Muncul Uban di Usia 20-an, Normal atau Tanda Masalah Kesehatan?
Ilustrasi perempuan beruban di usia muda.(Google Gemini AI)
21:10
21 Mei 2026

Muncul Uban di Usia 20-an, Normal atau Tanda Masalah Kesehatan?

- Menemukan uban pertama di usia 20-an sering kali membuat seseorang panik. Banyak orang mengira rambut beruban hanya muncul saat usia memasuki 40 atau 50 tahun. 

Kemunculan uban di usia muda ternyata dipengaruhi banyak faktor, mulai dari genetik, stres, hingga gaya hidup sehari-hari. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai premature graying atau uban prematur.

Dokter kulit bersertifikat Dr. Marisa Garshick menjelaskan, rambut mendapatkan warnanya dari melanin yang diproduksi oleh sel melanosit di folikel rambut.

Baca juga: Uban Muncul di Usia Muda, Bisakah Pertumbuhannya Diperlambat?

“Seiring bertambahnya usia, melanosit perlahan melambat dan akhirnya berhenti memproduksi pigmen. Ketika itu terjadi, rambut tumbuh tanpa warna dan tampak abu-abu atau putih,” kata Garshick, seperti dikutip Byrdie, Kamis (21/5/2026).

Lalu, apakah uban di usia 20-an masih tergolong normal? Berikut penjelasannya.

Normalkah muncul uban di usia 20-an?

Uban di usia 20-an bisa dipengaruhi faktor genetik

Salah satu penyebab paling umum munculnya uban di usia muda adalah faktor keturunan. Jika orangtua atau anggota keluarga mulai beruban sebelum usia 30 tahun, kemungkinan besar kondisi serupa juga bisa terjadi pada generasi berikutnya.

Trikolog sekaligus pendiri Arey, Jay Small mengatakan, peneliti menemukan gen bernama IRF4 yang berkaitan dengan proses rambut memutih.

“Gen ini mengatur produksi enzim tirosinase yang secara langsung memengaruhi jumlah melanin yang dapat diproduksi folikel rambut,” jelas Small.

Meski begitu, ia menambahkan bahwa faktor genetik hanya menyumbang sekitar 30 persen dari penyebab uban. Sisanya dipengaruhi kondisi tubuh dan gaya hidup sehari-hari.

Karena itu, seseorang yang memiliki riwayat uban dini dalam keluarga tidak selalu pasti mengalami hal yang sama lebih cepat. Namun, risiko kemunculannya memang menjadi lebih besar dibanding orang lain.

Stres berkepanjangan dapat mempercepat munculnya uban

Stres menjadi faktor lain yang paling sering dikaitkan dengan uban dini. Tekanan pekerjaan, kurang tidur, masalah pribadi, hingga kelelahan emosional bisa memengaruhi kesehatan rambut secara keseluruhan.

Baca juga: Peneliti Temukan Uban Akibat Stres Bisa Dipulihkan

Menurut Small, stres memicu peningkatan hormon kortisol di dalam tubuh. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan tubuh memperbaiki sel dan mempertahankan pertumbuhan rambut yang sehat.

“Ketika kadar kortisol terus tinggi, hal itu menciptakan lingkungan inflamasi pada kulit kepala yang dapat menguras sel induk melanin yang bertanggung jawab terhadap warna rambut,” ujar Small.

Dalam kondisi stres kronis, tubuh akan lebih fokus bertahan hidup dibanding memperbaiki fungsi-fungsi non-esensial, termasuk produksi pigmen rambut. Akibatnya, rambut baru dapat tumbuh dengan warna lebih pucat atau bahkan putih.

Tak heran jika sebagian orang mulai melihat uban bermunculan setelah mengalami tekanan mental berkepanjangan selama beberapa bulan atau tahun.

Kekurangan nutrisi juga bisa membuat rambut cepat memutih

Munculnya uban di usia muda juga dapat dipicu kekurangan nutrisi tertentu. Tubuh membutuhkan vitamin dan mineral untuk menjaga produksi pigmen rambut tetap optimal.

Dr. Garshick mengatakan, rendahnya kadar vitamin B12 menjadi salah satu kekurangan nutrisi yang paling sering dikaitkan dengan uban prematur.

Selain itu, kekurangan zat besi, vitamin D, folat, dan biotin juga dapat memengaruhi kesehatan rambut.

Small menjelaskan, rambut termasuk jaringan non-esensial, sehingga tubuh tidak memprioritaskan distribusi nutrisi ke area tersebut ketika asupan nutrisi sedang kurang.

“Karena rambut dianggap bukan jaringan vital, kekurangan nutrisi sering kali pertama kali terlihat melalui perubahan pada rambut, termasuk uban dini,” kata Small.

Pola makan tinggi makanan ultra-proses, jarang mengonsumsi sayur dan protein, serta diet ketat tanpa pengawasan juga bisa meningkatkan risiko munculnya uban lebih cepat.

Paparan polusi dan kebiasaan hidup tidak sehat ikut berpengaruh

Faktor lingkungan ternyata juga berperan dalam mempercepat proses rambut memutih. Paparan sinar UV, polusi udara, rokok, alkohol, hingga bahan kimia keras pada rambut dapat memicu stres oksidatif.

Baca juga: Sering Mewarnai Rambut Bikin Uban Tambah Banyak, Mitos atau Fakta?

Menurut Dr. Garshick, radikal bebas dari polusi dan sinar matahari dapat merusak sel yang bertanggung jawab memproduksi pigmen rambut.

Small mengibaratkan proses ini seperti bercak cokelat pada apel yang terus menyebar jika tidak dihentikan.

“Jika radikal bebas tidak dikendalikan, kerusakan oksidatif akan terus mengganggu aktivitas sel di folikel rambut. Hasil yang paling umum adalah uban, rambut menipis, dan peradangan kulit,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan cat rambut keras terlalu sering atau kebiasaan merokok juga dapat mempercepat kerusakan sel pigmen rambut.

Kapan uban dini perlu diperiksa ke dokter?

Meski uban di usia 20-an bisa tergolong normal, ada beberapa kondisi yang sebaiknya diperiksakan ke dokter. Misalnya jika uban muncul sangat cepat, disertai rambut rontok parah, kelelahan ekstrem, atau perubahan kesehatan lainnya.

Menurut para ahli, kondisi medis seperti gangguan tiroid dan penyakit autoimun tertentu juga dapat memengaruhi produksi pigmen rambut.

Pemeriksaan darah dapat membantu mengetahui apakah ada kekurangan nutrisi atau masalah kesehatan tertentu yang mendasari munculnya uban dini.

Uban di usia muda bukan selalu tanda penuaan yang buruk. Dalam banyak kasus, kondisi ini merupakan kombinasi antara faktor genetik, stres, dan gaya hidup sehari-hari.

Baca juga: Mencegah Uban di Usia Muda: Tips Menjaga Rambut Tetap Hitam Lebih Lama

Tag:  #muncul #uban #usia #normal #atau #tanda #masalah #kesehatan

KOMENTAR