Sepaham dengan Prabowo, Menpar Tegaskan Kebersihan Kunci Daya Saing Pariwisata RI
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam kegiatan Aksi Bersih Sampah Laut di Pantai Kedonganan, Bali, Jumat (6/2/2026).(Dok. Kemenpar)
18:07
6 Februari 2026

Sepaham dengan Prabowo, Menpar Tegaskan Kebersihan Kunci Daya Saing Pariwisata RI

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menekankan bahwa kebersihan lingkungan, terutama kawasan laut dan pesisir, merupakan faktor fundamental yang menentukan daya saing pariwisata Indonesia di mata dunia.

Pernyataan ini menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan isu kebersihan sebagai agenda nasional.

Dalam kegiatan Aksi Bersih Sampah Laut di Pantai Kedonganan, Bali, Jumat (6/2/2026), Menpar Widiyanti menegaskan bahwa Bali bukan hanya ikon pariwisata nasional, tetapi juga menjadi representasi citra Indonesia di hadapan wisatawan global.

Baca juga: Sampah Ancam Pariwisata RI, Prabowo: “Turis Mau Datang Kalau Kotor?”

“Bali adalah permata pariwisata Indonesia. Wajah Indonesia sangat lekat dengan Bali. Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar dia dalam rilis resmi yang Kompas.com terima, Jumat.

Kebersihan jadi fondasi pariwisata berkelanjutan

Menpar menilai bahwa pengelolaan sampah tidak boleh dilihat sebatas urusan teknis kebersihan, melainkan bagian dari pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Destinasi yang bersih tidak hanya menciptakan rasa nyaman bagi wisatawan, tetapi juga memperkuat reputasi Indonesia sebagai negara yang menjaga kelestarian alam.

Baca juga: Prabowo Prioritaskan Pembangunan Jaringan Kereta di Seluruh Indonesia

Ia menegaskan bahwa kebersihan harus menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan seremonial sesaat.

“Pariwisata yang berkualitas hanya tumbuh di lingkungan yang bersih, tertata, dan terawat.”

Sejalan dengan Prabowo

Pernyataan Menpar sejalan dengan pesan Presiden Prabowo yang sebelumnya menyoroti seriusnya persoalan sampah dalam sektor pariwisata.

Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat luar negeri mengeluhkan kondisi kebersihan Bali.

Gubernur Bali, I Wayan Koster saat ikut bersih-bersih di Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung, Jumat (6/2/2026).DOKUMENTASI PEMPROV BALI Gubernur Bali, I Wayan Koster saat ikut bersih-bersih di Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung, Jumat (6/2/2026).

Bali so dirty now. Bali not nice. Saya terima itu sebagai koreksi,” ujar Prabowo, menirukan pernyataan pejabat Korea Selatan yang baru berkunjung ke Bali.

Presiden juga menunjukkan dokumentasi kondisi sampah di salah satu pantai Bali pada Desember 2025 sebagai bukti bahwa masalah kebersihan masih memprihatinkan.

“Ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang kalau lihat sampah seperti ini?” tegasnya.

Seruan Perang Melawan Sampah

Melihat besarnya ancaman yang ditimbulkan persoalan sampah terhadap sektor pariwisata, Presiden Prabowo menyerukan “perang terhadap sampah”.

Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menggerakkan masyarakat, termasuk pelajar, TNI, Polri, dan seluruh elemen warga, untuk melaksanakan kerja bakti rutin.

Baca juga: Prabowo Soroti Sampah di Bali: “Bagaimana Turis Mau Datang Kalau Bali Kotor?”

Untuk memperkuat upaya tersebut, Prabowo menggagas Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang menempatkan nilai “Resik” sebagai fondasi agar Indonesia mampu bersaing sebagai destinasi wisata dunia.

“Salah satu cara membuka lapangan kerja adalah pariwisata. Tapi apakah turis mau datang kalau melihat sampah?” kata Prabowo.

Sinergi pentahelix untuk kebersihan laut dan PPesisir

Menpar Widiyanti mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam Aksi Bersih Sampah Laut yang melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Bali, TNI/Polri, komunitas lokal, industri pariwisata, institusi pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ia menyebutkan, aksi ini sebagai contoh nyata sinergi pentahelix yang harus terus diperkuat.

“Aksi ini menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan sekaligus mempertegas komitmen kita dalam menjaga destinasi wisata,” ujarnya.

Gerakan wisata bersih, program unggulan Kemenpar

Kementerian Pariwisata juga tengah menjalankan program unggulan “Gerakan Wisata Bersih”, yang berfokus pada edukasi, peningkatan partisipasi masyarakat, dan pelibatan industri pariwisata untuk memastikan kebersihan destinasi menjadi tanggung jawab bersama.

Menpar menegaskan bahwa menjaga Bali berarti menjaga wajah Indonesia.

“Mari kita jaga Bali. Mari kita jaga pariwisata Indonesia. Mari kita jaga masa depan kita bersama,” tutup Menpar Widiyanti.

Tag:  #sepaham #dengan #prabowo #menpar #tegaskan #kebersihan #kunci #daya #saing #pariwisata

KOMENTAR