Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
- Habiburokhman menilai usulan Abraham Samad mengenai pergantian Kapolri untuk reformasi kepolisian keliru.
- Menurut Habiburokhman, reformasi institusional tidak boleh didasarkan pada preferensi atau pandangan personal.
- Data Komisi III menunjukkan Kapolri Listyo Sigit dinilai berperan aktif mempercepat reformasi sejak menjabat 2021.
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, menyebut pernyataan Abraham Samad dan rekan, terkait reformasi kepolisian sebagai salah kaprah. Sebab, Abraham menilai reformasi baru bisa dilakukan jika kapolri diganti.
"Pernyataan tokoh oposisi Abraham Samad dan rekan-rekannya kepada Presiden Prabowo jika reformasi kepolisian baru bisa dinyatakan ada jika Kapolri diganti adalah pernyataan yang salah kaprah," kata Habiburokhman, dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Menurut Habiburokhman, cukup aneh ketika banyak pihak berbicara berdasarkan kajian ilmiah. Terutama, soal reformasi kultural dan institusional, kemudian memberi usul yang sangat personal.
"Usulan mereka terasa sangat tendensius, subyektif dan bersudut pandang yang sangat sempit," kata dia.
Menurut dia, reformasi di bidang apapun tidak bisa disandarkan hanya pada persoalan suka tidak suka yang bersifat personal. Terlebih, kata Habiburokhman, Kapolri Listiyo Sigit Prabowo justru sosok yang selama ini terdepan dalam mempercepat reformasi Polri.
"Data di Komisi III jelas menunjukkan bahwa sejak memimpin 2021, tingkat represifitas menurun sangat drastis di banding periode-periode sebelumnya," ujarnya.
Polri, kata dia, juga tercatat sebagai institusi mitra Komisi III yang paling responsif terhadap pengaduan masyarakat. Habiburokhman melihat pergantian Kapolri adalah kewenangan konstitusional.
Presiden, menurut Habiburokhman, tidak bisa diintervensi oleh tokoh-tokoh oposisi tersebut. Menurut dia, boleh saja mereka berbeda kepentingan soal politik.
"Tetapi janganlah memberikan tekanan yang salah kaprah kepada Presiden karena justru bisa melemahkan negara kita," kata Habiburokhman.
Habiburokhman memahami karakter Presiden Prabowo yang tidak suka berbicara soal personal. Terutama, ketika membahas hal yang bersifat institusional.
"Selain itu beliau juga tidak suka jika ada orang yang menjelek-jelekkan orang lain di depan beliau. Ayo kita satukan langkah dan bulatkan tekat, kita dukung reformasi Polri secara kultural," tambah Habiburokhman.
Tag: #habiburokhman #sebut #pernyataan #abraham #samad #soal #reformasi #polri #salah #kaprah