Kemendag Belum akan Naikkan Harga MinyaKita Meski CPO Makin Mahal
Minyakita yang disalurkan ID FOod(Dok ID FOod)
21:20
6 Februari 2026

Kemendag Belum akan Naikkan Harga MinyaKita Meski CPO Makin Mahal

– Pemerintah belum berencana menaikkan harga eceran tertinggi MinyaKita meski harga minyak sawit mentah atau crude palm oil terus naik.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, HET MinyaKita Rp 15.700 per liter sudah berlaku sejak 2024.

“Sebenarnya itu (HET) sudah cukup lama ya, sementara harga CPO juga terus ini ya (naik),” ujar Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Baca juga: Kemendag: 33 Persen DMO MinyaKita Sudah Disalurkan Lewat BUMN

Kementerian Perdagangan menegaskan belum ada rencana penyesuaian harga dalam waktu dekat. Pemerintah masih mencermati perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan lanjutan.

“Tapi memang kita belum ya, belum ada rencana untuk menaikkan harganya,” kata Budi.

Fokus utama pemerintah saat ini menjaga distribusi MinyaKita tetap lancar. Salah satu langkahnya melalui kewajiban penyaluran domestic market obligation sebesar 35 persen ke perusahaan Badan Usaha Milik Negara sektor pangan.

“Yang penting sekarang distribusinya yang MinyaKita ini harus lancar,” ujar Budi.

Pemerintah juga mendorong produsen menghadirkan merek minyak goreng baru dengan kualitas setara MinyaKita. Langkah ini diharapkan memberi lebih banyak pilihan bagi konsumen.

MinyaKita sendiri merupakan merek dagang pemerintah yang diperkenalkan untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng di dalam negeri. Program ini muncul setelah produsen lebih banyak mengekspor crude palm oil akibat lonjakan harga global, yang memicu kekosongan pasokan dan kenaikan harga domestik.

Baca juga: Mendag Tegaskan MinyaKita Bukan Indikator Stok Migor

Pemerintah lalu mewajibkan produsen eksportir memenuhi kewajiban DMO melalui MinyaKita. Kenaikan volume ekspor otomatis diikuti peningkatan kewajiban pasokan domestik.

“Nah sekarang kan harga stabil semua lah ya,” kata Budi.

Meski demikian, ketergantungan konsumen pada MinyaKita membuat sejumlah merek minyak goreng non premium tersisih dari pasar.

“Mereka sampaikan dulu itu sebelum MinyaKita itu second brand itu bisa 50, bisa 50 macam merk-merknya. Sekarang kan tinggal sedikit, karena orang larinya ke MinyaKita,” tutur Budi.

Sebagai catatan, HET MinyaKita terakhir naik pada Agustus 2024 dari Rp 14.000 menjadi Rp 15.700 per liter.

Tag:  #kemendag #belum #akan #naikkan #harga #minyakita #meski #makin #mahal

KOMENTAR