuk menjalani profesi medis, mengurus keluarga, dan bekerja dalam jadwal panjang.
“Berat badan saya naik diam-diam sedikit demi sedikit,” kata Sanders.
Ia mengaku selama itu hidup dalam “mode bertahan hidup”. Makanan cepat saji dan praktis menjadi pilihan sehari-hari, sementara olahraga dan pola makan sehat bukan lagi prioritas.
Padahal, sebagai dokter, Sanders memahami risiko obesitas dan gangguan metabolik. Namun menurutnya, memahami teori dan menjalani kenyataan adalah dua hal berbeda.
Pada 2019, berat badannya mencapai sekitar 118 kilogram atau 261 pounds. Kondisi fisiknya ikut menurun. Energinya tidak stabil, mudah lelah di siang hari, dan sulit tidur pada malam hari.
“Secara mental saya juga merasa seperti berkabut, seperti hanya berfungsi 50 persen,” ujarnya.
Baca juga: Berat Badan Naik saat Menopause Ternyata Bisa Dicegah, Ini Pola Makan yang Disarankan
Foto saat bersepeda jadi titik balik
Sanders mengatakan titik terberat datang ketika seseorang memotret dirinya saat bersepeda di Colorado, salah satu aktivitas favoritnya. Ketika melihat foto tersebut, ia mengaku tidak mengenali dirinya sendiri.
“Saya benar-benar tidak mengenali diri saya dan itu mengguncang saya,” katanya.
Sebagai dokter yang setiap hari menangani pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung, Sanders merasa malu karena justru membiarkan dirinya berada di jalur yang sama.
Ia kemudian memutuskan untuk memperbaiki kesehatannya secara serius dan menjadikannya sebagai prioritas utama.
Baca juga: Bukan Cuma Lari, Ini Deretan Olahraga yang Efektif untuk Menurunkan Berat Badan
Fokus makan tinggi protein dan pola sederhana
Ilustrasi diet. Seorang dokter berhasil menurunkan 27 kilogram setelah sebuah foto dirinya saat bersepeda membuatnya sadar kondisi tubuhnya sudah jauh berubah.
Dalam proses dietnya, Sanders memilih pendekatan yang sederhana tetapi konsisten.
Ia menghentikan konsumsi makanan ultra-proses dan minuman berkalori, lalu menjalani intermittent fasting selama 18 jam setiap hari.
Menu makannya dibuat sesederhana mungkin agar mudah dijalani dalam jangka panjang.
Makan siangnya biasanya terdiri dari ayam panggang atau tuna dengan sayuran hijau dan minyak zaitun.
Sementara makan malam berisi protein tanpa lemak seperti salmon atau ayam dengan sayuran panggang. Camilannya hanya Greek yoghurt atau protein shake.
“Orang-orang biasanya mencari pola diet yang menarik. Tapi saya belajar bahwa pola yang membosankan namun konsisten selalu menang,” ujar Sanders.
Pada awal program, ia juga mencatat seluruh asupan kalori menggunakan aplikasi. Menurutnya, banyak orang tidak sadar berapa banyak makanan yang sebenarnya mereka konsumsi setiap hari.
Selain itu, ia menjaga asupan protein tinggi dengan patokan satu gram protein untuk setiap target berat badan yang ingin dicapai.
Baca juga: Cara Menurunkan Berat Badan Secara Alami Menurut Ahli, Mulai dari Jalan Kaki
Olahraga dijadwalkan seperti janji pasien
Sanders mengaku memulai olahraga dari tahap paling sederhana.
Latihan awalnya hanya berupa bodyweight training ringan dan berjalan di treadmill selama 15–20 menit.
Ia kemudian menjadwalkan olahraga layaknya janji penting dengan pasien agar tidak mudah dilewatkan.
“Saya berhenti mengatakan bahwa saya sedang mencoba hidup sehat. Saya mulai mengatakan bahwa saya adalah tipe orang yang memang berlatih dan tidak melewatkan olahraga,” katanya.
Latihan kekuatan kemudian menjadi rutinitas utamanya. Dari dua hingga tiga kali latihan per minggu, ia perlahan meningkat hingga enam sesi latihan pada puncak programnya.
Selain olahraga, Sanders juga mulai menjaga tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam dan berjalan minimal 8.000 langkah setiap hari.
Turun 27 kilogram dalam 15 bulan
Di tengah proses tersebut, Sanders juga menemukan kadar testosteronnya rendah setelah menjalani pemeriksaan laboratorium. Ia kemudian menjalani terapi pengganti testosteron.
Perubahan gaya hidup itu perlahan mulai menunjukkan hasil. Dalam dua hingga tiga minggu, ia merasa tubuhnya lebih baik. Setelah tiga bulan, orang-orang mulai menyadari perubahan fisiknya.
Secara total, Sanders berhasil menurunkan berat badan sekitar 27 kilogram dalam 15 bulan.
Kini, di usia 45 tahun, ia mengaku berada dalam kondisi terbaik sepanjang hidupnya.
“Saya menjadi ayah yang lebih baik, dokter yang lebih baik, dan pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Baca juga: Mandi Air Dingin Disebut Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini Penjelasannya
Tag: #cerita #dokter #turun #setelah #sadar #berat #badannya #naik #diam #diam