Mengapa Putus Cinta Bisa Bikin Kulit Breakout dan Berjerawat?
- Putus cinta tidak hanya berdampak pada emosi, tetapi juga bisa memengaruhi kondisi kulit. Banyak orang menyadari wajah mereka tiba-tiba lebih mudah berjerawat, kusam, atau sensitif setelah mengalami patah hati.
Kondisi ini bukan sekadar perasaan semata. Stres emosional akibat perpisahan memang dapat memicu perubahan biologis di dalam tubuh yang berpengaruh langsung pada kesehatan kulit.
Dermatolog sekaligus psikolog dari New York, Dr. Amy Wechsler mengatakan, ia cukup sering menemukan pasien yang mengalami jerawat setelah putus cinta.
Baca juga: Ini Area Wajah dan Tubuh yang Sering Muncul Jerawat Saat Stres
“Saya sering menemui pasien yang mengalami breakout setelah putus cinta,” ujar Wechsler, seperti disadur Seventeen, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, lonjakan hormon stres di dalam tubuh menjadi salah satu penyebab utama kulit menjadi lebih mudah bermasalah.
Mengapa kulit breakout setelah putus cinta?
Stres meningkat setelah putus cinta
Salah satu alasan terbesar mengapa kulit mudah breakout setelah putus cinta adalah stres emosional.
Meski seseorang merasa dirinya baik-baik saja, tubuh tetap bisa merespons tekanan mental secara diam-diam.
Perasaan sedih, cemas, kecewa, hingga konflik dengan mantan pasangan dapat meningkatkan produksi hormon kortisol di dalam tubuh. Kortisol dikenal sebagai hormon stres yang dapat memicu peradangan.
“Kadar kortisol yang meningkat akibat stres menyebabkan peradangan pada kulit, dan hal itu memicu munculnya jerawat,” kata Dr. Wechsler.
Saat tubuh berada dalam kondisi stres berkepanjangan, produksi minyak pada wajah juga bisa meningkat. Akibatnya, pori-pori lebih mudah tersumbat dan jerawat lebih cepat muncul.
Tak hanya jerawat di wajah, beberapa orang juga mengalami breakout di area tubuh lain seperti punggung atau dada ketika tekanan emosional sedang tinggi.
Maka, menjaga kesehatan mental setelah putus cinta menjadi penting, bukan hanya untuk emosi tetapi juga kondisi kulit secara keseluruhan.
Baca juga: Mengapa Putus Cinta Bisa Membuat Orang Kehilangan Percaya Diri? Psikolog Jelaskan
Kurang tidur membuat kulit lebih sulit memperbaiki diri
Putus cinta sering membuat seseorang sulit tidur. Ada yang terus memikirkan hubungan yang kandas, menangis semalaman, atau justru sibuk mengecek media sosial mantan pasangan hingga larut malam.
Padahal, tidur merupakan waktu penting bagi tubuh untuk memperbaiki sel-sel kulit yang rusak.
Dr. Wechsler mengungkap, saat tidur, kadar kortisol berada di titik paling rendah. Pada saat bersamaan, hormon pertumbuhan dan molekul pemulihan tubuh justru meningkat.
“Kortisol berada pada tingkat terendah ketika kita tidur, sementara hormon pertumbuhan dan beta endorfin berada pada tingkat tertinggi,” jelasnya.
Jika seseorang terus terjaga terlalu lama, kulit akan lebih lama terpapar hormon stres dan kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri secara optimal. Akibatnya, kulit menjadi lebih sensitif, kusam, dan rentan berjerawat.
Kurang tidur juga dapat membuat lingkar hitam di bawah mata lebih jelas dan wajah terlihat lebih lelah. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memperburuk kesehatan kulit secara keseluruhan.
Baca juga: Jerawat Meradang saat Stres, Kenali Area Kemunculan dan Penanganannya
Rutinitas skincare sering terbengkalai saat patah hati
Saat sedang sedih atau kehilangan semangat, banyak orang mulai mengabaikan rutinitas perawatan diri, termasuk skincare.
Membersihkan wajah sebelum tidur terasa melelahkan, bahkan sekadar mencuci muka pun kadang diabaikan.
Padahal, kebiasaan tidur dengan makeup masih menempel dapat menyumbat pori-pori dan memperparah jerawat.
“Jika kamu tidur masih memakai makeup, pori-pori akan tersumbat dan itu bisa menyebabkan jerawat,” ujar Dr. Wechsler.
Air mata yang bercampur maskara, minyak wajah, dan kotoran juga dapat membuat kulit menjadi iritasi jika tidak segera dibersihkan.
Menurut para ahli, kondisi emosional yang buruk memang dapat menurunkan motivasi seseorang untuk merawat diri. Namun justru pada masa-masa seperti inilah tubuh dan kulit membutuhkan perhatian lebih.
Baca juga: Mengapa Jerawat Semakin Meradang ketika Stres? Ini Kata Dokter
Menjaga rutinitas sederhana seperti membersihkan wajah, memakai pelembab, dan tidur cukup bisa membantu kulit tetap stabil di tengah stres emosional.
Mengelola emosi dapat membantu kulit lebih cepat pulih
Selain perawatan dari luar, kondisi kulit juga perlu dibantu dari dalam tubuh. Mengelola stres dan emosi menjadi salah satu langkah penting agar kulit tidak terus mengalami breakout.
Dr. Wechsler menyarankan seseorang untuk meluangkan waktu melakukan aktivitas yang menenangkan setelah putus cinta. Misalnya membaca buku, mandi air hangat, berolahraga, atau menghabiskan waktu bersama teman dekat.
“Berkumpul dengan teman dapat menurunkan hormon stres,” imbaunya.
Aktivitas sederhana tersebut dapat membantu tubuh merasa lebih rileks sehingga kadar hormon stres perlahan menurun. Ketika stres mulai terkendali, kondisi kulit biasanya ikut membaik.
Putus cinta memang dapat memengaruhi kesehatan kulit karena tubuh dan pikiran saling terhubung. Meski begitu, menjaga pola tidur, mengelola stres, dan tetap merawat diri bisa membantu kulit pulih lebih cepat setelah masa patah hati.
Baca juga: 10 Cara Cepat Move On Setelah Putus Cinta, Salah Satunya Lost Contact
Tag: #mengapa #putus #cinta #bisa #bikin #kulit #breakout #berjerawat