Proyeksi Ekonomi RI 2026 Tumbuh 5,2 Persen, Standard Chartered Soroti Peluang Ekuitas
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (SHUTTERSTOCK/NUMBER1411)
22:28
6 Februari 2026

Proyeksi Ekonomi RI 2026 Tumbuh 5,2 Persen, Standard Chartered Soroti Peluang Ekuitas

— Standard Chartered Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menguat pada 2026 di tengah dinamika pasar global dan valuasi aset yang relatif tinggi.

Dalam riset terbarunya yang dipaparkan pada forum World of Wealth (WoW) ke-23 di Jakarta, Standard Chartered memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,2 persen pada 2026, meningkat dari proyeksi 5 persen pada 2025.

Senior Economist Standard Chartered Indonesia Aldian Taloputra menyampaikan, ekonomi Indonesia diperkirakan memasuki fase pertumbuhan yang lebih siklikal.

Baca juga: Menkeu Purbaya Tetap Genjot Pertumbuhan Ekonomi Meski Outlook Moody’s Negatif

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.THINKSTOCKS Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi kebijakan moneter, Standard Chartered memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan sikap berhati-hati sepanjang 2026, dengan menyeimbangkan stabilitas eksternal serta dukungan terhadap pertumbuhan domestik.

“Di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan, kami tetap optimistis terhadap potensi investasi jangka panjang Indonesia. Langkah-langkah reformasi yang cepat dari regulator, serta fokus yang berkelanjutan pada fundamental ekonomi, menjadi fondasi penting untuk pemulihan," kata CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).

"Dalam situasi seperti ini, disiplin dalam membangun portofolio dan diversifikasi menjadi semakin krusial agar nasabah dapat melewati volatilitas sekaligus tetap fokus pada tujuan jangka panjang mereka," jelas dia.

Ekuitas dan obligasi emerging markets

Dalam laporan Global Market Outlook 2026 – Blowing Bubbles?, Standard Chartered menilai meskipun valuasi sejumlah aset telah meningkat, kondisi saat ini belum menunjukkan karakteristik bubble sistemik seperti periode sebelumnya.

Baca juga: Indef: Pertumbuhan Ekonomi Belum Optimal Serap Tenaga Kerja

Ilustrasi investasi. Menjelang akhir 2025, pasar keuangan kembali bergejolak. Para analis menyarankan investor tetap tenang dan disiplin agar peluang cuan tidak hilang di tengah ketidakpastian.PIXABAY/NATTANAN KANCHANAPRAT Ilustrasi investasi. Menjelang akhir 2025, pasar keuangan kembali bergejolak. Para analis menyarankan investor tetap tenang dan disiplin agar peluang cuan tidak hilang di tengah ketidakpastian.

Aset berisiko, khususnya ekuitas, diproyeksikan masih berpotensi mencatatkan kinerja positif pada 2026.

Proyeksi tersebut didorong oleh pertumbuhan laba perusahaan, termasuk dari tema struktural seperti adopsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Standard Chartered mengidentifikasi tiga tema utama investasi 2026. Pertama, equities, dengan fokus pada pasar yang ditopang pertumbuhan laba.

Kedua, income, khususnya obligasi emerging markets yang menawarkan yield menarik sekaligus diversifikasi.

Baca juga: Indef: Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Masih Ditopang Bantuan dan Stimulus

Ketiga, diversifiers, seperti emas dan strategi alternatif untuk membantu meredam volatilitas portofolio.

Pendekatan tersebut menekankan pentingnya diversifikasi lintas kelas aset dan kawasan, serta alokasi portofolio yang lebih terstruktur mencakup komponen inti (core), taktis (tactical), dan oportunistik (opportunistic), guna menyeimbangkan potensi imbal hasil dengan pengelolaan risiko jangka panjang.

Tag:  #proyeksi #ekonomi #2026 #tumbuh #persen #standard #chartered #soroti #peluang #ekuitas

KOMENTAR