Kata-kata Luciano Spalletti Usai Hasil Juventus Vs Fiorentina 0-2
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, angkat bicara usai timnya menelan kekalahan dari Fiorentina dalam lanjutan Liga Italia (Serie A) 2025-2026, Minggu (17/5/2026) waktu setempat atau petang WIB.
Laga pekan ke-37 Liga Italia 2025-2026 antara Juventus vs Fiorentina digelar di Stadion Allianz, Turin.
Pertandingan Juventus vs Fiorentina berakhir dengan skor 0-2, untuk kemenangan tim tamu.
Kemenangan Fiorentina atas Juventus didapatkan berkat gol dari Cher Ndour (33') dan Rolando Mandragora (8').
Duel Juventus vs Fiorentina juga diwarnai dengan satu kartu merah yang didapatkan ole Luca Ranieri (71').
Baca juga: Hasil Juventus Vs Fiorentina 0-2: Diwarnai Kartu Merah, Tiga Gol Dianulir
Tak hanya itu, ada tiga gol yang dianulir oleh wasit Davide Massa, yakni gol Weston McKennie, Dusan Vlahovic, dan Roberto Piccoli.
Dengan hasil tersebut, Juventus tertahan di posisi enam klasemen sementara Liga Italia 2025-2026 dengan 68 poin.
Sementara Fiorentina menempati peringkat 15 dengan mengumpulkan perolehan 41 poin.
Setelah pertandingan selesai, Luciano Spalletti tampak kesal dalam sesi wawancara pasca-pertandingan dengan Sky Sport.
Ketika reporter mencatat bahwa Bianconeri seharusnya memenangkan "pertandingan terpenting dalam hidup mereka," pelatih asal Italia itu langsung membalas tajam.
“Jika Anda memulai dengan cara ini, Anda langsung memulai dengan buruk.” kata Spalletti kepada Sky Sport dikutip dari Football Italia, Minggu (17/5/1016).
Ia menolak narasi dramatis yang menganggap peluang timnya sudah tertutup sepenuhnya untuk sisa musim ini.
Baca juga: Bernardo Silva Tak Mau Pusing di Piala Dunia 2026, Kans Gabung Juventus Terbuka
“Fakta bahwa semuanya sudah berakhir, bahwa kita semua sudah mati…itu salah. Jelas, ini hasil yang buruk. Ini pertandingan penting,” lanjutnya.
Ketika disinggung mengenai pemahamannya terhadap skuad saat ini dibandingkan dengan pernyataannya beberapa pekan lalu, eks pelatih timnas Italia itu menegaskan bahwa penilaiannya bersifat jangka panjang.
“Mengenai penilaian saya, itu bukan hanya berdasarkan hari ini. Saya pikir mereka telah melakukan hal-hal hebat; ada pertumbuhan yang signifikan, dan mereka meletakkan fondasi untuk hal-hal penting,” katanya.
“Kami harus bermain sepak bola hari ini, menjaga kualitas dan kepribadian yang tinggi.”
Gelandang Juventus, Weston McKennie, merayakan gol ke gawang Genoa. Hasil Juventus Vs Genoa merupakan bagian dari ronde laga ke-31 Serie A dan bergulir di Stadion Allianz pada Senin (6/4/2026).
Spalletti Pilih Evaluasi Diri Sendiri
Alih-alih melemparkan kesalahan kepada performa anak asuhnya di lapangan, Spalletti secara ksatria memilih untuk mempertanyakan kapasitas dirinya terlebih dahulu dalam meramu strategi dan memotivasi tim.
“Pertama-tama, saya harus mempertanyakan diri sendiri, bukan para pemain. Seperti yang saya katakan kepada mereka hari ini, jika ini yang ditawarkan tim saya, saya harus menilai terutama apa yang telah saya lakukan, sebelum menganalisis apa yang telah mereka lakukan." tutur pelatih berusia 68 tahun tersebut.
Mengulas jalannya laga, Spalletti menyayangkan kegagalan timnya mengantisipasi serangan efisien lawan, di mana Juve kembali kebobolan pada tembakan tepat sasaran pertama dari musuh untuk ke-16 kalinya musim ini.
“Terkadang kami juga kurang beruntung. Kami tertinggal 1-0 meskipun tidak banyak kebobolan.” jelasnya.
Baca juga: Real Madrid Siapkan Paket Menarik Jika Juventus Lepas Kenan Yildiz
"Kami tidak memulai pertandingan dengan baik; kami tidak memenangkan banyak duel, dan kami tidak membangkitkan atmosfer di stadion."
“Saya harus memastikan hal itu tidak terjadi lagi. Saya harus membicarakan hal ini dan hal lainnya: menciptakan ketenangan dalam pikiran para pemain, memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan, menemukan ruang yang tepat, bermain agresif, dan memainkan bola dengan rapi,” kata Spalletti.
“Hal-hal inilah yang membuat stadion berpihak kepada kita. Di sisi lain, kita tidak banyak berbuat terkait apa yang dibutuhkan.” lanjutnya.
Faktor Mentalitas dan Enggan Berandai-andai
Spalletti, yang baru saja memperpanjang masa tinggalnya di Stadion Allianz hingga tahun 2028 pada bulan April lalu, menekankan pentingnya faktor psikologis.
Ia mengakui kegagalan menembus zona Eropa memberikan dampak, namun ia menolak dramatisasi yang berlebihan.
“Kami tahu bahwa absennya dari Liga Champions berdampak finansial bagi tim, tetapi membicarakan hidup dan mati serta perang adalah hal yang salah. Ini hanyalah pertandingan sepak bola.” tegasnya.
“Para pemain sepak bola harus bermain rapi, gaya bermain tetap sama, dan inilah yang membawa kita sampai di sini.” imbuh Spalletti.
Baca juga: Theo Hernandez Buka Peluang Mudik ke Liga Italia, Juventus Memantau
“Saya memiliki gagasan yang jelas tentang para pemain sepak bola saya dan diri saya sendiri, saya telah mengenal diri saya sendiri selama 68 tahun, dan saya selalu bepergian sendirian,” kata Spalletti.
“Pertama-tama, saya harus menganalisis diri sendiri. Apakah saya sudah melakukan segalanya untuk membawa mereka ke kondisi mental yang tepat? Ini sebagian besar tentang pikiran. Saya harus berbicara dengan diri sendiri terlebih dahulu.”
Ketika ditanya mengenai kebijakan transfer musim dingin dan keputusannya memarkir Lois Openda serta Jonathan David di bangku cadangan saat tim membutuhkan gol di babak kedua, Spalletti enggan berandai-andai mengenai kehadiran penyerang baru.
“Percuma saja membicarakan ini. Saya harus bermain bagus di pertandingan ini,” jawabnya.
“Kami telah bermain cukup baik. Saya pikir beberapa hal sudah jelas, tetapi kami belum sampai di sana; (Liga Champions) adalah sesuatu yang pantas didapatkan Juventus dan para penggemarnya.” pungkasnya.
Tag: #kata #kata #luciano #spalletti #usai #hasil #juventus #fiorentina