Dukungan untuk Pejuang Kanker di Rumah Singgah
Kanker masih menjadi tantangan besar bagi banyak perempuan di Indonesia, dengan dampak yang jauh melampaui kondisi fisik.
Banyak pasien juga menghadapi tekanan mental dan beban finansial selama menjalani pengobatan, terutama mereka yang tinggal sementara di rumah singgah jauh dari keluarga.
Memperingati Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap tanggal 4 Februari, merek Kapas Selection, meluncurkan program CSR bertajuk "Beauty with Purpose: Support Cancer Fighter".
Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan nyata bagi pasien yang membutuhkan perawatan melalui Yayasan Kanker Indonesia (YKI). Kapas Selection mengajak pelanggan setia untuk berbagi kasih melalui pembelian produk tertentu di Official Marketplace Kapas Selection.
Baca juga: Tema Hari Kanker Sedunia 2026, “United by Unique” dan Pesan di Baliknya
Selain itu, Kapas Selection juga memberikan kontribusi nyata dalam bentuk dana tunai sebesar Rp 100.000.000,00 kepada Yayasan Kanker Indonesia untuk membantu operasional pasien di rumah singgah di bawah naungan YKI.
"Kami mengajak pelanggan setia Kapas Selection untuk berbagi kasih melalui pembelian produk tertentu di lokapasar resmi untuk kemudian dikumpulkan dan diserahkan kepada YKI yang ditujukan bagi operasional pasien di rumah singgah," ujar Direktur Marketing Kapas Selection, Djohan Rachmat.
Kapas Selection juga memberikan kontribusi nyata dalam bentuk dana tunai sebesar Rp 100.000.000,00 kepada Yayasan Kanker Indonesia.
Pentingnya deteksi dini kanker
Data GLOBOCAN 2022 mencatat terdapat 408.661 kasus baru kanker di Indonesia, dengan 242.099 kematian pada tahun yang sama. Tanpa penguatan upaya pencegahan dan deteksi dini, jumlah kasus kanker di Indonesia diproyeksikan meningkat lebih dari 70 persen pada 2050.
Tingginya angka kematian kanker di Indonesia tidak terlepas dari lemahnya deteksi dini. Lebih dari 70 persen kasus kanker baru terdiagnosis pada stadium lanjut, ketika peluang kesembuhan menurun drastis dan pilihan terapi menjadi semakin terbatas.
Ketua YKI Prof. DR. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo mengatakan, edukasi yang luas tentang pentingnya gaya hidup sehat dan deteksi dini kanker sangat penting.
"Saya prihatin dengan banyaknya penderita kanker yang berobat setelah stadium lanjut. Ini juga yang membuat banyak pejuang kanker harus menguras penghasilannya. BPJS Kesehatan memang menanggung pengobatan bagi penderita kanker, namun bagi yang sudah stadium lanjut beberapa obat ada yang tidak ditanggung," katanya.
Baca juga: Sejarah Hari Kanker Sedunia dan Maknanya bagi Dunia Kesehatan Global