IHSG Ditutup Tersungkur 2,08 Persen, 673 Saham Merosot
- IHSG ditutup melemah 2,08 persen ke level 7.935 pada 6 Februari 2026 akibat respons negatif pasar terhadap outlook utang Indonesia oleh Moody's.
- Rupiah juga melemah di pasar spot menjadi Rp 16.876 per dolar AS, sementara cadangan devisa Januari 2026 turun menjadi USD 154,6 miliar.
- Pertumbuhan indeks harga properti Indonesia pada Q4 2025 melambat menjadi 0,83 persen secara tahunan, menandai laju paling lambat sejak 2023.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir turun 2,08 persen ke level 7.935 pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026. Koreksi ini, seiring respons negatif pelaku pasar terhadap penurunan outlook peringkat utang Indonesia oleh Moody’s.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebutkan, pelemahan IHSG dipicu oleh keputusan Moody’s yang menurunkan outlook peringkat utang pemerintah Indonesia menjadi negatif, meskipun peringkat kredit tetap dipertahankan di level Baa2 atau masih berada dalam kategori investment grade.
Di sisi lain, S&P Global Ratings menyatakan volatilitas pasar saham belum mengubah pandangannya terhadap peringkat Indonesia yang masih ber-outlook stabil.
PerbesarIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur dan mayoritas investor memilih untuk melakukan aksi jual pada Kamis (29/1/2026). Foto Rina-Suara.comNamun, S&P juga mengingatkan bahwa pelemahan fiskal berpotensi menambah tekanan penurunan peringkat apabila tidak diimbangi dengan perbaikan di sektor lainnya.
Tekanan di pasar keuangan juga tercermin pada pergerakan nilai tukar Rupiah. Pada perdagangan Jumat, Rupiah ditutup melemah di level Rp 16.876 per dolar AS di pasar spot.
Dari sisi makroekonomi, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar USD 154,6 miliar pada Januari 2026, turun dari USD 156,5 miliar pada Desember 2025 yang merupakan posisi tertinggi dalam sembilan bulan terakhir.
Phintraco Sekuritas menilai penurunan cadangan devisa ini dipengaruhi oleh pembayaran utang valuta asing pemerintah serta langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh Bank Indonesia.
Sementara itu, indeks harga properti di Indonesia tumbuh 0,83 persen secara tahunan (YoY) pada kuartal IV 2025, relatif stabil dibandingkan pertumbuhan 0,84 persen YoY pada kuartal III 2025, dan menjadi laju pertumbuhan paling lambat sejak 2023.
Untuk perdagangan ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis sejumlah data domestik pada pekan depan, antara lain consumer confidence, penjualan ritel, serta data penjualan sepeda motor dan mobil, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar saham.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat IHSG ditutup di bawah level moving average (MA) 5, namun masih bertahan di atas MA200.
Selama IHSG masih bergerak di bawah level 8.000, indeks berpotensi kembali menguji level MA200 di kisaran 7.824. Jika level tersebut ditembus, IHSG diperkirakan berpotensi menguji area support 7.700–7.800.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 33,13 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 19,65 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,20 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 118 saham bergerak naik, sedangkan 673 saham mengalami penurunan, dan 167 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, INAI, ELPI, KJEN, NZIA, LION, GRPM, ARTA, FITT, SOHO, PLAN, MGLV.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, PADI, PIPA, ARKO, SSTM, COIN, FILM, SAFE, BMAS, CTTH, TRUE, TRON.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.