Harga Bitcoin Ambruk ke Level Terendah 16 Bulan, Euforia Politik Kehilangan Daya Dorong
Grafik pergerakan harga Bitcoin selama 24 jam perdagangan (KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN/DOKUMENTASI COINMARKETCAP )
21:40
6 Februari 2026

Harga Bitcoin Ambruk ke Level Terendah 16 Bulan, Euforia Politik Kehilangan Daya Dorong

– Harga Bitcoin jatuh ke level terendah dalam 16 bulan terakhir. Penurunan ini terjadi saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus menyuarakan dukungan terbuka terhadap aset kripto.

Nilai Bitcoin sempat merosot hingga 60.000 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 1,01 miliar. Level tersebut menjadi titik terendah sejak September 2024. Harga lalu bergerak naik tipis. Koreksi ini menandai pembalikan tajam setelah reli panjang yang mendorong Bitcoin mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di 122.200 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 2,06 miliar pada Oktober 2025.

“Mereka yang bertaruh terlalu besar, meminjam terlalu banyak, atau berasumsi harga hanya akan naik sekarang mengetahui dengan cara yang sulit seperti apa volatilitas pasar dan manajemen risiko yang sebenarnya,” kata Ketua Bersama Asosiasi Web3 Hong Kong, Joshua Chu, kepada Reuters, Jumat (6/2/2026).

Baca juga: Bitcoin Tembus 60.000 Dollar AS, INDODAX: Tekanan Risk-Off Global

Minat investor terhadap Bitcoin meningkat tajam sepanjang setahun terakhir. Kenaikan ini sejalan dengan keterlibatan langsung Trump di sektor kripto.

Trump tidak hanya menyampaikan dukungan, tetapi juga berjanji melonggarkan regulasi industri aset digital. Ekspektasi kebijakan yang lebih ramah kripto ikut mendorong reli harga sebelumnya.

Penurunan tajam pekan lalu mengubah arah pasar. Harga Bitcoin tercatat turun sekitar 32 persen dalam 12 bulan terakhir. Pergerakan ini membawa harga kembali mendekati level awal 2024 dan bahkan menyentuh kisaran harga beberapa tahun sebelumnya.

Bitcoin masih menjadi mata uang kripto terbesar dan paling dikenal. Aset ini berbentuk uang digital tanpa kendali bank sentral atau lembaga keuangan terpusat.

Data Inggris yang dilansir BBC menunjukkan minat investor ritel mulai menyusut. Otoritas Perilaku Keuangan atau Financial Conduct Authority mencatat sekitar 8 persen orang dewasa berinvestasi di kripto pada 2025.

Angka tersebut turun dari 12 persen pada tahun sebelumnya. Nilai kepemilikan justru meningkat. Satu dari lima investor kripto di Inggris kini memegang aset digital senilai 1.000 hingga 5.000 poundsterling.

Baca juga: Harga Bitcoin “Rungkad” dan Seret Aset Kripto Lainya, Apa Sikap Investor?

Trump mengambil langkah cepat setelah kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025. Salah satu kebijakan awal berupa perintah eksekutif untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai “ibu kota kripto planet ini”.

Tahun pertama masa jabatan tersebut juga diwarnai peluncuran merek kripto pribadi. Sebagian besar keuntungan mengalir ke perusahaan milik Trump. Keterlibatan juga berlanjut melalui World Liberty Financial, kendaraan investasi aset kripto milik keluarga Trump.

Pemerintahan Trump menandatangani sejumlah undang-undang yang memperkuat dukungan federal terhadap kripto. Tim Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang fokus pada penegakan hukum kripto dibubarkan. Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat atau Securities and Exchange Commission menghentikan sejumlah langkah penegakan dan investigasi aset digital.

Langkah-langkah tersebut memicu kritik politik. November lalu, anggota Partai Demokrat di Komite Kehakiman Senat mengecam apa yang mereka sebut sebagai “agenda pro-kripto” Trump. Mereka mencatat presiden telah mengumpulkan kepemilikan kripto senilai lebih dari 11 miliar dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 185,5 triliun. Pendapatan pribadi dari transaksi kripto sejak menjabat disebut mencapai sekitar 800 juta dollar Amerika Serikat atau Rp 13,5 triliun.

Analis menilai dukungan politik belum cukup menahan tekanan pasar. Deutsche Bank dalam catatan riset menyebut penurunan terbaru dipicu pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve.

Sebagian pelaku pasar meyakini Warsh akan mendorong kebijakan moneter agresif dengan mempertahankan suku bunga tinggi. Kebijakan seperti ini biasanya menekan aset berisiko, termasuk mata uang kripto, yang lebih diuntungkan oleh likuiditas longgar.

Deutsche Bank mencatat harga Bitcoin bergerak dalam tren menurun selama empat bulan terakhir. Sentimen terhadap kripto juga memburuk secara luas.

“Penjualan yang stabil ini menurut pandangan kami menandakan bahwa investor tradisional kehilangan minat, dan pesimisme secara keseluruhan tentang kripto semakin meningkat,” tulis bank tersebut.

Deutsche Bank tidak memperkirakan kripto menghilang dari sistem keuangan. Bank tersebut juga tidak melihat Bitcoin kembali ke puncak harga yang terdorong euforia politik. Bitcoin dinilai bergerak dari “aset yang murni spekulatif” menuju fase lebih realistis sebagai instrumen yang masih mencari peran jelas.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Eksekutif Abra Capital Management William Barhydt. Ia menilai pasar kripto memasuki fase pendewasaan, meski tetap optimistis terhadap pemulihan harga.

“Saya tidak akan mengatakan bahwa harganya pasti akan naik kembali, tetapi saya tidak melihat bagaimana hal itu tidak akan terjadi,” kata Barhydt.

Fluktuasi tajam bukan hal baru bagi Bitcoin.

“Satu-satunya cara agar tidak terjadi adalah jika kita berakhir dalam semacam perang,” ujarnya.

Tekanan juga terjadi pada kripto lain. Ethereum dan Solana tercatat turun sekitar 37 persen sepanjang 2026.

Data CoinGecko menunjukkan nilai pasar kripto menyusut lebih dari 1 triliun dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 16,9 kuadriliun dalam satu bulan terakhir. Nilai pasar menyusut sekitar 2 triliun dollar Amerika Serikat atau Rp 33,7 kuadriliun sejak puncak Oktober lalu.

Perusahaan investasi Stifel menilai tekanan belum berakhir. Catatan kepada investor menyebut harga Bitcoin berpotensi turun hingga 38.000 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 641 miliar. Proyeksi ini didasarkan kecenderungan baru Bitcoin yang semakin mengikuti pergerakan dolar Amerika Serikat.

Pekan lalu, dolar Amerika Serikat jatuh ke level terendah dalam empat tahun. Kondisi ini menambah kompleksitas tekanan di pasar global.

Tag:  #harga #bitcoin #ambruk #level #terendah #bulan #euforia #politik #kehilangan #daya #dorong

KOMENTAR