Niat Puasa Dzulhijjah 10 Hari Pertama 2026, Bacaan Arab dan Latin Lengkap
niat puasa dzulhijjah (dibuatr menggunakan AI)
00:04
17 Mei 2026

Niat Puasa Dzulhijjah 10 Hari Pertama 2026, Bacaan Arab dan Latin Lengkap

Menjelang datangnya bulan Dzulhijjah, umat Islam mulai mempersiapkan berbagai amalan sunnah untuk menyambut salah satu bulan paling istimewa dalam kalender hijriah. Salah satu yang banyak diamalkan adalah puasa Dzulhijjah 10 hari pertama.

Selain identik dengan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha, sepuluh hari pertama Dzulhijjah juga dikenal sebagai waktu yang penuh keberkahan dan memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.

Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada periode tersebut adalah puasa sunnah Dzulhijjah. Ibadah ini dilakukan sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, termasuk puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah yang memiliki pahala sangat besar.

Banyak umat Muslim memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lalu, seperti apa bacaan niat puasa Dzulhijjah?

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026

Dikutip dari laman BAZNAS, ada tahun 2026, tanggal 1 Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Sejak hari pertama tersebut, umat Islam sudah dapat mulai menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah hingga tanggal 9 Dzulhijjah.

Berikut jadwal lengkap puasa Dzulhijjah 2026:

  • 1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026
  • 2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026
  • 3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026
  • 4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026
  • 5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026
  • 6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026
  • 7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026
  • 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026
  • 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah): Selasa, 26 Mei 2026

Niat Puasa Dzulhijjah 10 Hari Pertama

Dalam menjalankan ibadah puasa sunnah, niat menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Niat puasa Dzulhijjah dibaca pada malam hari sebelum melaksanakan puasa atau sebelum waktu subuh tiba.

Berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah sesuai dengan hari pelaksanaannya:

1. Niat Puasa 1–7 Dzulhijjah

“نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى”

Latin: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’ala.”

Niat ini dapat digunakan untuk puasa sunnah dari tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah. Meski bacaan niat sederhana, maknanya sangat penting sebagai bentuk kesungguhan hati dalam menjalankan ibadah.

2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

“نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى”

Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.”

Puasa Tarwiyah menjadi salah satu amalan yang banyak dikerjakan umat Muslim menjelang Hari Arafah. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk persiapan rohani sekaligus meningkatkan kualitas ketakwaan.

3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

“نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى”

Latin: Nawaitu shauma yaumi ‘arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala.”

Puasa Arafah termasuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Ibadah ini dilaksanakan sehari sebelum Idul Adha dan memiliki keutamaan luar biasa.

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Puasa Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan karena dilaksanakan pada hari-hari terbaik dalam setahun. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah disebut sebagai waktu yang sangat dicintai Allah SWT untuk memperbanyak amal saleh.

Melaksanakan puasa sunnah pada hari-hari tersebut menjadi salah satu bentuk ibadah yang bernilai besar. Selain memperoleh pahala puasa, umat Muslim juga didorong untuk memperbanyak zikir, doa, sedekah, serta amal kebaikan lainnya.

Keutamaan paling besar terdapat pada puasa Arafah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi orang yang menjalankannya dengan penuh keikhlasan.

Karena keutamaannya yang besar, banyak umat Muslim berlomba-lomba menjalankan puasa Arafah setiap tahun. Ibadah ini juga menjadi momentum untuk memperbanyak istigfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Selain itu, puasa Dzulhijjah juga menjadi sarana melatih pengendalian diri dan memperbaiki kualitas spiritual. Menahan diri dari makan, minum, dan berbagai hal yang membatalkan puasa dapat membantu seseorang meningkatkan kesabaran serta kedisiplinan dalam beribadah.

Editor: Chyntia Sami Bhayangkara

Tag:  #niat #puasa #dzulhijjah #hari #pertama #2026 #bacaan #arab #latin #lengkap

KOMENTAR