Kapal Laut Namlea–Ambon Masih Beroperasi Normal: Jadwal PELNI Terbatas, Operator Ini Jadi Andalan Warga
Transportasi laut masih menjadi urat nadi utama mobilitas masyarakat di Maluku, termasuk untuk perjalanan dari Namlea (Pulau Buru) menuju Ambon, ibu kota Provinsi Maluku.
Meski jarak kedua wilayah ini 'hanya' sekitar 170 kilometer jika ditarik garis lurus, kondisi geografis yang dipisahkan oleh Laut Banda membuat kapal laut menjadi pilihan paling realistis, terjangkau, sekaligus vital bagi warga.
Kabar baiknya, hingga saat ini pelayaran Namlea–Ambon masih beroperasi normal. Namun, calon penumpang perlu mencermati jadwal dan operator yang tersedia.
Pasalnya, jadwal kapal PELNI tergolong jarang, sehingga banyak warga kini mengandalkan operator swasta yang menawarkan frekuensi lebih padat.
PELNI Masih Melayani, Tapi Jadwal Tidak Setiap Hari
Untuk layanan kapal penumpang milik negara, PT PELNI masih mengoperasikan rute yang singgah di Namlea menuju Ambon. Salah satu kapal yang melayani lintasan ini adalah KM Nggapulu.
Berdasarkan jadwal terdekat, KM Nggapulu dijadwalkan berangkat pada 14 Februari, dengan harga tiket sekitar Rp 76 ribu. Tarif ini tergolong paling ekonomis, sehingga tetap menjadi incaran masyarakat, khususnya penumpang yang membawa barang dalam jumlah cukup banyak atau ingin perjalanan yang lebih santai.
Namun, yang perlu dicatat, jadwal kapal PELNI tidak tersedia setiap hari. Dalam sebulan, frekuensinya bisa dihitung dengan jari, tergantung rute panjang kapal tersebut yang menghubungkan banyak pelabuhan di Indonesia Timur.
Karena itu, penumpang disarankan untuk mengecek jadwal jauh-jauh hari, memastikan ketersediaan tiket sejak awal dan menyesuaikan waktu keberangkatan dengan agenda pribadi atau keluarga.
PELNI tetap cocok bagi penumpang yang fleksibel dengan waktu dan mengutamakan harga tiket murah.
Operator Swasta Jadi Andalan, Jadwal Hampir Setiap Hari
Bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian jadwal dan waktu tempuh lebih cepat, kapal milik PT Pelayaran Dharma Indah menjadi alternatif paling banyak dipilih.
Operator ini dikenal aktif melayani pelayaran Namlea–Ambon pulang-pergi (PP) hampir setiap hari, sehingga sangat membantu mobilitas warga, pedagang, hingga pelajar dan aparatur sipil yang sering bolak-balik antarwilayah.
Beberapa keunggulan kapal Dharma Indah adalah frekuensi pelayaran lebih rutin
Waktu tempuh relatif lebih singkat sehingga cocok untuk perjalanan mendesak atau terjadwal
Untuk tarif, harga tiket kapal Dharma Indah sekitar Rp 125 ribu. Meski lebih mahal dibanding PELNI, selisih harga ini dianggap sepadan dengan fleksibilitas jadwal dan efisiensi waktu perjalanan yang lebih cepat dibandingkan kapal PELNI yang mencapai 6 jam lebih pelayaran.
Tak heran jika operator ini kerap menjadi pilihan utama warga Namlea dan Ambon, terutama saat jadwal PELNI tidak tersedia.
Sekilas Tentang Namlea, Gerbang Pulau Buru
Namlea merupakan sebuah kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Wilayah ini terdiri dari 7 desa dengan luas sekitar 951,15 kilometer persegi.
Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Pulau Buru, Namlea memiliki pelabuhan yang sangat strategis. Dari sinilah arus barang, penumpang, dan logistik keluar-masuk Pulau Buru menuju Ambon dan wilayah Maluku lainnya.
Aktivitas pelayaran yang stabil menjadi kunci keberlangsungan ekonomi masyarakat, mulai dari distribusi hasil bumi, kebutuhan pokok, hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan ke Ambon.
Ambon, Pusat Aktivitas dan Layanan di Maluku
Sementara itu, Pulau Ambon merupakan pulau terpadat di Kepulauan Maluku. Di pulau inilah berdiri Kota Ambon, yang berstatus sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Letaknya yang strategis, diapit Pulau Seram dan sejajar dengan Kepulauan Lease, membuat Ambon menjadi simpul utama transportasi laut di Maluku. Hampir semua jalur pelayaran antarpulau bermuara atau singgah di Ambon.
Bagi warga Namlea, Ambon bukan sekadar kota tujuan, melainkan pusat aktivitas penting: mengurus administrasi, berobat, melanjutkan pendidikan, hingga berdagang.
Meski jarak Namlea–Ambon relatif dekat, kondisi Laut Banda tidak selalu bersahabat. Faktor cuaca dan gelombang kerap menjadi pertimbangan utama dalam pelayaran.
Tag: #kapal #laut #namleaambon #masih #beroperasi #normal #jadwal #pelni #terbatas #operator #jadi #andalan #warga