Harga Emas Turun Tajam, Waktu Beli atau Tunggu?
Tren kenaikan harga emas domestik terhenti pekan ini, memicu pertanyaan investor ritel soal waktu pembelian yang tepat.
Emas sempat menjadi primadona sepanjang tahun lalu setelah harganya melonjak lebih dari 50 persen. Koreksi yang terjadi belakangan membuat sebagian investor bersikap lebih hati-hati.
Perencana keuangan Melvin Mumpuni menilai, pembelian emas tetap dapat dilakukan dengan pendekatan bertahap.
"Jadi kalau teman-teman yang mau beli emas, cicil emas, maksudnya beli bertahap itu juga masih bisa dilakukan," kata Melvin ketika ditemui di Jakarta, Jumat (6/2/2025).
Baca juga: Ekspor RI Ke Swiss Naik 225 Persen, Dipicu Harga Emas Melejit
Ia melihat pelemahan harga emas saat ini masih berada dalam fase koreksi. Arah jangka menengah hingga panjang dinilai tetap positif.
"Dari price action masih possible (naik)," ujar dia.
Menurut Melvin, harga emas masih berpeluang menanjak hingga 5.000 dollar AS per troy ounce, meski tren kenaikan sempat patah pekan ini.
"Memang yang terjadi masih koreksi, trenn kemarin patah ya, tapi itu tidak menutup kemungkinan trennya berbalik lagi sampai ke akhir Desember 2026," ungkap dia.
Baca juga: Investasi Emas di China Alami Krisis, Berdampak ke Indonesia?
Pandangan soal investasi cepat kaya
Melvin juga menyoroti persepsi keliru sebagian anak muda yang memandang investasi sebagai jalan pintas menuju kekayaan.
"Saya agak sedih ya ketika sekarang anak muda itu diajarkan investasi itu adalah jalur untuk cepat kaya dengan standar harus punya mobil mewah," ujarnya.
Ia menekankan, investasi bekerja dalam jangka panjang dan membutuhkan waktu. Nilai investasi bertumbuh seiring proses penggandaan atau compounding effect.
"Artinya dalam jangka panjang, investasi atau uang itu akan menjadi lebih besar," kata Melvin.
Menurut dia, investasi seharusnya dipahami sebagai alat untuk membantu mencapai tujuan keuangan, bukan sarana mengejar hasil instan.
Harga emas domestik kembali melemah
Harga emas domestik pada Jumat (6/2/2026) kembali melemah. Penurunan terjadi pada berbagai merek emas batangan yang beredar di pasar.
Koreksi harga terlihat merata, baik pada emas produksi PT Aneka Tambang Tbk maupun merek lain yang dipasarkan melalui gerai fisik dan platform digital.
Data dari laman Logam Mulia menunjukkan, harga emas batangan Antam pecahan 1 gram berada di level Rp 2.856.000. Harga tersebut turun dari posisi Kamis (5/2/2026) di Rp 2.956.000.
Penurunan harga emas Antam tercatat Rp 100.000 dalam satu hari perdagangan.
Harga emas Hartadinata pada Jumat (6/2/2026) pukul 08.56 WIB berada di level Rp 2.773.000 per gram. Harga buyback tercatat Rp 2.575.000 per gram, mengacu laman resmi HRTA Gold.
Emas Pegadaian ikut turun
Harga emas Pegadaian juga melemah. Produk Galeri 24 dan UBS sama-sama mencatatkan penurunan di sejumlah ukuran.
Harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram berada di level Rp 2.974.000, turun Rp 10.000 dari sebelumnya Rp 2.984.000. Ukuran 0,5 gram dibanderol Rp 1.560.000, turun Rp 6.000 dari Rp 1.566.000.
Harga emas UBS ukuran 1 gram turun Rp 11.000 menjadi Rp 2.988.000. Ukuran 0,5 gram berada di level Rp 1.615.000, turun Rp 6.000 dari harga sebelumnya.
Proyeksi harga emas sepanjang 2026
Penurunan harga emas domestik terjadi di tengah proyeksi harga emas global yang masih tinggi sepanjang 2026.
Minat beli dari bank sentral dan pembeli individual dinilai tetap kuat. Kondisi geopolitik global turut menopang harga.
Indonesia's Head of Research DBS William Simadiputra memproyeksikan harga emas berada di kisaran 4.500 hingga 5.000 dollar AS per troy ounce.
"Jadi secara supply dan demand memang harganya sepertinya akan tetap tinggi," kata William ketika ditemui di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Ia menilai ketidakpastian geopolitik mendorong investor menjadikan emas sebagai aset alternatif.
"Saat ketidakpastian bisa dibilang menjadikan emas sebagai sarana untuk membeli aset alternatif," ujarnya.
Faktor lain berasal dari pelemahan indeks dollar AS. Kondisi tersebut mendorong peralihan minat ke emas sebagai lindung nilai.
Dalam skenario paling positif, William memproyeksikan harga emas menyentuh 5.500 dollar AS per troy ounce.
"Kalau kita mungkin di 5.000-an (dollar AS per troy ounce) istilahnya dengan maksimum 5.500," kata dia.
Ia memperkirakan harga rata-rata emas akan bertahan di level 5.000 dollar AS per troy ounce. Nilai tersebut diperkirakan setara sekitar Rp 3,6 juta per gram untuk emas batangan di Indonesia.
William menilai emas tetap menjadi bagian penting portofolio investasi di tengah isu geopolitik dan dedollarisasi.
"Di tengah ketidakpastian di geopolitik mungkin menurut saya sih bakal di 5.000 akan bertahan," tutup William.