8 Tanda Rambut Harus Berhenti Dibleaching, Termasuk Mudah Patah
Ilustrasi bleaching rambut.(Dok. Freepik/Freepik)
09:05
6 Februari 2026

8 Tanda Rambut Harus Berhenti Dibleaching, Termasuk Mudah Patah

- Sebagian orang tergoda untuk memiliki rambut berwarna platinum, atau warna-warna tertenu, yang mengharuskan mereka untuk bleaching rambut.

Ketika hasilnya bagus, godaan untuk mengeksplorasi warna lain akan selalu muncul. Pada akhirnya, bleaching menjadi rutinitas yang tidak pernah dilewatkan.

Kendati demikian, terlalu sering melalui proses bleaching, bisa membuat rambut rusak dan kehilangan kilaunya.

Baca juga: 5 Cara Efektif Menghidrasi Rambut Rusak Akibat Bleaching

“Melakukan bleaching rambut secara berlebihan pasti akan menciptakan rambut yang rapuh, kering, dan mudah patah,” kata pendiri Luster Lengths, Zach Mesquit, dilansir dari Real Simple, Kamis (5/2/2026).

Jika kamu memaksakan warna pirang terlalu jauh, helai rambutmu mungkin sedang mengirimkan sinyal bahaya.

Triknya adalah mengetahui apa yang harus diperhatikan, sehingga kamu tahu kapan waktunya berhenti bleaching rambut dan memulai proses perbaikan.

Tanda-tanda harus berhenti bleaching rambut

1. Rambut terasa kasar seperti jerami

ilustrasi rambut yang sedang di bleachingVia ilustrasi rambut yang sedang di bleaching

Jika rambut yang dulunya selembut sutra tiba-tiba memiliki tekstur seperti spons mandi yang kering, inilah saatnya untuk melakukan perubahan.

Bleach bekerja dengan mengikis pigmen, sekaligus merusak kutikula. Padahal, kutikula adalah lapisan pelindung luar rambut yang mengunci kelembapan, serta memberikan kilau dan kehalusan.

“Rambut kering, rapuh, bertekstur, yang tampak kaku dan kusam, adalah tanda utama kerusakan akibat bleaching,” kata Mesquit.

Kondisi ini membuat rambut mudah kusut, terasa kasar saat disentuh, dan tidak mau rata meskipun sudah menggunakan banyak serum.

2. Helai rambut menjadi sangat mudah patah

Kerusakan struktural juga bisa terlihat jika rambut patah secara tiba-tiba di tengah batang, atau rontok dalam jumlah besar saat disisir perlahan.

Menurut Mesquit, ketika mencapai titik ini, rambut tidak lagi sekadar kering, tetapi sudah rusak secara struktural. Terus melakukan proses kimia hanya akan memperburuk keadaan.

3. Tekstur rambut menjadi lembek saat basah

Tanda kerusakan tingkat lanjut lainnya muncul saat rambut dalam kondisi basah.

“Tekstur yang lengket atau lembek saat basah adalah tanda kerusakan tingkat lanjut,” kata Mesquit.

Ia menuturkan, tekstur jenis ini berarti struktur internal rambutmu telah terganggu sampai ke titik ia mulai hancur.

Ketika bleach menembus kutikula dan masuk ke korteks rambut, ia mulai melarutkan protein yang memberi kekuatan dan bentuk pada rambut.

Tanpa struktur tersebut, helai rambut kehilangan elastisitas dan integritasnya, sehingga menjadi lembut, melar, dan tidak stabil.

Baca juga: Risiko Ketika Kita Memutuskan untuk Bleaching Rambut

4. Kilau alami rambut mulai menghilang

Ilustrasi bleaching rambutShutterstock Ilustrasi bleaching rambut

Selain tekstur, hilangnya kilau alami juga menjadi indikator kuat bahwa kamu harus berhenti bleaching rambut karena kutikula sudah rusak.

Kutikula terdiri dari sel-sel yang saling tumpang tindih, dan rata saat sehat. Mereka memberikan kilau dan tampilan halus pada rambut.

Ketika kutikula atau lapisan pelindung rusak, sel-sel tersebut terangkat atau lepas sepenuhnya, membuat permukaan rambut kasar dan tidak mampu memantulkan cahaya secara merata.

5. Proses penataan rambut memakan waktu lama

Jika rambut tidak lagi bisa mempertahankan ikalnya, terasa lepek sesaat setelah dikeringkan, atau terus mengembang dan kust meskipun sudah menggunakan produk penataan, kerusakan mungkin menjadi penyebabnya.

Lubang-lubang kecil pada batang rambut akibat proses kimia membuat kelembapan keluar terlalu cepat, dan produk tidak terserap secara merata.

Jadinya, rambut menjadi lepek, kusut, atau tidak mempan terhadap penataan yang menggunakan suhu panas.

Baca juga: Simak, Tips Warnai Rambut agar Lebih Terang Tanpa Bleaching

6. Warna rambut memudar dengan sangat cepat

Ilustrasi rambut rusakDok. Shutterstock/Anna Zheludkova Ilustrasi rambut rusak

Warna pirang cerah atau pastel memudar terlalu cepat? Ini bisa jadi karena ulah bleach yang sudah sangat merusak rambut.

Ketika helaian rambut terlalu banyak diproses, kutikula menjadi sangat berpori sehingga tidak mampu menahan pigmen.

Alhasil, cat rambut tidak memudar secara bertahap, tetapi berkemungkinan untuk langsung hilang setelah satu atau dua kali keramas.

Saking rusaknya karena bleaching, rambut sudah tidak mampu menahan molekul warna, tidak peduli seberapa hati-hati kamu mengaplikasikan cat rambut.

7. Kerontokan rambut yang tidak wajar

Rambut rontok saat keramas atau disisir adalah hal yang wajar, kecuali frekuensinya menjadi lebih sering. Misalnya, ada rambut rontok di bantal atau pakaian dalam jumlah yang mengkhawatirkan.

Baca juga: Erika Carlina Curhat soal Rambut Rusak akibat Smoothing dan Bleaching

Menurut Mesquit, ini biasanya terjadi setelah sesi bleaching yang berat. Helaian rambut yang melemah menjadi sangat rapuh, sehingga mudah patah di akar atau di bagian tengah batang rambut.

8. Kondisi rambut sudah mencapai batas maksimal

Terakhir, jika kamu merasa warna rambut tidak lagi bisa terangkat secara maksimal atau hasilnya tampak tidak merata, itu adalah sinyal jelas bahwa rambut telah mencapai batas kemampuannya.

Tag:  #tanda #rambut #harus #berhenti #dibleaching #termasuk #mudah #patah

KOMENTAR