Sumur Lama Berbuah Manis, PEP Sangasanga Field Produksi Hingga 520 Barel per Hari
PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field mencatat capaian positif dari kegiatan uji produksi sumur pengembangan NKL-1183 yang berlokasi di wilayah Kutai Lama, Kecamatan Anggana. (dok. Pertamina)
17:54
6 Februari 2026

Sumur Lama Berbuah Manis, PEP Sangasanga Field Produksi Hingga 520 Barel per Hari

- PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field mencatat capaian positif dari kegiatan uji produksi sumur pengembangan NKL-1183 yang berlokasi di wilayah Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Sumur ini mampu menghasilkan minyak dengan laju alir hingga 520 barel per hari (bph), serta menunjukkan performa produksi yang stabil di atas 400 bph hingga saat ini. Kegiatan pengeboran Sumur NKL-1183 dilaksanakan sejak 14 Desember 2025 dan rampung pada 8 Januari 2026.

Proses pengeboran hingga tahap uji produksi berhasil diselesaikan secara efektif dalam waktu 26 hari. Dari sisi efisiensi, realisasi biaya pengeboran tercatat sekitar 76 persen dari total anggaran yang telah direncanakan.

Hal ini mencerminkan optimalisasi biaya sekaligus penerapan standar keselamatan dan mutu kerja yang baik. Penentuan metode penyelesaian awal sumur atau 1st pass completion dilakukan berdasarkan evaluasi teknis menyeluruh dan korelasi data antar sumur.

Pendekatan ini memungkinkan pelaksanaan uji produksi berjalan optimal dan menghasilkan performa yang memuaskan.

Senior Manager Subsurface Development & Planning Zona 9, Supriady, menjelaskan bahwa keberhasilan penentuan zona reservoir didukung oleh integrasi data statik dan dinamik dalam proses pemodelan bawah permukaan di lapangan NKL.

“Pemetaan ulang lapisan-lapisan resevoir minyak dengan mengintegrasikan data statik dan dinamik menjadi kunci keberhasilan dalam menentukan area reservoir yang belum terkuras sehingga menjadi dasar penentuan lokasi pengusulan titik-titik sumur pengeboran selanjutnya,” jelasnya.

Sumur NKL-1183 menargetkan lapisan batu pasir B08 yang berada pada kedalaman sekitar 650–670 meter measured depth (mMD).

Lapisan tersebut sebelumnya telah diidentifikasi memiliki potensi hidrokarbon yang prospektif.

Supriady juga mengungkapkan bahwa penerapan pendekatan baru dengan menyasar reservoir yang telah lama ditinggalkan akibat produksi kumulatif yang tinggi, justru menunjukkan peluang keberhasilan yang signifikan.

“Sumur ini dibor secara directional, menggunakan rig PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dengan kekuatan 700 horse power, hingga kedalaman akhir 1.545 meter,” imbuhnya.

Keberhasilan pengeboran dan uji produksi sumur NKL-1183 ini dinilai membuka peluang lanjutan bagi pengembangan sumur-sumur baru di Lapangan North Kutai Lama (NKL).

Tahap operasional berikutnya difokuskan pada kelanjutan uji produksi serta pengaliran sumur pada laju optimal guna menjaga kualitas reservoir dan memastikan keberlanjutan performa produksi.

Sementara itu, Senior Field Manager Pertamina EP Sangasanga Field, Sigid Setiawan, menegaskan bahwa kegiatan pengembangan sumur dan uji produksi ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi dalam aktivitas eksploitasi migas.

“Kami meyakini investasi dalam pengeboran sumur-sumur baru diperlukan untuk menambah cadangan, meningkatkan recovery, menahan laju penurunan produksi, dan mempertahankan tingkat produksi sehingga dapat mendukung ketahanan energi nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sigid menekankan bahwa upaya perusahaan tidak hanya berfokus pada menahan penurunan alamiah produksi.

Namun juga mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan.

“Keberhasilan uji produksi sementara sumur NKL-1183 ini merupakan bagian dari upaya PEP Sangasanga Field dalam menemukan dan mengembangkan potensi reservoir baru di area existing guna mendukung keberlanjutan produksi dan ketahanan energi nasional,” pungkasnya.

 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #sumur #lama #berbuah #manis #sangasanga #field #produksi #hingga #barel #hari

KOMENTAR