Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres
Commercial and External Affairs Director PT SiCepat Ekspres, Imam Sedayu Pusponegoro. [Suara.com/Novi Suci]
23:16
21 Mei 2026

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Pelemahan daya beli masyarakat dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai menjadi tantangan bagi industri logistik nasional tahun ini.

Menanggapi hal itu, perusahaan jasa logistik, SiCepat Ekspres menilai kondisi tersebut masih dapat diantisipasi melalui efisiensi biaya pengiriman dan inovasi di sektor logistik.

Commercial and External Affairs Director SiCepat Ekspres Imam Sedayu Pusponegoro mengatakan biaya logistik yang lebih murah justru dapat menjadi pemicu untuk memulihkan permintaan masyarakat.

Menurut dia, harga pengiriman yang lebih terjangkau bisa mendorong aktivitas konsumsi, terutama pada sektor perdagangan digital yang masih menjadi penopang utama pertumbuhan logistik.

"Daya beli yang tadinya mungkin melemah, tapi dengan biaya logistik atau pengiriman yang lebih murah mereka akan men-trigger demand. Akhirnya demand-nya pulih lagi," kata Imam dalam program Executive Talk di Kantor Suara.com, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan pelaku industri logistik saat ini tidak bisa hanya mengandalkan pola bisnis lama di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Perusahaan dituntut mencari cara-cara baru agar biaya operasional tetap efisien tanpa membebani konsumen.

Salah satu langkah yang dilakukan SiCepat ialah mengalihkan sebagian pengiriman dari jalur udara ke moda laut. Strategi itu ditempuh setelah biaya avtur mengalami kenaikan yang berdampak pada ongkos logistik.

Imam mengatakan peralihan tersebut dilakukan untuk menjaga biaya pengiriman tetap terkendali sehingga konsumen tidak merasakan dampak signifikan dari tekanan biaya energi.

"Again tadi ya, itu kembali lagi bagaimana pelaku logistik ini bisa berinovasi. Kalau kita bisa merespons geopolitik tadi dengan membangun resiliency energi, kemudian ada perubahan moda dari air freight ke sea freight," ujarnya.

Dia menilai inovasi menjadi kunci agar industri logistik tetap mampu bertumbuh meski dihadapkan pada tantangan ekonomi.

Menurut Imam, selama pelaku industri dapat menemukan cara yang lebih efisien dalam operasional, prospek pertumbuhan sektor logistik masih cukup terbuka.

"Kalau bicara apakah optimis? Selama kita bisa mengupayakan berinovasi, kita cukup optimis," katanya.

Editor: Liberty Jemadu

Tag:  #rupiah #yang #memble #jadi #tantangan #industri #logistik #strategi #sicepat #ekspres

KOMENTAR